Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
Kematian kakek



''Tuan,kakek All memanggil manggil nama tuan Alvian dan nona Gretta''ucap dokter yang menangani kakek All yang sekarat.


Gretta langsung masuk,tanpa menunggu Vian


****


''kakek''lirih Gretta menitikan air mata nya melihat kakek yang sejak kecil mengajari dan menjaga nya setiap hari saat mama papa sedang sibuk bekerja.


''Gretta cucu jagoan kakek''ucap kakek lemah namun tersenyum melihat Gretta.


''kakek harus kuat,Gretta yakin kakek pasti bisa sembuh''ucap Gretta dengan isakan tangis.


''Kak..kek..pu..nya.1...permin...taan,sebe..lum..kakek..pergi..''ucap kakek susah payah bernafas''


''kakek masih bisa sembuh''tangis Gretta tak henti henti nya,membuat Vian iba dan kasihan,ia berusaha menenang kan Gretta dengan mengusap bahu Gretta lembut.


''kakek...tidak...ingin...ka...lian...ber..pisah...''


ucap kakek.


''haaaaa....hhhhh....hmmmmmmm.....huuuh''


kakek All menghembus kan nafas terakhir nya di depan Gretta dan Vian.


''kakek,kakek!!!!! kakeeeeek!!!!bangun kek!!! jangan tinggalin Grettaaaaa haaaa''Tangis Gretta kini menjadi jadi memeluk Kakek yang dari dulu selalu menghibur dan menemani kesepian nya.


semua keluarga masuk karna mendengar tangisan pilu Gretta.


''ayaaah?!! hiks....hiks...''teriak lia tak kalah pilu nya melihat mertua yang sangat baik, begitupun candra yang benar benar tidak rela.


''ayaah''tangis Candra,sambil menenang kan istri dan putri nya.


Sedang kan Vian membiar kan Gretta meluap kan rasa sedih nya,agar lebih tenang.


****


POV AUTHOR


Merelakan seseorang bukan lah hal yang mudah,apa lagi meninggal kan untuk selama nya.


****


Setelah pemakaman Gretta di bawa AlVian kembali ke rumah mereka berdua,dengan tidak rela dan sedih terpaksa Gretta ikut.


''sudah puas menangis,sekarang hapus air mata mu,rela kan kakek biarkan kakek ALL tenang di sana''ucap Vian berjongkok di depan Gretta yang terus menangis.


''aku bisa sendiri,keluarlah''ucap Gretta menghentikan tangan Vian yang akan menghapus air mata nya.


''baik lah''ucap Vian keluar membiar kan Gretta sendiri.


***


Gretta yang menangis sendiri,terkejut melihat hp nya berdering dengan nomor tidak di kenal.


"Grettaaaa!! tolong kamiii!!!"teriak seseorang dari balik telfon.


"Viana!! apa yang terjadi pada kalian?"Tanya Gretta khawatir mendengar Suara anak kecil menangis.


"seseorang ingin membunuh putra ku"tangis Viana.


"tolong selamat kan kamiii!!teriak Viana histeris.


"baiklah,baiklah kalian di mana sekarang?''tanya Grett terburu buru.


"kami di kota Y di jalan X tolong tidak usah beritahu Alvian"ucap Viana dan langsung mematikan handphone.


"aku harus memberi tahu Vian''ucap Gretta menghapus air mata nya dan berlari ke luar kamar.


****


''Tadi tuan keluar dengan terburu buru''ucap Seorang pelayan.


''baik lah kalau dia sudah datang,beritahu dia datang ke kota Y jalan X''ucap Gretta langsung berlari keluar.


***


Dalam mobil Gretta terus mencoba menelfon Vian tapi sama sekali tidak di angkat,karna sudah lebih dari 10 kali membuat Gretta emosi dan membuang handphone nya.


"bagaiman pun itu adalah putra nya darah daging nya sendiri''ucap Gretta menancap gas mobil nya.


****


''ini benar jalan X tapi kenapa gedung tua?''tanya Gretta keluar dari mobil nya,mengamati gedung tua itu.


dengan hati hati ia masuk ke dalam gedung itu,terdengar suara tembakan membuat Gretta terkejut dan langsung berlari ke arah suara itu lantai 3.


ia langsung bersembunyi melihat seorang pria bertubuh besar berjalan ke arah nya.


''lindungi aku ya tuhan'' gumam nya ketakutan.


ternyata pria itu hanya lewat saja,membuat nya lega dan kembali berjalan.


****


deg.....


jantung Gretta seperti berhenti,melihat pemandangan di depan nya saat ini.


''ternyata begitu ya''ucap Gretta menetes kan air mata nya lagi hati nya benar benar sakit,melihat keluarga bahagia yang sekarang sedang berpelukan dengan penuh kasih sayang.


''terima kasih Vi sudah datang di waktu yang tepat''ucap Viana semakin mengerat kan pelukan nya pada pria yang tak lain adalah Letnan Alvian Fu dan menggendong seorang bocah kecil yang menangis.


''sudah jangan menangis lagi,semua nya sudah baik baik saja''ucap Vian mengusap pundak Viana untuk menenang kan nya yang terus menangis.


''terima kasih''ucap bocah itu memeluk Vian.


''aku adalah papa mu sudah sepantas nya,papa melindungi putra papa''ucap Vian mencium pipi Yeon.


''papa,lindungi mama dan Yeon terus,aku kacihan cama mama yang seling di pukul olang''ucap Yeon menangis.


mendengar itu Vian tak tega,apalagi keluar dari mulut putra nya sendiri.


''''ternyata begitu ya''ucap Gretta menetes kan air mata nya lagi hati nya benar benar sakit,melihat keluarga bahagia yang sekarang sedang berpelukan dengan penuh kasih sayang.


Gretta yang menyaksikan semua kejadian dan kemesraan itu,kaki nya tak tahan seketika lemas dan jatuh begitu saja.


di sisi lain


"telah masuk perangkap"ucap sesorang tersenyum sinis yang ternyata melihat Gretta dari CCTV


''ka!!!!!''Gretta yang akan berteriak tiba tiba mulut nya di tutup menggunakan sapu tangan,yang seperti nya dengan obat tidur membuat nya langsung tak sadar kan diri.


Vian langsung menoleh


''aku merasa Gretta ada di sini,aku bahkan mendengar suara nya barusan'' Gumam Vian menurun kan Yeon dan mencari ke sekeliling.


"Vi kenapa?"tanya Viana menghapus air mata nya.


"apa aku hanya salah dengar"tanya Vian pada hati nya.


***


Gretta membuka mata nya dengan kepala nya yang benar benar sakit dan pusing.


"dimana ini?"tanya nya pada diri sendiri,seketika ia sadar kalau tangan nya terikat,begitupun kaki nya