
Sang Kakek dan nenek juga meninggal kan ruang tamu,tinggal Viana dan Yeon saja.
''cih...benar benar keluarga tidak punya etika,meninggal orang begitu saja,lihat saja setelah aku menjadi menantu keluarga FU kalian,aku akan membuat kalian semua menderita,bahkan akan merebut harta kekayaan kalian perlahan lahan'' gumam Viana tersenyum menyeringai.
****
"hiks hiks hiks hiks..."terdengar suara tangisan dari sudut ruangan tepat nya di depan jendela kamar,Gretta yang duduk dengan memeluk lutut nya membenam kan wajah nya dengan menangis tesedu sedu.
Melihat hal itu,Vian memegang dada nya yang tiba tiba sakit melihat hal itu.Ia berjalan mendekati Gretta dan berjongkok menyetarai Gretta,dan menyetuh lengan Gretta.
Gretta mengangkat kepala nya,seketika rasa nya ia memarahi pria di depan nya sekarang,tetapi ingin memeluk nya juga.
"pergiiii!!!!!"teriak nya dengan isakan tangis.
Vian dengan cepat memeluk nya,meski Gretta memukul mukul punggung nya.
"kau jahaaaat!!!!!"
"aku tidak ingin melihat muuu hik..."tangis Gretta.
"kau akan menikahi wanita lain,dan menelantar kan akuu!!,lebih baik biar kan aku pergiiiii ku mohon"isak Gretta.
"aku tidak akan pernah membiar kan kau pergi dari sisi ku,percaya lah istri ku aku tidak akan menelantar kan mu,aku akan menjagamu, selalu mencintai mu,dan membahagia kan mu!!"Ucap Vian memegang wajah Gretta menatap nya dengan lekat.
Mata Gretta yang terus basah dapat melihat keteguhan dan kejujuran di mata Vian.
"percaya lah pada ku,semua akan baik baik saja"ucap Vian lagi menghapur air mata Gretta.
"tapi kau akan menikah!!! dan aku...aku...aku tidak mau berbagi suami dengan perempuan lain!!!"teriak Gretta,masih dengan isakan tangis nya,mendengar itu hati Vian bercampur bahagia dan sedih,ia kembali memeluk istri nya itu.
"aku tidak akan membiar kan ada orang lain di tengah tengah kita,hanya kau yang akan menjadi istri ku"gumam Vian.
"aku tidak ingin terbiasa dengan pelukan hangat ini" gumam Gretta ingin mendorong Vian.
"lepas aku ingin istirahat"ucap Gretta,membuat Vian melepas kan nya,dan seperti biasa,Vian menggendong tubuh Gretta ke tempat tidur,dan membiar kan nya istirahat.
Vian berjalan keluar dari kamar itu,entah kemana ia pergi.
*****
"Aku tidak merasa ada hubungan darah dengan putra ku sendiri,apa itu tidak terlihat aneh?"tanya Vian pada Zack.
"Menurut pengetahuan saya Tuan,meski telah terpisah lama,perasaan anak dan ayah akan tetap terjalin,meski bertemu pertama kali,akan ada sesuatu yang aneh dalam diri kita Tuan"ucap Zack.
"kau benar,bahkan pertama kali melihat dan memegang anak itu,aku tidak merasakan apa apa pun,mungkin saja Perempuan itu ingin menjebak ku,cih...jika terbukti benar aku akan membuat nya merasakan hidup segan mati tak mau.."geram Vian mengepal tangan nya.
"Apa yang ingin Tuan perintah kan pada saya?"tanya Zack membungkuk.
"aku ingin melakukan Tes DNA sekali lagi,jangan biar kan perempuan itu tau dan berikan saja pada Leo,biar kan dia yang tes''perintah Vian.
''2 hari lagi,aku ingin itu selesai''ucap Vian lagi.
''siap tuan,sesuai permintaan anda''ucap Zack.
****
"boleh saya masuk?"tanya Viana berdiri di depan pintu kamar baru Gretta.
"bicara dari situ saja"jawab Gretta datar,duduk menikmati makanan nya.
"aku benar benar ingin berbicara serius"ucap Viana lagi.
Gretta menatap Viana dengan tatapan malas.
"apa kau tuli,bicara lah dari situ,aku pasti mendengar nya"ucap Gretta lagi,kembali memakan makanan nya.
''aku hanya ingin mengingat kan pada mu,untuk meninggal kan Alvian,karna setelah kami menikah,kau sama sekali bukan apa apa lagi,jadi agar kau tidak terlalu sakit hati nanti nya,lebih baik kau meninggal kan nya sekarang bukan''sinis Viana.
Gretta memiring kan senyum nya,jijik dengan wanita yang sedang berbicara dengan nya.
''kalau aku ingin pergi,aku akan pergi sendiri,bukan karna ucapan dan permintaan orang munafik seperti mu''ucap Gretta.
''dan lagi,kau bukan apa apa di mata suami ku,jadi kau lah yang harus mundur.''sombong Gretta.
''cih,aku sudah memperingat kan mu tapi kamu sendiri tidak mendengar kan ku,lihat saja nanti''geram Viana.
''benar benar wanita bermuka 2,tidak ada guna nya aku lemah,karna masalah ini,aku harus kuat di depan semua orang,aku tidak bisa menangis terus,wanita lemah hanya akan di injak injak''gumam Gretta tersenyum.
****
"Tidak bisa begini terus,memang benar untuk saat ini,aku bukan lah apa apa di mata Vian,dan lagi Vian bukan lah orang yang mudah di tipu,aku harus bergerak cepat,jangan sampai dia tau semua nya''ucap Viana berbicara sendiri di kamar nya.
''mungkin minta bantuan Justin,tidak akan berguna lagi,karna seperti nya dia menyukai perempuan ja***ang itu,aku harus secepat nya menyingkir kan perempuan itu"ucap Viana mengepal tangan nya.
****
2 hari kemudian.
"Nona muda,ini ada surat untuk nona''ucap Bi ina,berjalan ke arah Gretta.
Gretta menerima surat itu,dan membaca nya.
"ke Taman King Rose"--->isi surat.
"siapa yang mengirim kan surat ini?"tanya Gretta pada bi ina.
"Saya tidak tau nona, tapi....seperti nya seorang kurir kalau tidak salah"ucap bi ina.
"baik lah,bi asih temani saya ke sana,dan bi ina,siap kan makanan untuk Tuan,yang sudah saya masak mengerti"ucap Gretta.
"baik nona,saya mengerti"ucap bi ina.
****
"Nona,siapa orang mengingin kan nona kemari?"tanya bi asih.
"tidak tau juga"jawab Gretta menatap ke sekeliling.
Saat berjalan masuk ke taman king Rose,Gretta terkejut melihat pemandangan yang ada di depan nya saat ini.
"Nona"ucap Bi asih ikut terkejut.
LIKE KOMEN NYA DONG PLISSS
VOTE JUGA YA🙏🙏