Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 72



Tin tong.....


Bel pintu membuat Gretta bangkit dari duduk nya.


"Biar aku saja bi"ucap Gretta saat Seorang pelayan akan membuka pintu.


"Apa tugas nya sudah selesai dengan begitu cepat"gumam Gretta bertanya pada diri sendiri.


Dengan wajah berseri dan senyuman kecil nya,ia membuka pintu lebar lebar,tapi ia terlihat bingung.


"Nona.."ucap seorang pria yang sekarang sudah berada di depan nya dengan tubuh kekar dengan setelan jas.


"Akh maaf saya pikir tadiiii..."ucap Gretta terhenti,dan menunjukkan senyum manis nya.


"Akh lupakan lah,ada apa ya?"tanya Gretta dengan lembut dan dengan senyuman lembut nya.


Pria itu terlihat menunduk,dan dengan wajah suram.


"Tuan"ucap Gretta bingung melihat ekspresi pria di depan nya itu.


"Bagaimana ini"gumam pria itu dengan mata yang memerah.


"Nona,sebaik nya ikut saya untuk menemui tuan"ucap pria itu tanpa menoleh ke arah Gretta.


"Tuan?maksud mu Alvian?"tanya Gretta tak percaya.


"Benar nona"ucap pria itu.


"Benar kah?baik lah baik lah"ucap Gretta langsung menarik tangan pria itu.


"Silah kan nona"ujar pria itu membuka kan pintu untuk Gretta.


****


Gretta bingung kala mereka berhenti di depan rumah sakit.


Saat ia ingin bertanya pada pria yang tadi menjemput nya,pria itu ternyata sudah keluar,dengan cepat Gretta menyusul nya.


"Tuan,tunggu!!"ucap Gretta berusaha ingin menghentikan pria itu,tapi sama sekali tidak berhenti,ia masuk ke dalam rumah sakit,dengan Gretta yang terus mengejar nya.


"Apa orang ini ingin menipu ku?atau jangan jangan organ organ tubuh ku ingin di ambil itu sebab nya aku di bawa kemari"ucap Gretta terkejut dengan pikiran nya sendiri,tapi ia terus mengikuti nya.


Sampai pria itu berhenti di depan sebuang ruang operasi dan bergabung dengan para pria kekar dan berjas rapi itu.


Gretta semakin di buat bingung,hati nya mulai berkecamuk tak karuan.


Kreek....


Ruangan sebelah terbuka terlihat seorang pria dengan wajah penuh luka dan duduk di kursi roda,Gretta menutup mulut nya karna terkejut melihat pria itu,dada nya tiba tiba terasa sesak.


Kursi roda itu berhenti di depan Gretta.


"Nona,maaf kan saya hik..."ucap pria yang duduk di kursi roda itu menangis,tapi Gretta berusaha menetral kan pikiran nya yang sudah berkecamuk.


"Saya gagal melindungi tuan nona hik...hik.."tangis pria itu yang tak lain adalah Zack yang duduk di kursi roda dengan luka luka.


Seketika hening,tak ada yang bergerak,hanya tangis Zack yang terdengar,para pengawal yang bersusun rapi itu juga tak berani menatap nona besar mereka.


Brukkk.....


Gretta terduduk di lantai dengan air mata yang masih berlinang di pelupuk mata nya.


"Nona"ucap Zack melihat Gretta yang terduduk di lantai bak patung yang sama sekali tidak bergerak.


Saat Lampu operasi mati, terlihat seorang dokter keluar.


Seketika semua mata tertuju pada dokter itu,membuat dokter itu sendiri ketakutan karna tatapan orang orang yang berada di depan nya sekarang.


Gretta langsung berdiri menghampiri dokter itu.


"Dok katakan bagaimana keadaan suami saya?"tanya Gretra dengan mata yang berkaca kaca.


"Maaf kan kami nona,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,tapi tuhan berkehendak lain"ucap dokter itu berusaha memberani kan diri mengatakan nya meski ia sangat ketakutan menyampai kan nya.


"Hah...hiks...tidak!!!!!tidak mungkin"tangis Gretta menangis histeris,dengan tubuh yang sempoyongan,dan tersandar di dinding.


Zack menangis pecah meski dengan tangis yang bersuara.


Gretta menghapus air mata nya,dan mendorong dokter itu,dan segera berlari masuk ke dalam ruang operasi itu.


****


Melihat kepala Vian yang akan di tutup menggunakan kain kafan,membuat Gretta berlari ke arah suster itu dan mendorong nya.


"Jangan berani menyentuh suami ku!! Ini apa!!"ucap Gretta dengan nada marah menarik kain kafan di tubuh Vian dan membuang nya.


Gretta ambruk ke lantai dan memeluk Vian yang terbaring di bad hospital.


Gretta menangis tersedu sedu.


"Bangun!!!ku mohon!!!mereka semua hanya berbohong!!! Kau hanya pura pura kan!?"ucap Gretta menggoyang goyang kan Tubug Vian.


"Nona jangan begitu!!"ucap Zack yang melihat hal itu.


Gretta tak memperdulikan nya,alat alat medis yang ada di sana.


"Apa ini!!"ucap Gretta memgang impus dan melempar nya ke arah dokter,tapi dokter itu langsung mengelak.


"Ini juga!!!"ucap Gretta membuang alat oksigen,dan membuang alat alat medis lain nya,membuat Semua orang yang ada di sana kewalahan namun tak berani menghalangi.


"Nona ku mohon hentikan!! Tuan akan sedih melihat hal itu!!"ucap dokter.


"Diam!!! Untuk apa semua alat alat ini kalau tidak bisa menyembuh kan suami ku!!! Lebih baik itu semua di hancur kan saja!!!"teriak Gretta,namun tiba tiba ia kembali ambruk ke lantai menarik rambut nya sendiri nya menangis bagaikan orang stresss.


"Kembalikan suami kuuu hiks..hikss..."tangis Gretta memukul mukul kan kepala nya ke dinding,membuat Zack khawatir,dan menghampiri nona nya untuk menghentikan hal itu.


Gretta menoleh ke arah Zack yang duduk di kursi roda, dan langsung memegang tangan nya


"Zack...bangun kan Vian..."ucap Gretta dengan air mata yang terus mengalir.


Seorang dokter diam diam langsung menyuntikan obat penenang pada Gretta.


"Kalian menindas ku hiks..kalian semua orang jahat!!"tangis Gretta sebelum tak sadar kan diri karna pengaruh suntikan itu.


Dengan cepat dua suster mengangkat Gretta ke bad hospital.