
"Apa mau kalian?"tanya Gretta turun dari mobil nya dengan menatap tajam orang orang itu.
"Ck ck cantik sekali ternyata"ucap para pria berbadan kurus dan rambut panjang dan janggot panjang itu.
''menjijikan sekali''sinis Gretta
"Kami mau anak yang kau bawa itu,berikan pada kami"ucap mereka dengan mata genit.
"cih..,Jangan harap"decih Gretta mengambil pistol nya dari saku jaket nya.
dan Menarik pelatuk pistol nya,dan tanpa basa basi,ia dengan lihai nya menembak kelima pria jenggotan itu.Membuat darah bersimbah di mana mana.
"Kurang ajar!!!"teriak mereka dengan kesakitan memegangi dada masing masing,akibat peluru yanh di tembakkan Gretta.
"Jangan bergerak!!!!!!"teriak seseorang dari arah belakang Gretta,membuat Gretta terkejut,dan mengangkat tangan nya ke atas.
"Lettakan pistol mu,dan tiarap"ucap nya lagi,Gretta menuruti kata kata orang itu.
"Hei nak,keluar lah,atau aku akan menembak mati mama mu ini"ucap pria itu mengetuk ngetuk pintu.
"Jangan haraaaap!!!"teriak Gretta mengambil pistol nya dan menembak kaki pria itu,dan langsung tersungkur ke tanah.
"Wanita bodoh!!"teriak orang itu merasakan kesakitan.
Dor.....
Ia menembak pundak Gretta,membuat darah segar langsung bersembur.
"Mama!!!"teriak benz dari dalam mobil,melihat sang mama telungkup ke tanah.
"Aku tidak akan membiar kan apa apa terjadi mama,kalau aku bersama mereka,aku tidak akan di bunuh,hanya bekerja dengan mereka saja,dan sekarang nyawa mama sedang terancam,maaf ma Benz tidak menuruti kata kata mama"ucap Benz membuka pintu mobil dan keluar.Menyerah kan diri pada pria berpistol itu.
"Jangan sentuh mama ku,aku akan ikut dengan mu"ucap Benz berdiri di depan pria itu.
"Memang benar,anak yang sangat bijak"gumam pria itu tersenyum miring,dan ingin mengangkat Benz.
"Jangan sentuh aku,aku bisa jalan sendiri"sinis Benz berjalan masuk ke dalam mobil pria yang menembak mama nya itu.
Pria itu tersenyum puas,karna menurut nya,Benz sangat mudah di ajal bekerja sama.
Dor....
Satu peluru menusuk ke leher pria itu,membuat nya diam dan menoleh ke arah belakang.
Terlihat Gretta dengan lumuran darah berdiri dengan mengacung kan pistol pada nya.
Buuk...
Pria yang menembak nya itu,terjatuh ke tanah,dengan tak bernafas lagi.
Gretta tersenyum menahan rasa sakit di tubuh nya,ia hendak berjalan ke arah Benz yang sudah turun dari mobil itu,tapi...,
Dor.....
Satu tembakan lagi menembus dada kanan Gretta.
Seketika Keheningan terjadi di sana.
Buk...
Tubuh nya yang sudah tak berdaya lagi,langsung ambruk ke tanah.
Memperlihat kan siapa yang berada belakang Gretta,seorang pria yang mengacung kan pistol.
"Mamaaaaaaa!!!!!"teriak Benz berlari ke arah Gretta.
"Mama!!!"tangis Benz memeluk tubuh sang mama yang sudah tak bergerak lagi.
"Mama!! Hiks...banguuun!!!!"teriak benz memeluk Gretta yang sudah di penuhi darah.
Ia menatap tajam ke pada orang yang baru saja menembak mama nya.
"Kau manusia ibliiissss!!!"teriak Benz dengan penuh kemarahan mengambil pistol mama nya dan menembak dada kiri orang itu,dengan perhitungan nya sendiri hingga tembakan nya tepat sasaran.
Sehingga mengakibat kan peluru itu masuk ke jantung orang itu.
"Mamaaaaa!!!"tangis Benz,ia merogoh saku nya,hendak menelfon seseorang,tapi tiba tiba seseorang menutup mulut nya dengan sapu tangan,hingga membuat Benz kecil tak sadar kan diri.
"B..e..n.."Gretta berusaha bangun meski tak berdaya lagi,nafas nya seperti tak banyak lagi.
"Gretta bangun lah,putra mu dalam bahaya!!!"
"Banguun"Gretta menyemangati diri nya sendiri,berusaha bangkit.
Ia membuka jaket nya,dan membuang nya dengan tak bertenaga.
"Aku harus kuat"ucap nya dengan suara dan tubuh bergetar.
Kemudian ia membuka baju nya hati hati,karna bekas tembakan itu sangat sakit dan perih.
Ia merobek baju nya itu,yang kebetulan kaos kaos putih,meski sudah di nodai darah.
Sehingga ia hanya memakai tantop putih,yang juga sudah bercap penuh darah,yang melekat di tubuh nya.
Ia merobek baju nya itu,dan mengikat nya di dada dan bahu nya,untuk menghentikan darah yang terus keluar.
Ia berjalan tergopoh gopoh,menuju mobil nya.
brak...
ia menutup mobil nya keras,sejenak menyandar kan tubuh nya,kemudian menghidup kan mesin mobil.
"mereka grup yang kuat,GRUP LION,aku mungkin tidak bisa melawan mereka,tapi dia pasti bisa"gumam Gretta menahan rasa sakit nya,dan segera melajukan mobil.
"mama akan menyelamat kan mu"ucap nya terus mengendari mobil,masuk ke dalam dalam hutan,hingga berhenti di sebuah gedung besar dalam hutan itu.
ia keluar dari mobil dengan tertatih tatih,masuk ke dalam gedung.
para pria yang berpakaian hitam rapi,terkejut melihat seorang perempuan bertubuh cukup tinggi berparas cantik meski berlumuran darah berjalan masuk ke markas mereka.
saat melihat dari dekat,mereka sangat terkejut dan tidak percaya,tapi sebagian mereka tidak mengenal Gretta.
mereka terdiam kaku,seolah olah mereka tidak bisa bergerak,membiar kan perempuan itu,masuk begitu saja.