
''Tuan muda Fico,menurut saya jika kita mendapat kan anak itu,kita pasti bisa menyaingi Perusahaan GOLDKING''ucap asisten Fico All.
''benar tapi anak itu sekarang sudah tidak di ketahui keberadaan nya''ucap Fico serius.
"benar,kata nya anak itu dan ibu nya sering mengganti ganti identitas''ucap asisten itu.
''ibu? heh kita akan membuat hubungan baik dulu dengan ibu nya dulu,setelah itu kita akan dengan baik baik meminta anak nya''ucap Fico.
''benar sekali tuan,saya akan mencari tau di mana keberadaan mereka dulu"ucap seketaris itu semangat.
****
"ma lihat orang yang duduk di meja sebelah sana"ucap Benz berbicara kecil.
"cih,siapa lagi yang sedang mengincar putra ku''kesal Eliz.
''mungkin kah orang orang recehan itu?'' gumam Benz curiga.
''ma orang yang tidak jauh di belakang kita juga sedang memperhatikan kita'' ucap Benz tanpa melihat ke belakang mereka.
''kita harus segera pergi dari sini''ucap Eliz cepat cepat menghabis kan makanan nya.
''tidak semuda itu ma,lihat lah orang yang berada di pintu masuk dan keluar restoran ini,seperti nya kali ini akan sedikit sulit''ucap Benz menghabis kan minuman nya.
''jadi bagaimana?''tanya Eliz khawatir.
''tidak masalah ma,kita ikut keluar dengan orang yang rame rame itu saja''ucap Benz menoleh ke arah rombongan yang akan keluar dari restoran.
*****
dua pria bejas hitam rapi itu saling bertatapan melihat sepasang ibu anak yang keluar dari restoran dengan berjalan santai,saat akan bereaksi mereka tiba tiba terkejut dan terhenti dan saling bertatapan,saat mereka menoleh kembali anak ibu itu tidak lagi di sana.
''sial,kita teralih kan''ucap pengawal berjas hitam itu.
''kita teralih kan karna wajah anak itu,bukan kah dia sangat mirip dengan tuan,aku bahkan sempat berfikir kalau itu adalah tuan''ucap pengawal yang 1 nya lagi.
''benar,aku juga begitu apa jangan jangan dia adalah putra tuan kita?''ucap mereka jadi berdiskusi.
''sudah lah fokus kembali,itu tidak mungkin istri tuan kita bahkan sudah meninggal putra dari mana lagi,kita harus menemukan bocah jenius itu''
*****
"kenapa mereka terkejut melihat kita?"tanya Benz pada Eliz.
"mama juga tidak tau"ucap Eliz berfikir.
"jangan bergerak"ucap beberapa orang yang sudah mengepung mereka.
Semua orang yang berada di sana berteriak ketakutan mereka mengira kalau itu adalah ******* semacam nya,semua orang berlarian kesana kemari,menyelamat kan diri.
"angkat tangan dan jangan coba melawan"ucap orang orang itu dengan pistol di tangan masing masing.
Eliz dan Benz mengangkat tangan.
"sial,ternyata mereka sudah merencanakan semua nya " gumam Benz.
"nanti kalau mama bilang pergi,kamu harus pergi ok"bisik Eliz menatap Benz yakin.
"tidak,kita harus pergi sama sama ma"ucap Benz dengan berbisik
"Benz mama mohon,menurut lah di situasi seperti ini,mama akan selamat"ucap Eliz dengan suara kecil.
"Kalian Berdua cepat jalan,masuk mobil!!!!!"teriak pengawal pengawal itu pada Eliz dan Benz yang menundukkan kepala.
"Tapi ma"ucap Benz.
"tidak ada tapi tapian"ucap Eliz,merogoh ke dua saku nya.
"tidak akan ma,kita akan hidup sama sama dan mati sama sama"ucap Benz dengan mata yang merah mengambil kedua pistol nya.
"mereka mungkin tidak berniat membunuh kami,karna mereka membutuh kan ku" gumam Benz
"ma sekarang!!!!!!"teriak Benz menarik pelatuk nya begitupun Eliz
dor....dor....dor...dor....dor.....dor....dor....dor...
"aaaakh!!!!"
"aaaakh!!!!"
"aaaaaakh!!!!"
teriak para pengawal itu merasakan kesakitan di kaki nya kena tembakan dari Peluru Eliz dan Benz.
semua orang menjadi heboh berteriak ketakutan.
"ma ayo!!!!"teriak Benz mengetahui semua pengawal itu sudah berjatuhan.
Saat akan berlari
Dor.....
Suara tembakan itu membuat Eliz terhenti dan menoleh ke arah Benz.
"Benzzzzz!!!!!"teriak nya histeris,dan langsung terduduk.
"kaliaaaaan!!!!!"teriak Eliz marah dan langsung menembak orang yang menembak putra nya di perut orang itu.
"Benzzzz maafin mama,"tangis Eliz menangis memeluk Benz.
Orang orang mengelilingi mereka dengan wajah yang kasihan.
"ma...,ini bukan masalah apa apa,hanya kaki Benz saja"ucap Benz membuka mata nya,dan berbicara dengan lemah dan wajah pucat.
"Benz kamu tahan sedikit mama akan,mengeluar kan peluru nya dulu"ucap Eliz memegang betis Benz dan mengeluar kan silet nya,dan sedikit merobek betis Benz yang tertembak sehingga mengeluar kan darah yang banyak membuat orang orang sekitar ngeri sekaligus kagum dengan ibu anak yang sangat pemberani itu.
Eliz mengambil peluru yang sudah masuk ke dalam betis Benz menggunakan pinset bersih.
"Sayang tahan bentar mama''ucap Eliz melihat kaki Benz yang bergetar.
setelah peluru itu di cabut,Eliz menjait kembali betis putra nya itu,dengan hati hati,membuat orang orang di sekitar mereka kembali bergiding ngeri.
setalah selesai menjait nya,Ia membersih kan darah darah nya dan membalut nya dengan perban.
Eliz langsung memeluk putra kecil nya itu dengan bahagia dan sedih.
''maafin mama,yang tidak bisa melindungi mu dengan baik nak''ucap Eliz menangis.
''mama adalah pahlawan ku,mama selalu melindungi ku dengan baik''ucap Benz membalas pelukan sang mama.
semua orang menjadi sangat terharu dan sebagian dari mereka merekam itu.
''kami semua sangat kagum dengan ketangguhan seorang ibu muda seperti mu''ucap seorang ibu ibu memeluk Eliz tiba tiba.
''makasih''ucap Eliz.