Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 62



Benz menatap tajam ke arah wanita yang bernama Viana itu.


"Mama"gumam Benz memejam kan mata nya,untuk mengontrol air mata nya agar tidak jatuh.


Terlihat Viana menahan emosi nya.


"Hei nak,asal kau bisa bekerja sama dengan ku,aku pastikan mama mu akan selamat"ucap pria pemimpin grup lion itu.


"Kau yakin,menjamin keselamatan mama ku"sinis Benz menatap tajam pria itu.


"Kau sendiri meninggal kan nya,di jalan sepi itu dengan 2 tembakkan apa kau tetap bisa menjamin keselamatan mama ku!!! Jangan coba coba membohongi ku dengan omongan busuk mu itu"ucap Benz dengan lantang.


"Cih,anak ini,kenapa dia bisa tau kalau aku meninggal kan mama nya di jalan itu,bukan kah saat itu dia pingsan"gumam pria itu berdecih.


"Kenapa melihat anak ini,seperti nya dia mirip dengan Alfian,apa benar mereka adalah ayah dan anak"gumam pria itu lagi,memperhatikan setiap garis wajah Benz.


"Padahal aku ingin sekali mencabik cabik wajah anak yang sangat mirip dengan Vian itu!!!"geram Viana,yang duduk di sofa.


"Tuan liooon!!!"teriak seseorang menerobos masuk denga ketakutan.


"Ada apa!!!?"tanya pria yang ternyata bernama Lion itu.


"Semua grup kita sudah di binasakan tak ada yang tersisa,grup King masuk kewilayah kita dengan sangat marah"jelas orang itu pada tuan nya.


"Kurang ajar!!!"geram Lion mengangkat Benz.


"Cepat kita harus pergi dari sini!!!"teriak Lion berlari menaiki tangga menuju atap,diamana helikopter mereka.


"Tunggu akuuu!!!"teriak Viana berlari mengikuti mereka.


"Pergiii lah jangan ikuti kami!!!!!"teriak Lion menendang sebuah pot sehingga mengenai kaki Viana,dan menyebab kan nya berguling dari tangga.


Viana terdiam ia menatap kepergian Laki laki yang ia anggap sebagai pelindung nya selama ini,ternyata ia salah besar.


Air mata nya menetes,ia benar benar sakit hati.


"Mereka kaburr dengan helikopter!!!"teriak anggota grup king.


"Lihat di sana ada seorang wanitaa yang masih hidup!!!"teriak mereka lagi menghampiri Viana.


Zack yang melihat wajah Viana,terkejut,namun seketika wajah nya berubah jadi datar.


"Bawa wanita ini,kita bisa tanya kemana mereka pergi"ucap Zack kepada para pengawal nya.


"Ingat bawa teman lain yang terluka"ucap Zack,meninggal kan pada para pengawal nya.


****


"Tuan"ucap Zack masuk ke ruang rawat Gretta,karna sebelum nya,Vian sudah memberi tahu ruangan Gretta.


''kami sudah membantai habis grup yang melakukan hal ini pada nona,dan grup yang melakukan hal ini adalah Grup LION''ucap Zack berhenti.


''Lion!!!!"ucap Vian,mata nya di penuhi emosi dan amarah.


''tapi kami tidak berhasil membantai Lion,mereka kabur dengan seorang anak kecil dan asisten nya,menggunakan Helikopter,dan kami tidak tau kemana mereka pergi''ucap Zack lagi.


''anak kecil?''Vian berdiri dari duduk nya,dan menarik Benz ke luar,agar tidak mengganggu istirahat Gretta.


****


''benar tuan''jawab Zack.


''anak itu pasti anak ku,bukan kah tadi istri ku mengatakan kalau dia meminta untuk menyelamat kan putra nya,yah...itu pasti anak ku''ucap Vian sangat bahagia.


''putra ku dalam bahaya''gumam Vian berubah jadi panik.


"Zack temukan mereka sekarang,dan bawa putra ku kemari,mengerti''ucap Vian menatap tajam Zack.


''mengerti tuan''ucap Zack berbicara dengan lantang.


****


"Be..nz"ucap Gretta dengan mata yang masih terpejam.


Vian yang baru masuk,kedalam ruangan itu,hingga ia tidak mendengar nama yang di panggil Gretta.


''gadis kecil,aku di sini''ucap Vian menggenggam tangan Gretta.


tapi tak ada suara lagi,mungkin Gretta kembali pingsan,atau mungkin hanya bermimpi saja barusan.


''kapan kau akan sadar,aku sangat merindukan suara mu,merindukan semua dari mu''ucap Vian memeluk tangan Gretta meletakan tangan mulus itu di wajah nya.


***


"eh,kenapa hanya kalian berdua yang pulang?Gretta sama cucu mama mana?"tanya Lia menatap ke arah pintu.


"loh bukan nya tadi mereka udah balik dulu''ucap Fico.


''apa kata mu,mereka sama sekali belum pulang''ucap Lia ia menjadi khawatir.


''mungkin hanya jalan jalan di luar''ucap papa menebak,agar istri nya tidak berfikir macam macam.


''gak mungkin pa,Gretta sama sekali gak mau keluar,dia tidak ingin orang orang melihat nya''ucap Lia memegang tangan suami nya.


''mama,tenang aja,biar Fico cari mereka''ucap Fico langsung berlari keluar rumah.


***


"kemana anda akan membawa saya?''tanya Benz pada Lion yang duduk di samping nya.


''anak kecil,kamu duduk manis saja kamu akan tau paman membawa mu kemana''ucap Lion melempar kan senyuman nya ke arah Benz.


''anak ini benar benar berbeda,meski dalam keadaan menegang kan sekalipun,ia tetap bersifat tenang,memang anak dengan iQ tinggi benar benar berbeda''gumam Lion senang karna sudah mempunyai Benz bocah Jenius di tangan nya.


"semoga mama baik baik saja"gumam Benz berdoa dalam hati,tetapi di luar ekspresi nya tetap datar.


Dor....


helikopter mereka seperti di tembak,membuat Lion menoleh ke asal tembakan itu.


ternyata itu bukan adalah tembak tali,terlihat seseorang berayun dari helikopter lain ke helikopeter milik Lion.


"cih,benar benar tidak takut mati kau"sinis Lion melihat wajah musuh terbesar nya,yang tak lain adalah Alvian FU