
Gretta menatap rumah yang dulu ia tinggali dengan Vian,di mana mereka bertengkar,dan melakukan segala hal,hingga seorang wanita datang dan menghancur kan rumah tangga mereka.
Gretta terkejut kala sebuah tangan menyentuh pundak nya.
''ayo turun''ucap Vian,tapi Gretta enggan untuk turun,ia menggenggam erat jemari nya.
Vian tersenyum menyeringai,entah apa yang ada di otak nya.
Gretta membulat kan mata nya,kala merasakan tubuh nya di angkat.
''turun kan aku!!! aku bisa jalan sendiri!!!!!"teriak Gretta memukul mukul dada bidang Vian.
tapi vian sama sekali tidak melepas kan nya,malah berjalan dengan santai nya dan wajah serius.
*****
Vian yang akan menurun kan Gretta di tempat tidur,tiba tiba berhenti.
''tidak,aku tidak mau di kamar ini''ucap Gretta berubah menjadi lesu.
Vian tersenyum ia mengerti apa yang ada di pikiran istri nya itu.
''baik lah,untuk sementara kita akan tinggal di kamar putra kita''ucap Vian keluar dari kamar lama mereka itu,ia masih setia menggendong tubuh Gretta yang memang ringan.
''kenapa kau sangat ringan begini,apa kau tidak menjaga makanan mu''tanya Vian berhenti dan menatap wajah Gretta lekat.
Gretta memaling kan wajah nya,karna tatapan Vian yang melekat pada nya.
''bukan urusan mu''ucap nya tanpa melihat wajah Vian.
Vian menghemus kan nafas pelan,dan masuk ke kamar Benz menidur kan Gretta di tempat tidur.
Gretta membulat kan mata nya,karna Vian tiba tiba berada di atas nya.
''apa yang ingin kau lakukan!!!''teriak Gretta spontan.
''ssssttt apa kau ingin Benz datang kemari dan melihat kita begini''ucap Vian tersenyum menyeringai dan semakin ingin menggoda istri nya itu.
''lalu kenapa kau di atas ku?''tanya Gretta dengan wajah yang sudah memerah.
''tentu saja ingin melakukan itu''ucap Vian ingin sekali rasa nya ia tertawa terbahak bahak,melihat wajah Gretta yang sudah sangat merah bak kepiting rebus.
''pria mesum!!!''geram Gretta mendorong Vian dengan sekuat tenaga,hingga membuat Vian ambruk di samping nya.
"kau terlihat sangat lucu kalau sedang malu begitu"ucap Vian tak berhenti menggoda Gretta.
Gretta dengan cepat membelakangi pria itu dengan sangat kesal.
"keluar,aku ingin istirahat jangan berani berani nya menggoda ku!!!"ucap Gretta tanpa menoleh.
"aku ingin menemani istri ku beristirahat apa itu salah?"tanya Vian.
"ya...tentu saja itu salah"jawab Gretta dengan gagap.
"katakan di mana salah nya?"tanya Vian menarik pinggang Gretta agar menghadap nya.
Gretta menelan salvina nya dengan tatapan nya yang tidak lepas dari wajah Vian.
"sial kenapa dia sangat tampan begini?"gumam Gretta terus menatap wajah Pria di depan nya itu.
"apa wajah ku setampan itu,sampai sampai membuat istri ku melongo begini?"ucap Vian membuat Gretta tersadar dan memaling kan wajah nya.
"jangan mengganggu ku,aku ingin istirahat"ucap Gretta mengalah,karna berdebat dengan pria itu menurut nya tak akan pernah selesai.
Vian tersenyum melihat Gretta yang sudah memejam kan mata nya,ia mengusap wajah Gretta dengan lembut dan mencium kening nya.
"kenapa kau begitu menggemas kan"gumam Vian menoel noel pipi Gretta yang masih cuby meski sudah melahir kan seorang anak.
setelah beberapa menit,ia turun dari tempat tidur membiar kan Gretta beristirahat,dan keluar dari kamar itu.
merasa Vian benar benar pergi,mata indah Gretta terbuka,dengan wajah yang merona,menyentuh kening nya yang di cium Vian.
"mungkin kah kembali bersama dengan nya keputusan yang terbaik?"gumam Gretta bertanya pada diri nya sendiri.
****
Vian turun dari mobil nya,karna sudah sampai di markas.dengan wajah datar nya ia berjalan masuk ke dalam gedung itu,dengan di sambut oleh para pengawal nya.
"di mana wanita itu!!?"tanya nya sambil memperbaiki dasi.
"di penjara bawah tanah tuan"jawab salah seorang pengawal,Vian berjalan ke tangga bawah tanah dengan beberapa pengawal nya.
****
"hiks...hiks...semua pria sama saja hanya memanfaat kan ku saja"tangis Seorang wanita dengan perasaan hancur.
ia langsung menoleh ke sumber suara kaki yang menuju tempat nya.
"Vian"ucap nya mendongak melihat pria tampan dengan wajah dingin dan datar berdiri tepat di depan nya.
"tolong jangan bunuh akuuu!!!"tangis wanita itu memeluk kaki Vian.
"lepas kan!!"ucap Vian dengan nada dingin,dan mencengkam membuat Wanita itu melepas kan kaki Vian.
"aku tidak akan membunuh mu jika kau mengataka kemana Lion akan pergi!!"tanya Vian berjongkok menyetarai wanita itu yang duduk di lantai.
"Lion!!? mereka pergi ke kota C markas besar grup Lion di sebuah hutan dalam hutan CEMARA"ucap Wanita itu dengan mata yang di penuhi amarah dan kebencian.
Vian tersenyum menyeringai.
"hutan CEMARA?markas besar!?sempurna!!"ucap Vian berdiri dengan senyuman bak iblis.
"malam ini kita hancur kan Grup Lion"ucap Vian pada para pengawal nya dan berjalan meninggal kan Wanita itu.
"VIAN"ucap wanita itu dengan suara lirih, Vian menghentikan langkah nya.
"dulu aku sudah bersalah pada mu!!membuat istri mu meninggal dan membuat mu kesepian dan kehilangan''ucap wanita itu lagi.
dukung author ya