
Zack menyerah kan Benz pada Vian,dengan perasaan sedikit tidak rela.
''putra hebat ku''ucap Vian mencium kening Benz kecil.
''sekarang istri dan putra ku sudah kembali,kehidupan ku telah kembali''gumam dan masuk dalam mobil.
Zack yang duduk di samping supir,memperhatikan Tuan nya yang selama ini tidak pernah tersenyum tapi hari ini tersenyum,membuat Zack ikut bahagia.
****
sepasanga mata indah itu terbuka lebar,dan langsung duduk,memperhatikan sekeliling nya.
"di mana ini?"tanya nya pada diri sendiri,dengan memegang dada nya yang sedikit terasa nyeri.
"kenapa aku ada di sini?"gumam Perempuan itu yang tak lain adalah Gretta.
saat ia akan turun dari tempat tidur,tiba tiba sebuah suara menghentikan nya.
"jangan bergerak sedikitpun"ucap pria itu yang tak lain Alvian FU yang berjalan dengan Cool nya dan menggendong seorang bocah tampan yang sangat mirip dengan nya.
Gretta membulat kan mata nya karna terkejut.
"Benz!!!"ucap nya senang dan langsung merebut Benz dari gendongan Vian.
"kamu tidak apa apa kan?mereka tidak melukai mu kan?"tanya Gretta tak henti henti nya memperhatikan setiap tubuh Benz,yang sekarang di pangkuan nya.
"Benz tidak apa apa ma"jawab Benz memegang dada Gretta yang tertembak.
"apa masih sakit?"tanya Benz menatap wajah sang mama.
Gretta menggeleng dan mencium rambut putra kecil nya itu,kemudian memeluk nya erat.
"terima kasih sudah menyelamat kan putra ku?"ucap Gretta yang tersadar kalau Vian berada di depan mereka.
"dia juga putra ku,sudah sepantas nya aku melakukan itu"ucap Vian santai dengan memasukkan ke dua tangan nya ke kantong nya.
Gretta melirik Vian,dengan tatapan sinis.
"maaf anda jangan berbicara sembarangan,dia adalah putra ku bukan putra mu"ucap Gretta dengan suara lantang.
Vian mengerut kan kening nya,tidak suka dengan perkataan Gretta barusan.
Benz hanya diam di pelukan sang mama,mendengar kan perdebatan papa mama nya itu.
"jangan berbicara begitu di depan anak anak"ucap Vian tegas.
"dan jangan mengaku ngaku anak orang adalah anak mu"ucap Gretta tak kalah tegas.
Vian memijit kening nya.
"Zaaack"ucap Vian dengan segera seorang pria yang berumur 32 tahun dengan wajah tampan dan tubuh tegap dan tak lupa dengan wajah datar nya yang tak lain adalah Zack asisten pribadi Alfian FU.
"Tuan muda,kita keluar dulu"ajak Zack pada Benz yang masih setia memluk Gretta.
"mau apa kaliaaan"ucap Gretta dengan suara sedikit tinggi dan mengerat kan peluk nya.
"lebih baik mereka menyelesaikan urusan nya dulu,dan aku tidak akan mengganggu"gumam Benz melepas kan pelukan Gretta dan turun Dari tempat tidur,tidak mau di gendong Zack si wajah datar.
"Benz!!!!mau di bawa kemana putra kuu!!!!"teriak Gretta ingin turun dari tempat tidur mengejar Benz,tapi Vian tiba tiba menindih nya dengan dengan kedua tangan yang sudah di pegang Vian dengan tanga kanan nya.
Vian semakin mendekat kan wajah nya ke wajah Gretta ,membuat jantung kedua nya saling bersahutan kencang.
Gretta dengan cepat memutar wajah nya,membuat Vian menjadi mencium telinga nya.
Vian tersenyum menyeringai
"kalau tidak bisa bibir mungil mu,telinga mu juga boleh"bisik Vian di telinga Gretta,membuat wajah dan telinga nya menajdi panas.
seluruh tubuh nya menjadi sangat panas,karna Vian menggigit telinga nya.
gleg....
ia menelan salvina nya,dengan nafas yang memburu.
"ini...ini benar...benar panas!!"gumam Gretta mengangkat lutut nya ingin menendang milik Vian.
tapi dengan cepat Vian menindih kedua kaki Gretta dengan tubuh nya.
"kenapa kau sangat membenci ku gadis kecil?"tanya Vian mengangkat wajah nya melihat wajah Gretta dengan tatapan memelas.
"jangan bertanya konyol pada ku"sinis Gretta langsung mendorong Vian dengan seluruh tenaga nya.
tetapi saat berhasil mendorong Vian dada nya kembali berdarah,dan pakaian Pasien itu sudah basah darah,membuat Vian menjadi panik,dan segera memanggil dokter.
dengan membaring kan Gretta di tempat tidur.
****
''bukan masalah serius tapi saya mohon,jangan terulang lagi,karna akan sulit menjait nya kembali''ucap dokter yang baru saja menjait kembali bekas tembakan di dada Gretta.
''baik lah,saya tau''ucap Vian dengan suara dingin.
''kalau begitu saya permisi tuan''ucap dokter itu,keluar dari ruangan bersama seorang perawat.
***
"apa terasa sakit?"tanya Vian duduk di samping Gretta yang berbaring.
"Di mana putra ku!!"tanya Gretta tanpa memperdulikan pertanyaan Vian.
"di rumah"jawab Vian.
Gretta langsung menatap Vian dengan wajah terkejut.
"rumah?"tanya nya,dan di anggukan oleh Vian.
''kau gila,aku akan menjemput putra ku dan kami tidak akan menganggu mu''ucap Gretta melepas kan impus di tangan nya dan ingin turun dari tempat tidur.
''jika kau berani turun dari tempat tidur,aku akan memotong kaki mu sekarang juga''ancam Vian dengan wajah serius.
Gretta mengepal tangan nya menahan emosi,ia kembali menarik kaki nya ke atas tempat tidur.
author
dukung author dengan like komen vote rate kalian