
Viana yang sudah melihat Gretta memperhatikan nya dan Vian yang sedang foto Prewedding,memeluk Vian dengan mesra,dan membenam kan wajah nya di dada Vian tersenyum manis,lalu tersenyum menyeringai ke arah Gretta.
''hik....bi asih aku gak kuat lagi''ucap Gretta menangis,dan langsung berlari sekencang kencang nya meninggal kan Bi asih.
''nona tunggu!!!!"teriak Bi Asih mengejar Gretta.
Vian yang mendengar itu langsung menoleh,dan melihat bi Asih berlari,ia menjadi khawatir dan langsung berlari,mengikuti Bi asih.
''Viaaaan!!!! Foto prewedding kita belum selesai!!!!!!''teriak Viana dengan keras dan marah,tapi Vian sama sekali tidak menghiraukan nya.
''Bi asih!!!''teriak Vian,dan langsung bi asih berhenti.
''Tuan!!! nona berlari ke arah sana karna melihat Foto prewedding Tuan dan Perempuan itu''ucap Bi asih berbicara terburu buru,sebelum Bi asih selesai menjelas kan Vian langsung berlari ke arah Sungai yang dekat dengan Taman itu,pikiran nya sudah kacau ia khawatir sudah terjadi sesuatu pada Gretta.
''ku mohon jangan melakukan hal yang aneh aneh'' gumam Vian terus berlari.
*****
"Lakukan segera rencana nyaaa!!"geram Viana berbicara dengan seseorang di balik telfon,dan langsung memtus kan sambungan.
"Kali ini rencana tidak boleh gagal,perempuan ja**ng itu harus tersingkir kan sekarang juga''ucap Viana menghentakan kaki nya karna marah.
****
Gretta langsung menghentikan langkah nya,melihat jalan sudah buntu,tepat di depan nya sebuah sungai yang sangat curam,hanya 1 langkah lagi ia langsung terjatung ke sungai yang dalam dan curam itu.
Gretta menghapus air mata nya,melihat ke bawah tiba tiba saja kepala nya pusing dan dengan cepat ia mundur.
''Gretta!!!!!!"Teriak Vian melihat hal itu.
Gretta yang mendengar suara Vian,dengan hati hati berbalik melihat Vian yang berdiri tidak jauh dari nya.
"kemari lah,"ucap Vian tak karuan.
"kenapa kau kemari hik...urus saja calon istri muuu''teriak Gretta terisak.
''aku sudah lelah!!! aku menyerah!!!! aku capeeek!!! biar kan aku pergi dengan tenang!!!''tangis Gretta tersedu sedu.
''maaf kan aku...,aku benar benar tidak mempunyai niat untuk menikahi nya...kemari lah aku berjanji apa pun masalah nya nanti aku akan membatal kan pernikahan ini!!! hidup bahagia bersama calon anak kita ku mohon"ucap Vian berusaha tenang,dan melangkah kan kaki nya1 kali.
Gretta menggeleng kan kepala nya terus menangis.
''nona ku mohon jangan melompat''tangis bi asih yang melihat hal itu,ia langsung bersimpuh memohon agar Gretta tidak melompat.
Gretta mundur selangkah,dengan menghapus air mata nya.
''aku lelah tuhan,ku mohon ijin kan aku tenang''gumam Gretta memejam kan mata nya.dan melangkah kan kaki nya ke belakang sekali lagi.
Melihat hal itu Vian semakin takut dan tak karuan,air mata nya tak sanggup di bendung,nya.
"jangan"gumam Vian.
"Fiuh...ternyata tidak perlu melakukan apa pun,semua nya telah di lakukan perempuan ja**ng itu sendiri,lompat lah sana"gumam Viana yang tidak jauh di belakang Vian.
"Grettaaa!!!!!"teriak Vian langsung berlari ke arah jurang sungai itu sekencang mungkin.
"nonaaaa!!!!!"teriak Bi asih histeris dengan air mata nya yang sudah membasahi wajah nya.
tap.....
Gretta merasakan seseorang memegang tangan nya dengan erat dan menarik nya,ia dengan berani membuka mata nya,sontak ia terkejut melihat Vian yang memegang tangan nya.
"hik...kau"tangis Gretta melihat Vian yang sangat berusaha menarik tangan nya.
yang menggantung di tangan Vian,seperti berhenti di udara.
"lepas kan aku,biar kan aku pergii ku mohon"ucap Gretta yang menggantung di tangan Vian,seperti berhenti di udara.
"Tidak aku tidak bisa"ucap Vian menangis.
"aku tidak boleh menarik pria yang ku cintai,bersama ku dengan mati tragis,masih banyak yang belum dia kejar, dan dia masih di perlukan negara dan banyak orang" gumam Gretta.
"Aku bukan perempuan yang baik pada mu,aku hanya berharap kau bahagia selalu,meski bersama perempuan lain,jangan menangisi kepergian ku,aku mencintai mu,aku sangat mencintai muu,aku ingin kau bahagia selalu dan menemukan perempuan yang tepat untuk mu!! maaf aku membawa anak kita,aku tidak ingin dia menderita,semoga di kehidupan selanjut nya kita di pertemukan dengan keadaan yang indah"ucap Gretta tersenyum terakhir dan kali nya melepas kan tangan Vian yang memegang tangan nya erat.
"Tidaaaaak!!!!! Grettaaaaa!!!"tangis Vian histeris,ia benar benar hancur.
"Aku mencintai mu!!!"teriak Gretta sebelum sungai itu menelan nya sampai tak terlihat lagi.
Vian semakin hancur melihat semua itu,ia ingin ikut melompat tapi Beberapa orang sudah memegang nya dari belakang.
dengan cepat banyak TIMSAR yang turun ke sungai itu menggunakan tali,dan masuk ke sungai yang dalam itu.
****
"yey,akhir nya mati juga"ucap Viana menjatuh kan tubuh nya di tempat tidur dengan senang nya.
"dan semua harta keluarga FU akan menjadi milik ku,termasuk hati Vi ku,bahagia sekaliii"ucap Viana berguling guling di tempat tidur.
****
prang....
gelas yang di pegang Lia tiba tiba terjatuh yang berisi kopi panas.
"ma!! ada apa? apa tangan mu tidak apa apa?"tanya sang papa khawtir.
"pa,perasaan ku tiba tiba tidak enak"ucap Lia berbicara dengan tatapan kosong.
"Putri kita pa"ucap Lia tiba tiba menangis.
"mama tenang dulu,papa coba telfon Gretta dulu"ucap papa berubah menjadi khawatir.
karna tidak aktif mereka memutus kan untuk ke kediaman Vian dan Gretta.