
Buk....vian menjatuh kan Gretta ke kasur,dan segera Gretta duduk.
''om maaf,aku belum siap''ucap Gretta memohon.
tak...Vian menjitak dahi Gretta.
''paan sih sakit''ucap Gretta memegangi dahi nya.
''kau berfikir terlalu panjang,sekarang pijat aku''ucap Vian membuka baju nya menampakkan tubuh atletis Vian yang mulus dan putih.
Gretta menelan salvina nya terus memperhatikan perut Vian yang begitu indah.
cukup lama Gretta memijat punggung,sampai membuat Vian tertidur.
melihat Vian tidur Gretta yang dari tadi tidak tahan untuk menyentuh perut sispak Vian langsung membalikkan Tubuh Vian memegangi perut sispak yang indah berotot.
Sampai ia tertidur ia terus menyentuh perut Vian.
Vian yang ternyata pura pura tidur dari tadi tersenyum,ia merasa geli akan sentuhan Gretta terhadap perut nya,ia membuka mata dan melihat Gretta yang tertidur pulas di samping nya.
Vian menyisir rambut Gretta yang menutupi wajah nya,memperhatikan setiap inci.
Tangan nya masuk ke dalam baju Gretta menyentuh perut rata nan mulus istri kecil nya itu.
''Rata sekali,kapan aku akan menanam benih ku di sini''tanya Vian pada Gretta yang tertidur pulas.
***
Pagi hari Gretta membuka mata nya melihat Vian yang sudah rapi,ia langsung bangkit karna teringat sesuatu.
''om tunggu''ucap Gretta merebut dasi Yang akan di kenakan Vian,membuat Sang empunya dasi mengerut kan kening nya.
''aku sering liat mama yang memakai kan dasi pada papa,jadi karna kita suami istri,aku yang akan memakai kan dasi om mulai sekarang''ucap Gretta menarik tangan Vian.
Gretta naik ke sofa dan memakai kan dasi di leher Vian,ia membuat nya serapi mungkin.
"sudah selesai"ucap Gretta setelah selesai memasang kan dasi nya,dan turun dari sofa,dan membuka lemari,ia tampak mengambil jas berwarna hitam,Vian melipat tangan nya di depan dada memperhatikan Gretta yang begitu semangat.
Gretta kembali berlari ke arah Vian dan naik ke sofa,memakaikan jas hitam yang ia ambil sehingga senada dengan kemaja putih Vian.
''selesai''ucap Gretta senang dengan karya nya merias suami ke kantor.
''belum selesai''sanggah Vian yang dari tadi menahan kegemasan nya pada istri kecil nya itu.
Gretta menggaruk kepala nya berfikir apa lagi yang kurang,tiba tiba ia mendapat kan apa lagi yang kurang.
Cup...
Gretta mencium kening suami nya dengan wajah yang memerah.
Vian langsung menarik pinggang Gretta dan mengangkat tubuh Kecil nya itu.
''lepas kan aku''ucap Gretta yang kaget.
''tidak mau,aku mau membawa mu ke perusahan''ucap Vian tanpa melepas kan Gretta berjalan keluar kamar.
''tidak bisa!!!!''
''kenapa tidak bisa?''tanya Vian berhenti.
''karna aku belum berganti pakaian''ucap Gretta dengan nada rendah karna Vian mendekat kan wajah nya ke wajah milik nya.
''tidak perlu,karna aku lebih suka melihat gadis kecil ku ini berpakaian tidur''bantah Vian terus mengangkat Gretta menuruni tangga.
''astaga apa pria ini bermasalah'' Gumam Gretta.
"Tidak,pokok nya aku tidak mau pakai baju tidur ke perusahan mu"ucap Gretta marah.
***
Gretta memakai pakaian biasa dan menguncir rambut nya ke atas,membuat nya nampak sangat cantik.
****
Mobil berhenti di perusahan GOLDKING membuat Gretta takjun.
''bukan kah ini perusahan besar yang sangat terkenal itu,apa om ini bekerja di sini wow keren sekali'' Gumam Gretta,turun dari mobil,dengan tangan nya yang di gandeng Vian masuk ke perusahan.
"Apa pemilik perusahan ini tidak akan marah,karyawan membawa istri nya ke kantor?"Tanya Gretta menggegam erat tangan Vian.
Vian yang mendengar itu ingin tertawa.
"dia akan marah jika,istri karyawan seperti kau ini tidak menurut pada suami"Ucap Vian membuat Gretta heran dan bingung.
"Benar kah seperti itu,aneh sekali"ucap Gretta kecil.
Setelah mereka masuk ke perusahan semua karyawan berdiri dan membungkuk memberi hormat.
Vian yang melihat Gretta heran memeluk pinggang nya,membuat semua karyawan perempuan iri karna Vian merangkul nya mesra.
"itu pasti istri CEO kita,lucu dan manis sekali"ucap karyawan laki laki gemas melihat wajah cuby Gretta.
"Ia beruntung sekali mendapat kan istri kecil yang imut seperti nona CEO kita"ucap mereka lagi melihat Gretta yang lucu,sebenar nya Gretta sedang heran sehingga menampil kan raut wajah yang menurut mereka lucu.
Vian yang melihat karyawan pria memperhatikan istri nya menatap tajam pada mereka.
"kenapa mereka memberi hormat seperti itu?''tanya Gretta saat mereka sudah dalam lift.
''mungkin karna aku tampan''ucap Vian dengan pede nya,membuat Gretta menatap nya malas.
***
Vian berjalan menuju RUANG CEO,Gretta berlari kecil menyetarai langkah Vian.
''Tunggu sebentar kenapa kita masuk ke ruang CEO?''tanya Gretta menarik lengan Vian yang akan masuk.
Vian menghembus kan nafas kasar,kedua pengawal nya yang ada di sana membuka pintu,Segera Vian masuk dan duduk di kursi kebesaran nya kursi CEO.
''karna suami mu ini adalah CEO di sini istri kecil ku yang menggemas kan''ucap Vian menarik tangan Gretta,sehingga membuat Gretta duduk di pangkuan nya.
''Kau CEO di sini?''tanya Gretta tidak percaya.
cup....
vian men*ium bibir cerewet Gretta yang dari tadi tidak berhenti bertanya.
Gretta mendorong tubuh Vian dengan kesal.
"bisa kah kau,jangan selalu mencari kesempatan,dasar om om mesum"kesal Gretta dengan jengkel nya ia memberantaki rambut Vian,dan turun dari pangkuan Vian,duduk di sofa ruangan itu.
Vian menggeleng kan kepala nya,membiar kan rambut nya berantakan,dan mulai fokus dengan berkas berkas yang perlu ia tandatangani.
"ternyata benar kata orang,kalau pria sedang fokus bekerja benar benar tampan"Gumam Gretta memandangi wajah Vian yang begitu serius bekerja.
LIKE KOMEN NYA DONG🙏
KALAU KALIAN BERBAIK HATI SHARE VOTE YA DAN KASIH TIP🤓🙃🙏
MAKASIH UDAH BACA KARYA KU,JANGAN LUPA IKUTI TERUS,NANTI DI USAHAKAN BUAT NOVEL INI TAMBAH SERU,SEKALI LAGI TERIMA KASIH BANYAK TEMAN TEMAN