
ciiiiit...
Gretta langsung menginjak rem nya karna mobil yang mereka ikuti tiba tiba berhenti.
ia langsung memaki topeng nya,dan keluar tanpa menunggu ling.
"keluar!!!!"teriak nya memukul mukul kaca mobil itu.
Zack keluar dengan tangan kosong.
"wanita"gumam Zack memperhatikan lekukan tubuh perempuan berpakaian ninja itu.
"apa yang kau lihat"sinis Gretta menarik pelatuk nya,bersiap siap untuk menembak kelapa Zack.
"bukan kah ini...." gumam Gretta terkejut dengan tebakan nya sendiri.
"benar,ini adalah Zack,pengikut setia Alvian,arti nya Benz ada di pada mereka,tidak bisa,aku tidak akan membiar kan nya"ucap Gretta dalam hati.
"hei,nona kita bisa bicara baik baik,apa yang anda mau"ucap Zack tanpa sedikt rasa takut,meski pistol sudah berada di kepala nya.
"saya tidak punya waktu berbicara baik baik,dengan mu,serah kan anak dalam mobil itu sekarang juga"ucap Gretta tanpa melepas kan pistol nya dari kepala Zack.
"baik lah,jika nona tidak bisa bekerja sama,ter...."Zack menghentikan gerakan nya karna terkejut dengan ancaman perempuan di depan nya.
"jika kau bergerak atau melawan,aku akan meledakan mobil ini"ancam Gretta memegang sebuah bom di tangan sebelah kiri nya.
"ternyata perkiraan nya bagus juga" gumam Zack tersenyum sinis.
brak.....
Tiba tiba Pintu mobil terbuka,membuat Gretta yang memang tepat di depan,terkena pintu membuat nya tersungkur ke tanah dengan keras,dengan pistol nya yang melompat jauh.
"sial" gumam nya ingin mengambil kembali pistol nya.
tapi Vian langsung menarik tangan nya dengan keras membuat nya langsung berdiri dengan lengan nya yang sakit,karna cengkraman Vian.
"siapa kau!! apa kau cari mati dengan ku"decih Vian dengan wajah yang tidak suka,menatap wajah di balik topeng itu.
air mata Gretta menetes,melihat pria di depan nya sekarang,menatap nya dengan tajam.
Vian mengerut kan kening nya,melihat mata perempuan di genggaman nya itu memerah bahkan mengeluar kan air mata.
seluruh tubuh Gretta memang terutupi hanya mata dan mulut saja yang terlihat.
"mam..."Benz yang ingin berteriak memanggil mama,tiba tiba mulut nya di tutup,dan ia merasakan tubuh nya di angkat.
"kenapa hati kembali nyeri dan sakit begini" gumam Gretta menangis.
"apa motif mu,mengingin kan putra ku!!!?"ucap Vian dengan tegas dan mata yang tajam.
"putra?"gumam Gretta terkejut.
buk....
ia menendang perut Vian dengan keras,dan membuang BOOM asap,dan langsung berlari
"sial,Zack tangakap wanita itu!!!!"teriak Vian berusaha berlari dari boom asap itu.
"Tuan asap nya terlalu tebal!!!!"teriak Zack yang bahkan tidak bisa melihat Vian.
****
"mama!!!!"teriak Benz langsung memeluk Gretta saat sudah dalam mobil.
"putra ku"tangis Bahagia Gretta memeluk erat Benz rasa bahagia menyelimuti hati nya saat ini.
Ling yang melihat hal itu ikut bahagia,ia melajukan mobil.
"apa kau baik baik saja? apa mereka menyakiti mu? apa yang merka ingin kan?"tanya Gretta henti henti nya memegang setiap inci tubuh putra nya.
"ma,aku tau dia adalah papa ku"ucap benz membuat Gretta berhenti karna terkejut.
begitupun Ling,ia rem mendadak karna tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
"ia kan ma"ucap Benz lagi
"Tidak!!! dia bukan papa mu!!!!!"teriak gretta.
"mama borbong"ucap Benz datar namun menekan.
"Benz dengar kan mama,dia bukan P..A..P..A mu,mengerti!!!Pokok nya mama,tidak mengijin kan kamu lagi,bertemu dengan pria itu"ucap Gretta terbawa emosi.
"Mama egois,mama hanya memikir kan kebahagiaan mama sendiri,mama tidak tau,kalau Benz butuh keluarga yang lengkap,Benz selalu bersifat dewasa bukan berarti Benz tidak sedih tidak mempunyai papa,Tinggal bersama papa jauh lebih aman ma untuk kita,kenapa mama tidak mencoba kembali bersama papa"acap Benz lirih dengan berbicara panjang lebar.
Gretta terkejut untuk pertama kali nya,ia mendengar Benz berbicara panjang lebar,dengan suara yang lirih,padahal setau nya Benz adalah anak yang tidak pernah menangis.
"cukup Benz,mama benar benar kecewa,kamu lebih memikir kan pria itu,dari pada mama mu sendiri,mama tau dia mempunyai segala nya,oke kalau kamu mau tinggal dengan nya,mama akan ijinin,dan jangan harap bertemu dengan mama lagi,mama akan pergi besok"Ucap Gretta dengan cucuran air mata,hati nya sakit mendengar putra nya mengatakan kalau diri nya hanya memikir kan kebahagian nya sendiri,padahal ia sendiri tidak bahagia,ia mati matian untuk membahagiakan Benz,hanya Benz lah sumber kebahagian nya.
Benz terdiam,ia benar benar tidak bermaksud menyakiti hati sang mama.
saat memasuki gerbang,rumah mewah,Gretta langsung turun dari mobil tapi sebelum itu,
"Ling,antar dia ke rumah Alvian FU"Ucap nya tidak sanggup untuk berbicara lagi.
"tapi nona.."ucap Ling terhenti.
"dia bukan putra ku lagi"ucap Gretta,membuat Benz terkejut dan merasa bersalah.
Gretta berlari masuk ke rumah