Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 66



''maaf tuan,tuan muda memaksa kemari karna khawatir dengan keadaan nona''ucap Zack menjelas kan takut tuan nya akan marah karna sudah menggangu tuan dan nona nya itu.


''aku tau,pergi lah ke perusahaan hari ini semua nya ku serah kan pada mu''ucap Vian tanpa peduli denga ucapan Zack.


Zack bernafas lega dengan megelus dada nya.


''syukur lah tuan tidak marah pada ku'' gumam Zack.


"baik tuan,saya akan melaksakan nya dengan sebaik mungkin"ucap Zack sebelum keluar dari ruangan nona nya itu.


Vian menoleh ke arah Benz yang sangt serius dengan gawai nya.


"apa begitu menyenang kan bermain gawai"tanya Vian langsung merebut gawai dari tangan Benz,membuat bocah itu menatap nya dengan tatapan malas.


"anak kecil harus rajin belajar bukan nya,bermain gawai seperti ini terus"ucap Vian dengan suara tegas,kemudian melihat ke layar apa yang membuat putra nya itu sangat serius bermain gawai.


ia terkejut melihat apa yang berada di dalam gawai itu,dan semakin mendekat kan mata nya ke layar itu.


"pembuatan aplikasi? putra ku membuat aplikasi"gumam Vian menatap serius ke layar gawai itu.


"seperti nya gadis kecil itu mengajari putra ku dengan sangat baik,dan tentu saja karna gen papa nya yang hebat dan cerdas"gumam Vian dengan sombong.


"sudah puas,aku bukan anak kecil yang suka bermain main"ucap Benz dengan nada dingin berdiri di sofa merebut Kembali gawai nya dari tangan sang papa.


"selama ini kalian sudah menderita,karna orang orang yang mengejar kalian"gumam Vian menatap putra nya yang kembali fokus dengan gawai nya,dengan senyum lesu rasa bersalah.


Gretta yang keluar dari toilet,tanpa sengaja melihat hal itu.


"kenapa dengan senyum lesu nya itu,apa dia kecewa karna kami masih hidup,dan merasa terancam dengan keberadaan istri dan putra nya itu"gumam Gretta mengepal tangan nya.


Vian menoleh ke arah Gretta yang berdiri di ambang pintu toilet.


"tahan Gretta,kamu tidak punya perasaan apa apa lagi pada nya,biar kan saja dia bersama wanita mana pun,itu bukan urudan mu,kamu tidak mencintai nya lagi"gumam Gretta mengingat kan diri nya sendiri.


"gadis kecil"suara itu membuat Gretta tersadar kalau Vian berada di depan nya.


"ada apa dengan mu?"tanya Vian.


"bukan urusan mu,urus saja urusan mu sendiri"ucap Gretta menatap tajam Vian dan mendorong nya agar tidak menghalangi jalan.


"Benz kita pulang,omma sama oppa pasti sedang menghawatir kan kita"ucap Gretta ingin menggendong Benz,tapi Benz menolak nya.


"tidak ma,aku akan jalan sendiri,mama belum benar benar sembuh"ucap benz mematikan Gawai nya dan memegang tangan sang mama.


"jadi selama ini keluarga All menyembunyikan Gretta dari ku,berani sekali mereka"geram Vian mengepal tangan nya.


"berhenti,biar aku yang mengantar kan kalian"ucap Vian dengan suara dingin dan tegas.


"ti.."saat Gretta akan menolak Vian dengan cepat memotong nya.


"tidak ada penolakan,atau aku tidak akan membiar kan kalian pergi"ucap Vian dengan nada yang tidak bisa di bantah,membuat Gretta menarik nafas panjang menahan emosi nya.


****


"sebenar nya apa yang dulu terjadi sampai samapi membuat mama begitu benci dan marah sama papa,sampai sampai tidak mau kembali bersama papa?"tanya benz pada diri nya sendiri bingung.


****


mobil Berhenti di depan gerbang kediaman Keluarga All.


sang penjaga gerbang yang melihat nona nya berada dalam mobil itu,membuk gerbang mempersilah kan mobil Vian masuk.


Gretta turun dari dalam mobil,dengan Vian yang sudah menggendong Benz.


Lia yang melihat Gretta dan cucu nya dari balkon kamar nya,langsung berlari keluar dari kamar.


****


kreeek....


pintu terbuka lebar,membuar Fico dan Candra langsung berdiri tegap.


"putriiii ku!!!!"teriak Lia yang masih berlari,dan langsung memeluk Gretta.


"kenapa mata mama sembab begini?"tanya Gretta.


"mama khawatir kalian kenap napa karna tidak pulang pulang"ucap Lia yang menangis.


"Gretta hanya berjalan jalan saja ma"ucap Gretta berbohong.


"Gretta kenapa kau membawa masuk pria ini ke kediaman All!!!"ucap Fico dengan suara yang tinggi.


Vian membalas tatapan tajam dari Fico,dengan tatapan yang lebih tajam bak elang.


"itu...."ucap Gretta gagap.


"paman,papa yang sudah menyelamat kan Benz dari orang orang yang ingin menculik Benz,dan juga menyelamat kan mama,yang di tembak oleh orang orang Penculik itu"ucap Benz menjelas kan,ia bisa melihat paman dan papa nya itu bermusuhan.


"di tembak!!!?di culik!!!?"ucap Ketiga orang itu terkejut dan langsung menoleh ke Gretta.


"benar kah itu!!?"tanya Fico meminta penjelasan dari Gretta.


Gretta menarik nafas panjang.


"benar,saat perjalan pulang dari perusahaan itu,2 mobil penculik itu terus mengikuti kami,hingga terjadi pertarungan,dan tembakan,dan saat Gretta sudah kehilangan kesadaran mereka membawa Benz"ucap Gretta menjelas kan nya singkat.


"lalu bagaimana keadaan mu sekarang?"tanya lia.


"Gretta sudah baik baik saja ma,dan itu juga karna Pria ini yang sudah menyelamat kan kami"ucap Gretta dengan malas.


author


dukung author dengan like komen vote rate kalian