Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
65



''siapa kau yang berani berani nya mengancam ku?''sinis Gretta.


''aku adalah suami mu mengerti,apa kau lupa,kita belum bercerai''ucap Vian mendekat kan wajah nya dengan wajah Gretta.


''cih''decih Gretta dan kembali membaring kan tubuh nya dengan membelakang Vian yang memang duduk di sisi tempat tidur nya.


Vian menahan diri untuk mencubit wajah Gretta,yang sangat menggemas kan ketika cemberut atau sedang kesal.


Gretta membulat kan mata nya,merasakan sebuah tangan melingkar di perut rata nya,dan merasakan Vian mengendus ngendus punggung nya.


''lepas kan aku''ucap Gretta menahan rasa geli.


''aku merindukan mu''ucap Vian berhenti dan membenam kan wajah nya di punggung Gretta.


''lepas kan aku atau aku akan memukul mu''geram Gretta dengan kelakukan kekanak kanakan pria yang berada di belakang nya itu.


bukan nya melepas kan Gretta,ia malah menarik Gretta agar menghadap diri nya.


Gretta terdiam kaku kala wajah nya sudah berada di dada bidang Vian yang masih memakai jas,aroma tubuh Vian yang membuat nya selama ini rindu,membuat hati nya seperti bergetar.


''tidur lah''ucap Vian memeluk Gretta semakin membeman kan Gretta di pelukan nya.


Gretta mengalah,dan tertidur di pelukan Vian,karna ia memang sangat lelah dan merasa sedikit sakit.


Vian tersenyum mengetahui Gretta berhenti memberontak.


''jika kau masih memberi 1 kesempatan lagi,aku akan memperbaiki diri ku dan membahagiakan kalian''ucap Vian mengangkat tangan Gretta dan meletakkan di pinggang nya dan ikut tertidur.


****


"bagaimana sekarang,cepat laporkan ke polisi"ucap Lia memegan lengan putra nya.


"ma,tenang lah,mereka pasti baik baik saja"ucap Fico menenang kan sang mama.


"bagimana bisa mama tenang,sedang kan mereka belum di temukan!!!!"ucap Lia tersedu.


"ma bawahan ku sudah melacak keberadaan mereka,sebentar lagi mereka akan menemukan nya"ucap Fico lagi.


****


"Tuan muda,kenapa anda belum tidur"tanya Zack yang melihat Benz keluar dari kamar.


"aku tidak bisa tidur,aku takut mama akan di apa apain papa"ucap Benz dengan wajah serius nya.


membuat Zack menggaruk kepala nya.


"tenang lah tuan muda,tuan besar tidak akan menyakiti nona"ucap Zack.


"kau yakin"tanya Benz menatap tajam Pria di depan nya itu.


"saya yakin tuan muda"jawab zack serius.


"Baik lah aku akan tidur"ucap Benz menguap kecil dan menutup pintu kamar nya,yang sudah di siapkan pelayan.


Zack merasa lucu,dengan Tuan muda nya itu,dengan kata yakin,dia langsung yakin dan tenang,Zack menggeleng kan kepala nya dan tersenyum,dan masuk ke kamar nya juga,yang memang berada di samping kamar Benz


***


pagi hari


ia langsung menutup mulut nya kala melihat mama papa nya masih tertidur pulas dengan berpelukan.


"tuan muda,apa anda akan mengganggu mereka?"tanya Zack sedikit membungkuk.


"aku tidak akan mengganggu mereka"ucap Benz berbicara pelan dan perlahan Menuju sofa yang agak berdekatan dengan tempat tidur Gretta.


"kemari lah"ajak Benz pada Zack yang masih berdiri di ambang pintu.


"tapi tuan muda"ucap Zack di potong oleh Benz.


"kemari dan duduk lah"ucap Benz lagi menatap Zack dengan tatapan yang tak bisa di bantah.


Zack dengan langkah pelan duduk di samping Benz.


"tuan muda,bagimana kalau kita tunggu di luar saja?"usul Zack,tapi Benz menggeleng dan fokus pada gawai nya.


"diam dan duduk lah bagus"ucap Benz tanpa menoleh ke arah Zack.


"anak dan papa sama saja,sama sam keras kepala dan tidak bisa di bantah"gumam Zack menghembus kan nafas perlahan.


Gretta mengerjap ngerjap kan mata nya,yang masih terasa berat,ia ingin bergerak tapi tangan seseorang masih memeluk nya dengan erat.


ia melepas kan tangan Vian dari pinggang nya,dan terduduk ingin ke toilet,tapi mata nya melebar melihat putra nya duduk dengan menatap nya.


"morning ma"ucap Benz tersenyum pada Gretta.


"morning too sayang"jawab Gretta dengan senyuman yang di paksakan.


"benar benar memalukan"gumam Gretta.


"itu,mama mau ketoilet"ucap Gretta ingin turun dari tempat tidur,tapi sebuah tangan menghentikan nya.


"mau kemana?"tanya Pria tampan yang tidur di samping Gretta,yang masih memejam kan mata nya.


Gretta berusaha melepas kan tangan Vian,tapi Vian sama sekali tidak melepas kan nya.


Benz dan Zack duduk dengan tegap,memperhatikan keadaan yang menurut mereka romantis.


"orang ini benar benar tidak tau malu"kesal Gretta.


"lepas kan aku"ucap Gretta dengan telinga yang sudah panas.


"kau yakin kau bisa berjalan"tanya Vian membuka mata nya dan duduk di samping Gretta.


Saat Benz dan Zack datang sebenar nya Vian sudah terbangun,hanya saja ia tidak ingin bangun,dan terus memeluk istri nya itu.


"boleh kah lepas kan aku,aku bisa jalan sendiri"ucap Gretta kecil dan menghempas kan tangan Vian kasar,dan langsung saja ia pergi ke toilet.


****


"bisa bisa nya,dia bersifat seperti itu di depan putra ku dan asisten ny"gerutu Gretta saat berada di toilet.


author


dukung author dengan like komen Vote dan rate kalian terima kasih