Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 49



"Nona,kemana kita akan mencari tuan"tanya Seketaris Eliz saat turun dari pesawat.


"Aku kembali,aku hanya berharap tidak bertemu dengan nya lagi"doa Eliz dalam hati.


"Nona"ucap seketaris itu,karna tak ada jawaban Dari Eliz.


"I..ia"jawab Eliz buru buru menghapus air mata nya.


"Apa nona baik baik saja,kalau sedang tidak enak badan,lebih baik nona istirahat saja,biar kan kami yang mencari tuan"ucap seketaris itu.


"Tidak,aku ikut mencari nya"ucap Eliz.


***


"Eh ternyata sudah dalam mobil"gumam Benz bangun dari tidur nya.


"Sudah bangun"ucap Vian.


"Kenapa paman,tidak membangun kan ku tadi"tanya Benz,membuka jendela mobil,sedikit mengeluar kan kepala nya,ingin merasakan angin sejuk di kota london.


"Biasa nya aku dan mama,setiap hari akan selalu berjaga jaga,tidak pernah tenang,meski bersama orang ini,aku memang tenang,tapi aku sangat membenci nya,aku lebih ingin bersama mama"gumam Benz sedih.


"Mama aku merindukan mu"ucap Benz tanpa sadar mengeluar kan suara.


Vian terdiam mendengar itu,wajar anak sekecil dia sedih kehilangan orang tau,bahkan orang besar pun akan sangat sedih,gumam Vian.


"Mama"gumam Benz tertegun melihat seorang wanita yang berada dalam mobil lain,di ujung sana.


karna tidak percaya,Benz mengusap mata nya,dan kembali melihat wanita di mobil seberang sana.


Tapi nihil,tak ada lagi mobil di sana.


Seketika Benz kembali sedih,


"Mungkin kah aku,hanya salah lihat"gumam Benz murung.


****


"ke jalan xxx pak"ucap Eliz pada supir taxi itu.


"nona tempat apa itu?"tanya seketaris itu.


"itu adalah tempat kakek ku"ucap Eliz.


"kakek? apa nona mempunyai keluarga di sini? atau jangan jangan sebenar nya kota ini adalah asal nona" gumam Seketaris itu membuat diri nya sendiri terkejut.


****


Eliz duduk di depan sebuah makam,dengan membawa keranjang bunga.


ia langsung memeluk makam kakek nya dengan air mata yang bercucuran.


seketaris Ling yang berdiri di belakang Eliz,menampak kan wajah datar.


''kakek,Gretta pulang,Gretta sedang mencari cicit kakek,maaf aku tidak bisa menjaga nya dengan baik kakek''tangis Eliz.


''nona,''ucap ling terhenti,kala tangan Eliz memberi nya kode untuk diam.


seketika suasana menjadi hening.


''nak siapa kamu,kenapa kamu berada di makam ayah saya?''tanya seorang wanita dengan suara sedikit tua.


Seketika jantung Eliz berdegup kencang,ia semakin menangis tanpa suara.


''mama'' gumam nya,ingin sekali ia berbalik dan memeluk perempuan yang sekarang berdiri di belakang nya,tapi ia tidak mempunyai keberanian itu.


"nak"ucap seorang pria lagi dari arah belakang Eliz.


"papa"ucap Eliz tanpa di sadari suara nya keluar.


kedua orang tua itu tertegun dengan suara itu,mereka saling berpandangan.


"sa...sa..saya salah makam"ucap Eliz terbata bata,dan segera berdiri tanpa menoleh dan memperlihat kan wajah nya ke arah dua orang tua itu.


"kenapa bisa di saat yang bersamaan begini,papa mama berjarah" gumam Eliz dengan cepat berjalan melewati kedua orang tua itu.


Ling hendak berjalan mengikuti nona nya.


tiba tiba tangan Eliz di di pegang oleh orang tua itu.


"siapa kamu nak?"tanya orang tua itu lagi.


"mama memegang tangan ku,aku sangat merindukan kalian tapi aku tidak sanggup ma pa hiks" tangis Eliz berhenti.


"apa mereka akan marah kalau melihat ku?" gumam nya tak kuasa menahan rindu di hati nya.


"mama"ucap Eliz lirih tanpa menoleh.


Wanita sedikit keriput itu menetes kan air mata nya,mendengar suara Eliz,ia kembali mengingat putri nya Gretta.


"mama aku merindukan kalian!!!!"tangis Eliz dengan cepat berbalik dan langsung memeluk sang mama dengan erat.


deg....


jantung Lia terasa berhenti,ia terdiam karna tak percaya apa yang terjadi saat ini.


"maafin Gretta maaaa hiks"tangis Eliz terus memeluk erat Lia.


"Gretta?!"tanya Lia pada suami nya candra yang berdiri di samping nya sama seperti diri nya tak yakin.


Candra mengangguk pelan.


"Putri kuuuuuu!!!"tangis Lia histeris kaki nya seperti lemas membuat nya ambruk dengan erat memeluk Gretta.


"putri ku masih hiduuup"tangis Lia mencium rambut Gretta dengan wajah yang sudah basah.


"pa putri kita"ucap Lia menatap Suami nya dengan mata berlinang.


Candra berjongkok menghapus air mata bahagia nya,langsung memeluk putri nya yang ia kira sudah tiada.


"ini benar benar mengharukan,ternyata benar nona berasal dari negara ini?" gumam Ling menghapus air mata nya yang ikut menetes melihat hal itu.


''nak kenapa kau pergi,kenapa kau meninggal kan kami ha?"tanya Lia dengan suara lirih memegang wajah basah Eliz.


"ma,maafin Gretta,Gretta tidak bermaksud meninggal kan kalian''ucap Eliz menatap sendu.


''ayo kita pulang sayang,mama tidak akan membiar kan mu pergi lagi''ucap Lia dengan air mata bahagia.


''pria ini,siapa ?''tanya Candra menunjuk ling.


''saya adalah asisten pribadi nona ayah mertua''ucap Ling hilang fokus,dengan cepat ia menutup mulut nya.


kedua orang tua Gretta menoleh Gretta bersamaan.


Begitupun Gretta terkejut dengan perkataan Ling.


''maksud saya bukan ayah mertua,tapi tuan''ucap Ling gagap.


kedua orang tua itu tersenyum dan menggeleng.


*****


RUMAH


"ma,pa ,awalnya Gretta kemari karna sedang mencari putra ku''ucap Gretta (Eliz) dengan wajah sendu.


kedua orang tua itu terkejut tak percaya.


''apa maksud mu nak? apa kau sudah menikah dan mempunyai anak?''tanya Candra masih tertegun.