
merasa Vian telah jauh pergi,Benz membuka pintu mobil hendak keluar.
''tuan muda,mau kemana?''tanya supir itu panik.
''aku akan menyusul papa''jawab Benz dan langsung keluar.
''Tuan besar dan Tuan muda ku benar benar sangat mirip baik dari bidang mana pun'' gumam supir itu.
***
Benz dari kejauhan mengikuti Vian,dengan hati hati.
setelah beberapa lama mengikuti Vian,ia berhenti saat Vian juga berhenti dan berbincang dengan seorang wanita berpakaian jas rapi.
"cih mama jauh lebih cantik dari pada wanita itu" kesal Benz,terus memperhatikan Vian.
tap...
tiba tiba tangan seseorang menepuk pundak Benz,membuat nya terkejut.
"hei anak kecil,apa kau tersesat?"tanya Seseorang dengan suara laki laki.
Benz yang mengira itu adalah penculik anak anak,menangkap tangan Pria itu,dan dengan cepat melumpuh kan tangan Pria itu,membuat suara ringisan dari pria itu.
"jangan harap kau bisa menculik ku"ucap benz menatap pria itu dengan tatapan sinis.
"anak ini waspada sekali,dia bukan anak biasa,padahal kan aku bukan berniat jahat"gumam pria itu menahan rasa sakit di tangan nya.
"hei bocah,kau sudah salah paham"ucap pria itu berusaha menjelas kan.
"oh"hanya itu yang keluar dari mulut kecil Benz,dan langsung meninggal kan Pria itu.
"ha!!?"pria itu menganga.
belum jauh Benz berjalan,Vian yang melihat Benz langsung menghampiri nya dengan terburu buru.
"Benz!!!"ucap Vian dengan suara yang keras karna kekhawatiran nya.
Pria yang tadi bersama Benz,terkejut dengan nama Benz,ia dengan terburu buru merogoh saku nya,dan menarik layar hp milik nya.
"kenapa kamu keluar mobil,apa kau tidak tau itu sangat berbahaya"ucap Vian berjongkok menyetari Benz.
''aku hanya ingin ketoilet saja''ucap Benz dengan nada datar.
Vian langsung memeluk Benz dengan erat,ia merasakan kekhawatiran yang sulit di jelas kan.
''tolong jangan membuat papa khawatir''ucap Vian masih memeluk Benz.
''BENZ bocah jenius itu!!!,sial Alvian sudah lebih dulu mendapat kan nya!!!!'' geram pria itu saat melihat Foto Anak jenius di hp nya.
"tapi tunggu sebentar,Vian menyebut diri nya papa?" gumam pria itu berfikir keras.
"cih,aku pasti akan mengambil anak itu dari mu lihat saja nanti"geram pria itu mengepal tangan nya dan langsung pergi.
****
Sebuah mobil masuk ke dalam gerbang besar nan mewah,yang langsung di sambut oleh beberapa pengawal.
"selamat datang Tuan"ucap mereka semua.
"Ficoooo!!!"teriak mama saat pintu di buka menampak kan seorang pria muda yang tampan,ia langsung memeluk putra nya itu.
"mama"ucap Fico dengan memejam kan mata nya,dengan membalas pelukan sang mama.
saata ia membuka mata nya,ia terkejut bukan main,ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Gretta"kata itu yang ia keluar kan dengan rasa keterkejutan nya.
Fico berjalan ke arah Gretta,ia masih tidak percaya.
tap...
langkah kaki nya berhenti di depan Perempuan cantik yang cukup tinggi.
tangan Nya bergetar berusaha menyentuh wajah adik perempuan nya,yang ia ketahui sudah meninggal.
''kakak hiks...''tangis Gretta menyentuh tangan kakak nya.
Fico langsung memeluk Gretta dengan erat dan hati yang sangat bahagia.
''adik ku!!"tangis Fico terus memeluk erat Gretta.
kebahagian sudah berada dalam rumah Keluarga All,Kemudian Gretta menceritakan semua nya pada Kakak nya itu.
''jadi kamu sudah mempunyai seorang putra bersama Pria brengsek itu!!!"geram Fico.
"ia kak,ku mohon cari putra ku,aku tidak bisa hidup tanpa nya''tangis Gretta memeluk tangan kakak nya.
Fico menyentuh Kepala Gretta dan tersenyum
''tentu saja,aku adalah kakak mu,itu arti nya aku adalah paman nya''ucap Fico membuat Gretta sangat bahagia dan langsung memeluk kakak nya.
"baik lah,apa kau mempunyai foto nya?"tanya Fico pada Gretta.
"kediaman kami di ledakkan semua nya sudah hilang,bahkan hp ku juga ada di sana hiks..."Gretta kembali menangis mengingat hal itu.
"huff...siapa nama nya?"tanya Fico.
"Nama putra ku Benz"ucap Gretta langsung.
"Benz? apa itu hanya kebetulan?" gumam Fico tertegun.
"tenang saja kakak akan menemukan nya"ucap Fico untuk menenang kan Gretta.
"ya sudah,Gretta istirahat lah,ma bawa dia"ucap Candra pada istri nya.
Gretta pmasuk ke kamar nya,dengan perasaan yang tidak bisa tenang.
****
"Benz masuk lah ke kamar dulu"ucap Vian pada Benz.
"iya"jawab Benz datar,dan menaiki tangga menuju kamar.
MAAF DARI KEMARIN GK ADA UP KARNA ADA URUSAN