Mafia King VS Badgirl

Mafia King VS Badgirl
part 68



Cetrin menatap Vian yang terlihat sendu, mengusap punggung putra nya.


***


' 1 minggu kemudian


Zack kembali bersedih kala melihat tuan nya sudah tak bersemangat lagi.


Zack memberani kan diri untuk berbicara pada tuan nya.


"Tuan,apa anda akan berdiam diri di sini,tanpa mengunjungi nona,apa anda akan behenti hanya karna 1 kata dari nona"ucap Zack membuat Vian tertegun dan menghentikan tangan nya yang sedari tadi mengetik di komputer nya.


Vian berdiri dan keluar dari ruangan nya itu,membuat zack menghela nafas.


***


Mobil silver Vian masuk ke halaman kediaman keluarga ALL.


Lia yang melihat Vian keluar dari mobil menghentikan langkah nya,yang ingin masuk ke dalam rumah.


"Nak Vian,ada apa kau datang kemari?"tanya Lia saat Vian sudah berdiri di depan nya.


"Maaf bibi,aku ingin bertemu dengan Gretta"ucap Vian.


"Gretta?"ucap Lia menunduk.


"Dia baru saja pergi ke bandara,hari ini dia akan kembali ke thailand,kira kira 5 menit yang lalu mereka pergi ke bandara"ucap Lia menghela nafas berat.


Bagaikan di sambar petir perasaan Vian,ia berlari masuk ke mobil nya dan dengan cepat melajukan mobil sekencang kencang nya.


"Aku tidak akan membiar kan mu pergi lagi,tolong jangan tinggal kan aku lagi"ucap Vian terus menancap gas mobil nya menuju bandara.


****


Saat sampai di bandara Vian berlari masuk,mencari cari keberadaan Gretta dan Benz.


"Plis jangan pergi"gumam Vian terus mencari cari keberadaan Benz Dan Gretta.


Ia langsung berlutut lemas kala mendengar kalau pesawat yang menuju Thailand telah lepas landas.


🔊perhatian semua para penumpang yang menuju negara Thailand,akan segera lepas landas,dalam hitungan 1...2....3...4...5.....


dan segera pesawat itu lepas landas.


"Tidaaaaaaak!!!!"teriak Vian tanpa terasa air mata nya mengalir,ia benar benar tidak rela,hati nya terasa sakit dan sesak.


"Gretta Benz!!"gumam nya mengepal tangan nya,merasa kesal dengan diri nya sendiri.


ia terus berlutut menahan rasa sakit di dada nya,terus memegangi dada nya.


"kenapa kau tidak memberi kan ku kesempatan kedua"gumam Vian menetes kan air mata nya.


"papa!!!!"teriak seorang bocah membuat Vian menoleh dan tertegun,ia langsung berdiri,melihat bocah itu berlari ke arah nya.


"Benz"ucap nya tak percaya dan langsung memeluk bocah yang sudah berada di depan nya itu.


memeluk nya dengan erat.


"Benz!!jangan tinggal kan papa"ucap Vian tanpa melepas kan pelukan nya.


"papa tidak akan mengijin kan kalian pergi"ucap Vian.


"Benz!!!mama kira kamu kemana"ucap seorang perempuan dengan nafas yang ngosngosan.


"maaf ma"ucap Benz.


Gretta terkejut melihat Vian yang berada di depan nya dengan mata yang memerah dan sembab.


"jangan pergi"ucap Vian langsung memeluk Gretta.


"aku tau,semua itu kesalahan ku,tapi kau harus mendengar kan semua penjelasan ku,ku mohon jangan pergi lagi"ucap Vian melepas kan pelukan nya,dan langsung mencium bibir Gretta,membuat Gretta membulat kan mata nya dan tangan nya langsung menutup mata Benz.


sedang kan tangan nya 1 lagi mendorong Vian jauh jauh dari nya.


"kau benar benar tidak tau malu"geram Gretta memperhatikan sekeliling yang sudah banyak orang senyum senyum.


Vian memeluk pinggang ramping Gretta.


"aku memang tidak tau malu,tapi aku hanya akan melakukan hal itu dengan mu"bisik Vian di telinga Gretta.


"ku mohon jangan tinggal kan aku,aku akan memperbaiki semua nya"ucap Vian.


"aku tidak perlu mendengar penjelasan mu,sekarang menjauh lah dari ku,atau istri mu akan salah paham"ucap Gretta berusaha mendorong Vian.


plak....


Vian menjetik dahi Gretta dan tertawa.


"apa yang ada di pikiran mu itu"ucap Vian merasa lucu.


"bukan kah itu benar"kesal Gretta merasa sakit di dahi nya.


"aku sama sekali tidak menikah dengan nya,dan anak itu bukan lah anak ku"ucap Vian terawa terbahak bahak.


"jangan berbohong pada ku,karna aku tidak Kan percaya"ketus Gretta.


Vian menghmebus kan nafas panjang.


"pulang lah dengan ku,kita bangun keluarga kecil yang bahagia,hidup bertiga,melindungi dan merawat putra kita bersama dan hidup bersama sampai ajal menjemput nanti,karna tak ada seorang wanita di hati ku,hanya kamu,tolong percaya pada ku"ucap Vian memegang tangan Gretta dengan tatapan teduh.


"aku mencintai mu,tolong jangan tinggal kan aku lagi"ucap Vian lagi,membuat Gretta menetes kan air mata nya dan langsung memeluk Vian dengan erat,ia juga sampai sekarang masih sangat mencintai pria di depan nya itu,dan merindukan nya.


"aku juga mencintai mu"ucap Gretta membuat semua orang yang mengelilingi mereka bersorak bahagia dan terharu.


"kita pulang"ucap Vian menatap wajah Gretta yang sudah menangis.


Gretta mengangguk dan menunduk air mata nya terus menetes.


"jangan menangis"ucap Vian menghapus air mata Gretta dengan tangan nya.


Benz tersenyum melihat mama papa nya berbaikan.


"mama papa Benz capek berdiri di sini terus"ucap Benz yang memang benar ada nya.


"Baik lah baiklah"ucap Vian menggendong Benz berjalan keluar dari bandara dengan merangkul Gretta.


dukung author dengan like komen vote kalian terima kasih.