
"maa,saya bukan cucu kalian"ucap Benz dingin,membuat kedua orang tua dan kakek itu semakin yakin kalau dia adalah cucu kandung mereka karna sifat nya sangat sama dengan Vian.
Vian yang dari tadi di abaikan berjalan ke arah mereka,dan mengangkat Benz.
"putra ku pasti lelah,dan perempuan itu suruh pulang"ucap Vian dingin dan masuk ke dalam lift menuju kamar nya.
"nak,maaf seperti nya putra ku sudah mempunyai seorang wanita,jadi tante mohon maaf sebesar besar nya"ucap Cetrin,membuat gadis di depan nya itu tidak terima dan melepas kan tangan Cetrin dengan kasar dan berlari keluar rumah mereka dengan marah.
Cetrin berlari ke kamar Vian dengan sangat bahagia,dan tak henti henti nya mengetuk kamar Vian.
Vian yang risih membuka pintu.
"ma,Vian capek dan Putra Vian juga pasti lelah,jadi mohon ma biar kan kita istirahat"ucap Vian dengan wajah memohon dan mengantuk.
"ahaha maaf mama sudah mengganggu kalian,tapi mama ingin mencium cucu mama sekali saja"ucap Cetrin sangat bahagia.
"mama mengerti lah"ucap Vian karna begitu mengantuk dan menutup pintu,membuat Cetrin marah.
"anak ini!!! bahkan mencium cucu ku saja tidak bisa,lihat saja aku akan merebut nya dari mu,dan membuat cucu ku membenci mu anak nakal!!!"teriak Cetrin dengan memonyong kan bibir nya.
****
"Cetrin tidak kah kau curiga,kenapa anak itu sangat mirip dengan putra kita?"tanya Pram pada istri nya yang baru saja dari depan pintu kamar Vian.
"karna putra kita mempunyai wanita di luar sana,dan melahir kan anak"ucap Cetrin.
"kau ini!!"geram pram pada istri nya.
"sudah lah besok kita tanya dengan jelas kepada alvian"ucap kakek dan berjalan ke kamar nya dengan di bantu seorang pembantu yang perempuan yang sedikit tua yang tak lain adalah bi asih.
****
Benz yang berbaring di samping Vian membuka mata nya dan memperhatikan Wajah Vian dengan seksama.
"tidak ada yang kebetulan di dunia ini,kenapa wajah kami sangat mirip,apa mungkin dia adalah papa kandung ku" gumam Benz curiga.
"aku pernah mencoba mencari identitas asli mama,dan dulu mama juga tinggal di london,yah aku yakin sekarang,tapi aku harus mencari bukti dulu" gumam Benz pelan pelan turun dari tempat tidur agar tidak membangun kan Vian.
ia berjalan ke meja rias yang ada dalam kamar itu,dan mencari sisir Vian.
ia mendapat sisir hitam,kemudian mengambil rambut yang ketinggalan di sisir itu,memasukkan nya ke dalam tisu dan mengantong kan nya,dan kembali tertidur di samping Vian.
****
Pagi hari
"paman kepala ku pusing"ucap Benz dengan nada lemah,membuat Vian menjadi panik.
"oke sekarang papa akan memanggil dokter''ucap Vian mengambil ponsel nya.
''tidak,aku ingin ke rumah sakit saja,aku ingin melihat kota ini''ucap Benz dengan nada lemah.
''baik lah''ucap Vian dengan segera mengangkat Benz dan masuk ke dalam lift.
saat sampai di lantai bawah,Cetrin yang melihat Vian sedikit berlari dengan menggendong Benz,menjadi ikut panik dan berlari ke arah Vian.
''kenapa dengan cucu ku?''tanya Cetrin menghalangi jalan Vian.
''ma,putra ku sedang sakit jangan menghalangi ku''ucap Vian melewati sang mama keluar dari rumah.
Cetrin yang benar benar bahagia mengetahui kalau ia punya cucu,tapi malah jadi sakit menjadi sangat khawatir dan berlari mengikuti Vian.
''kenapa kau menatap ku begitu,ayo jalan''ketus Cetrin.
****
rumah sakit
''paman,aku ke toilet dulu''ucap Vian.
''biar papa antar''ucap Vian ingin menggandeng tangan Benz.
''tidak usah''ucap Benz segera meninggal kan Vian.
....
Benz mengambil tisu di saku nya yang berisi rambut Vian,dan mengambil tisu yang di saku sebelah nya yang tak lain adalah rambut nya sendiri.
ia melihat sekeliling dan melihat seorang dokter perempuan yang masih muda.
''tidak ada cara lain'' gumam Benz dengan cepat mengubah ekspresi wajah nya.
"aunty"ucap Benz dengan mata berbinar.
dengan cepat dokter muda itu berbalik,seketika ia ingin berteriak histeris.
"astaga mimpi apa aku semalam"ucap nya ingin sekali mencubit wajah bocah laki laki di depan nya itu.
"aunty boleh kah aku minta tolong"ucap Benz dengan wajah lucu membuat dokter muda itu tak tahan.
"tentu saja boleh anak kecil,tante akan melakukan apa pun untuk anak lucu seperti mu"ucap dokter itu.
"aku ingin bibi tes dna rambut ini"ucap Benz menyerah kan 2 tisu itu.
"tes DNA ya tentu saja boleh sayang ku"ucap nya meminta 2 tempat tisu itu.
"wah anak siapa ini lucu dan ganteng sekali"ucap 2 dokter muda lain nya yang menghampiri Benz.
"dia anak ku"ucap dokter yang berbicara dengan Benz barusan.
"hilih,kalau bisa begitu aku juga mau anak ini jadi putra ku"ucap dokter lain.
"astaga boleh aku mencubit nya"ucap dokter lain.
Benz menatap mereka semua dengan malas.
"Aunty boleh aku minta no aunty?"tanya Benz pada dokter yang akan memeriksa rambut nya.
"aaaa tentu saja boleh"ucap nya sangat senang dan segera menulis kan nya.
membuat kedua dokter yang baru saja datang kesal dan cemburu.
"kenapa kau begitu lama,papa sangat khawatir"ucap Vian yang tiba tiba muncul dam segera menggendong Benz.
ke 3 dokter muda itu melongo terkagum kagum.
"terima kasih sudah menjaga putra ku"ucap Vian tersenyum ke arah ke 3 dokter itu.
tap...
salah satu dari mereka tiba tiba sempoyongan.