
''aku tidak pusing lagi,mungkin bosan di rumah saja tadi''ucap Benz beralasan.
''baik lah,papa akan ajak Benz jalan jalan''ucap Vian lega.
''pak antar kan mama,kami masih ada urusan''ucap Vian pada supir yang mengantar mereka barusan.
''baik tuan''ucap supir itu menunduk hormat.
****
''kalau tanya siapa nama mantan istri nya itu,pasti akan curiga'' gumam Benz yang duduk di samping Vian.
"baik lah,mungkin aku akan cari sendiri saja" gumam Benz.
****
"kenapa kita tidak pulang ke rumah itu?"tanya Benz (rumah keluarga Vian).
Vian terdiam sejenak,ia menatap keadaan rumah nya yang dulu,rumah di mana ia hidup bersama Gretta,banyak kenangan pedih di hati nya,tanpa di sadari nya mata nya memerah.
Benz yang melihat hal itu,hanya terdiam.
"apa ini rumah lama paman?"tanya Benz untuk mencairkan suasana.
"ah ia benar"ucap Vian tersadar.
"ayo masuk,sudah 7 tahun papa tidak ke rumah ini,tapi mulai sekarang kita akan tinggal di sini"ucap Vian duduk di sofa.
"apa karna paman kehilangan istri paman?"tanya Benz penasaran.
"kau ini masih kecil tapi berpikir dewasa"ucap Vian tertawa kecil.
"benar,papa memang tidak tinggal di sini karna kehilangan nya,papa adalah penyebab semua kematian nya dan kematian calon anak kami,karna itu sampai sekarang papa masih menyalah kan diri"ucap Vian dengan mata yang berkaca kaca.
"dia adalah penyebab kematian istri nya,seperti nya dulu dia bukan orang yang baik pada istri nya,dan mungkin dia adalah orang jahat" gumam Benz menatap tanpa ekapresi pada Vian.
rumah itu masih terlihat seperti dulu,karna permintaan Vian pada pelayan pelayan yang ada di sana untuk tidak memindah kan 1 barang apa pun,tetapi harus tetap membersih kan nya.
"apa mulai sekarang kita akan tinggal di sini?"tanya Benz dingin.
"ya benar,ayo di atas adalah kamar papa,dan mulai sekarang akan jadi kamar Benz juga"ajak Vian menaiki tangga.
****
krek.....
Pintu kamar terbuka lebar,lagi lagi Vian teringat,saat ia masuk ke kamar itu,ia akan mendapati nya dengan gelap dan Gretta yang tertidur di atas tempat tidur dengan Suara isakan tangis.
"papa akan ketoilet dulu,kamu istirahat lah"ucap Vian dan meninggal kan Benz.
Benz mengelilingi kamar itu,karna merasa gelap,ia membuka tirai kamar.
mata nya menangkap sebuah foto yang terpajang di atas meja samping kasur.
dengan cepat ia menghamiri foto itu.
''kenapa foto nya jadi pecah pecah begini,jadi wajah nya tidak terlihat jelas''gumam Benz jengkel dan kembali melettakan bingaki foto itu.
''hanya tes itu,yang bisa menentukan semua nya'' gumam Benz.
****
"paman boleh saya mempunyai handphone"tanya Benz dengan nada datar.
"tentu saja,papa sudah siap kan handphone buat putra kesayangan papa"ucap Vian menyerah kan sebuah kotak handphone.
"harga nya pasti sangat fantastic,seperti nya dia orang yang baik,cih sudah memasang penyadap" gumam Benz.
"apa boleh Benz panggil papa saja"tanya Vian menatap Benz berharap.
"tidak,kau bukan papa ku,kita hanya rekan"ucap Benz seketika berubah sifat,membuat Vian semakin merasa kalau sifat mereka benar benar sama.
"tapi paman,sudah menganggap Benz seperti putra kandung sendiri''ucap Vian,saat Di dekat benz entah kenapa hati nya luluh dan lembut.
Benz menarik nafas panjang,ia juga merasa luluh saat melihat mata pria di samping nya.
''baik lah,terserah kau saja''ucap Benz.
''bagaimana kalau putra mu dan istri mu saat itu tidak mati,tapi mereka masih hidup dan berada di suatu tempat,dengan ke adaan yang tak memungkin kan,apa yang akan kau lakukan?''tanya Benz tiba tiba,sontak membuat Vian berdegup kencang.
''saat itu,papa memang tidak percaya kalau mereka tidak ada lagi,tapi papa tetap mencari mereka hingga 2 tahun,tapi tetap nihil dan petunjuk tetap mengatakan kalau mereka sudah meninggal''jelas Vian.
''tetap di cari ya,itu arti nya dia memang masih mencintai nya,apa ia'' gumam Benz berfikir keras.
"sudah lah,besok apa Benz mau ikut papa ke suatu tempat?"tanya Vian.
"tentu saja"jawab Benz.
****
Setelah Vian keluar dari kamar,Benz dengan cepat membuka handphone itu,dan menghilang kan penyadap itu dengan mudah nya.
kemudian memasukan nomor hp dokter yang ia temui tadi.
"ma,aku pasti akan menemukan papa,membalas kan rasa sakit yang di alami mama selama 7 tahun ini" gumam Benz dengan teguh.
whatsap
🍁Benz:halo bibi
🍁dokter: hai sayang,besok bibi kirim ya
🍁Benz: terima kasih bibi,kau terbaik
🍁Dokter:kau bisa saja😶
🍁Benz:aku tidak berbohong🐵
🍁Benz:y,sudah di tunggu besok bibi
🍁Dokter:oke sayang bye bye😊
🍁Off
"ternyata,berbicara dengan mulut manis memalukan kan"ucap Benz bergumam.
****
"syukur lah,nona sudah sadar"ucap seseorang bahagia.
"kenapa aku bisa ada di sini,berapa lama aku tidak sadar?"tanya perempuan itu memegang kepala nya yang masih terasa pusing,yang tak lain adalah Eliz.
"nona jatuh dari tebing,untung nya kami dengan cepat menemukan nona,membawa nona ke rumah sakit,dan nona tidak sadar selama 6 hari''ucap Asisten pribadi nya.
''6 hari?!!! lalu di mana putra ku!!''tanya Eliz berubah menjadi panik
''tuan di bawa oleh geng mafia''ucap seketaris itu,gugup.
''putra ku''ucap Eliz langsung duduk.
''nona,anda belum benar benar pulih''ucap Seketaris itu khawatir.
''jangan pedulikan aku,cepat cari informasi siapa yang membawa putra ku,dan kemana mereka membawa nya''ucap Eliz meski seluruh badan nya masih sakit,tapi perasaan nya lebih sakit mengetahui putra nya hilang.