
''kenapa kau belum tidur?''tanya Vian menatap tajam Gretta.
''a...a...aku belum bisa tidur''jawab Gretta.
''Vi,boleh antar sebentar aku ingin istirahat''ucap Viana.
Tanpa menjawab sedikitpun Vian berjalan sambil memapah Viana.
''vi?,seperti nya mereka akrab,melihat tatapan pria ini yang tadi nya tajam kepada ku,berubah seketika pada kak Viana'' Gumam Gretta.
''sebentar,Bukan kah ini Gretta?''tanya Viana yang di papah oleh Vian.
''Ia aku Gretta,dan kakak adalah Viana kan''ucap Gretta memaksakan senyum nya.
''Sedang apa kau di sini?''tanya Viana yang memang tidak tau.
''ak...aku...sedang..."
"dia istri ku,dan kau tidak pantas bertanya pada nona di rumah ini"kesal Vian dengan pertanyaan Viana.
Seketika Viana terdiam,memegangi dada nya.
"bi asih antar tamu ini,istirahat di ruang tamu"ucap Vian,segera bi asih memapah Viana menggantikan Vian.
"aku akan istirahat"Ucap Gretta berjalan melewati Vian,menuju tangga,tapi dengan cepat Tangan nya di tarik oleh Vian.
"ada apa dengan mu gadis kecil?"tanya Vian memeluk pinggang Gretta.
"Tidak ada apa apa"ucap Gretta hati nya sedikit lega,mendengar pernyataan Vian.
"benar kah?"tanya Vian mendekat kan wajah nya ke wajah Gretta,Gretta semakin menjauh kan kepala nya.
"it...itu...apa kau sudah mak...."ucap Gretta terhenti karna terkejut.
gedebug.....
Ternyata Viana jatuh pingsan ke lantai
Vian segera melepas kan pelukan nya dan berjongkok untuk menggendong Tubuh Viana yang tidak sadar kan diri,masuk ke ruang tamu.
"non"ucap bi asih melihat mata Gretta yang memerah memandangi Vian yang begitu khawatir nya pada Viana.
"aku mau tidur bi,buang saja makanan nya"ucap Gretta berlari menaiki tangga.
***
''bagaimana keadaan nya?''tanya Vian pada Leo dokter pribadi nya.
''seperti nya,dia punya penyakit jantung,dan sesuatu membuat nya terkejut,dan membuat dia seperti ini''ucap Leo
''bagus lah''ucap Vian dan berjalan keluar dari kamar itu.
''tunggu sebentar''ucap Leo menghentikan langkah Vian.
''Gue takut Vin,dengan kedatangan Viana membuat hubungan pernikahan mu rusak''ucap Leo.
''Dan hal itu,tidak akan pernah terjadi''ucap Vian,dan langsung keluar.
''hmph...dari mata lho,terlihat jelas vin kalau,sampai sekarang lho masih mencintai wanita ini,semoga aja gak akan terjadi apa apa''Gumam Leo melirik Viana yang belum sadar.
****
"Gadis kecil,dia bukan siapa siapa"ucap Vian memeluk Gretta yang membelakangi nya,tapi tak ada jawaban sama sekali.
"apa kau cemburu?"tanya Vian menggoda Gretta,tetap tak ada jawaban sama sekali.
"apa sudah tidur?"gumam Vian mengangkat kepala nya melihat wajah Gretta.
"ternyata sudah tidur"ucap Vian memeluk erat Gretta.
Gretta tersenyum,mendengar Vian menjelas kan semua,yang ternyata pura pura tidur.
****
"Good morning"ucap Vian melihat Gretta membuka mata nya.
tanpa senyuman sedikitpun,Gretta bangun dari tempat tidur hendak Ke kamar mandi,tapi Vian dengan cepat menghalangi nya,dengan memeluk pinggang Gretta dari belakang.
"aku benar benar,tidak punya hubungan apa apa istri ku"ucap Vian mencium rambut Gretta.
"Jika kau mau,aku bisa mengusir nya sekarang"ucap Vian lagi.
"Tidak usah,seperti nya dia sedang tidak sehat"ucap Gretta dengan nada rendah.
"Jadi kau tidak ingin mengusir nya?"tanya Vian memutar tubuh Gretta agar menghadap diri nya.
"ya"Ucap Gretra mengangguk pelan dan menunduk,sebenar nya hati dan perasaan nya menolak,tapi mulut nya tidak bisa.
Gretta memeluk Vian dengan erat
"aku sudah nyaman bersama pria ini,ku mohon tuhan,jangan pisah kan kami"Gumam Gretta menangis dalam hati.
"oke,ayo sarapan aku lapar sekali"ucap Vian langsung mengangat Tubuh Gretta ala Bridle style,dan keluar dari kamar mereka.
****
"Siapa yang masak? wangi sekali"Tanya Gretta yang masih di gendong Vian, sambil mengalung kan tangan nya di leher Vian.
"mungkin bi asih"jawab Vian.
"oh ia,semalam aku mem..."ucap Gretta terhenti melihat seorang wanita memasak.
Raut wajah Viana seketika berubah melihat Vian yang menggendong Gretta dengan mesra nya.
"Turun kan aku"ucap Gretta,Vian menduduk kan Gretta di meja makan,dan ikut duduk di samping Gretta.
"benar benar kalah jauh dengan masakan ku" gumam gretta malu.
Gretta kagum dengan semua masakan di meja makan,seperti makanan di restoran mahal.
"kenapa kau masak? bukan nya kau masih sakit?"Tanya Vian menatap Viana tajam.
"maaf aku hanya tidak bisa diam si kasur terus"ucap Viana menunduk sedih.
"sudah lah tidak apa apa"ucap Vian,mengambil makanan ke piring Gretta.
"terima kasih,tapi ini terlalu banyak"ucap Gretta tersenyum malas melihat makanan yang di penuhi oleh Vian.
"kau harus makan banyak,agar tubuh mu tidak sekurus ini"ucap Vian tegas.
"mana ada kurus,ini ideal"balas Gretta menatap Vian dengan kesal.
"yang penting kau harus makan banyak"ucap Vian berisi keras.
"Tidak mau"ucap Gretta ingin memindah kan makanan nya.
"oh ia,tadi aku membuang makanan yang ada di lemari penghangat,karna melihat makanan nya terlihat berantakan tidak apa apa kan?"tanya Viana.
Gretta yang mendengar itu mengepal tangan nya.
"tidak apa apa"jawab Vian,membuat gretta spontan melihat nya.
Brak....
Gretta memukul meja makan,membuat Vian Dan Viana terkejut.
Gretta segera melihat ke tong sampah,dan melihat masakan pertama nya sudah di makan oleh lalat lalat.
"kenapa kau membuang nya!!!"teriak gretta membuat Viana terkejut.
''ku pikir itu makanan basi,juga hancur betantakan,tidak layak untuk di makan oleh nona muda seperti mu dik''ucap Viana gagap
plak....
mendengar pernyataan Viana,tangan Gretta tak mampu menahan dan langsung menampar wajah Viana.
"a..a..aku...akh"Ucap Viana meringis kesakitan dan memegang dada nya dan langsung ambruk tidak sadar kan diri.
Vian dengan cepat berdiri dari duduk nya dan langsung mengangkat tubuh Viana.
"hanya karna makanan itu,kau sampai berteriak, marah bahkan menampar nya!!!! seperti itu? kau bisa meminta pelayan kembali membuat nya untuk mu"ucap Vian tanpa sadar ia sedang marah dan meninggi kan nada suara nya,sambil menggendong tubuh Viana
"karna itu......"ucap Gretta terhenti.
"Sudah lah,minta kembali pelayan membuat nya"ucap Vian meninggal kan Gretta,membawa Viana keruang tamu.
"baik lah"ucap Gretta.
bulir bulir bening keluar dari pelupuk mata nya,melihat Vian yang begitu marah karna membuat Viana seperti itu.
"non"ucap bi asih kasihan.
"tidak apa bi"ucap Gretta tersenyum pahit.
LIKE KOMEN DONG
BANTU SHARE PLISSS
KALAU KALIAN BERBAIK HATI TOLONG VOTE DAN TIP NYA YA
MAAF SEMALAM GK UP KARNA ADA URUSAN PENTING🙏
MAKASIH