
Benz masuk ke kamar,karna di suruh oleh Alvian.
Ia menutup horden,karna ia tidak terlalu suka dengan terang.
Ia tertegun melihat sesuatu yang aneh di dinding.
Ia berjalan ke arah dinding itu,dan menyentuh nya dan meraba,ia semakin merakan ke anehan.
"Ada apa di balik dinding ini?"gumam Benz semakin penasaran.
Ia mencari cari,sesuatu di dinding itu,ia meraba ke sana kemari.
Kemudian ia merasakan aneh dengan satu satu nya guci yang ada di dekat dinding itu.
Ia memegang guci itu tapi tidak terjadi apa apa,kemudian ia berfikir untuk memutar guci itu.
Sesuatu yang menabjukan terjadi,dinding itu bergeser sendiri membentuk sebuah pintu.
Dengan hati hati ia masuk,dan sangat tertegun.
"Ini adalah foto mama,dan pria itu.
"Apa dia sudah gila dan stres"sinis Benz.
ruangan itu di penuhi dengan lukisan lukisan,perempuan cantik yang tak lain adalah Gretta bersama Alvian.
Lukisan,itu seperti nyata.
"Apa dia benar benar mencintai mama,apa aku sudah salah menilai nya"tanya Benz pada diri nya sendiri dengan pandangan yang tak lepas dari lukisan lukisan itu.
Tapi mata nya menangkap sebuah tulisan kecil di bawah lukisan itu.
"G..R..E..T..T..A?"Benz membaca tulisan itu,dengan seksama.
"Eh,bukan nya nama mama adalah Eliz?,kenapa di lukisan ini nama nya Gretta?"tanya nya bingung.
****
Benz menuruni tangga,menuju dapur.
Lagi lagi ia tertegun,melihat pria yang tidak ia sukai memasak dengan lihai nya.
"Dia bisa memasak,apa ia pria seperti nya,orang yang jahat yang begitu tega menelantar kan aku dan mama?"tanya Benz bergumam,dan duduk di meja makan.
****
"Gretta sayang"ucap mama masuk ke kamar Gretta.
"Kenapa kamu belum tidur?"tanya Lia.
"Ma,aku khawatir bagaimana keadaan putra ku di luar sana ma,aku tidak tenang"ucap Gretta.
"Kamu tenang lah,cucu mama pasti baik baik di sana"ucap Lia menenang kan putri nya itu.
"Tidak,aku tidak bisa tinggal diam,menunggu sesuatu terjadi pada putra ku"gumam Gretta menghapus air mata nya.
"Ma,mama keluar lah,aku akan istrirahat"ucap Gretta menutupi kepala nya dengan selimut.
Mengetahui sang mama sudah keluar,Gretta langsung berdiri dan berlari ke arah balkon,dan turun ke bawah dengan sangat mudah,padahal kamar nya berada di lantai 3.
"Ling,kau mendengar ku"ucap nya menelfon Ling seketaris pribadi nya.
"Iya nona"ucap Ling dari balik telfon.
"Sekarang juga kita bergegas,bagaimana pun kita harus menemukan putra ku"ucap Gretta langsung memutus kan sambungan.
****
"Nona,ini adalah barang orang yang membawa tuan"ucap Ling menyerah kan Sebuah kalung berbentuk singa mengaum pada Gretta saat sudah berada dalam mobil.
"Bukan kah kalung ini,menandakan ciri khas grup mafia King"ucap Gretta.
"Benar nona,kemungkinan besar kalau,tuan di culik oleh mereka"jelas Ling dengan wajah serius.
"Kurang ajar,lihat saja aku tidak akan memaaf kan mereka satu orang pun"geram Gretta.
"Sekarang juga kita ke markas mereka"ucap Gretta.
"Nona,kita tidak boleh gegabah,mereka sangat kuat,dan juga sangat berpengaruh di negara ini"ucap Ling.
"Aku tau,karna itu aku sudah menyiap kan semua nya"ucap Gretta membuka jaket dan pakaian nya,membuat Ling memaling kan wajah nya dan merona.
"Kenapa kau memaling kan wajah mu seperti itu,tenang lah aku memakai baju ninja,agar lebih leluasa bergerak"ucap Gretta yang lengkap dengan pakaian ninja di tubuh nya,serta topeng yang masih belum ia kenakan.
****
Gretta memberi kan baju ninja pada Ling.
"Pakai lah,hanya kita berdua yang akan menyusup usahakan jangan sampai ketahuan mengerti"ucap Gretta memaki topeng nya,dan keluar lebih dulu meninggal kan Ling.
Ling tersenyum.
"Benar benar wanita tangguh"ucap Ling tersenyum dan langsung memakai baju ninja nya.
****
"Cih ternyata penjagaan nya begitu ketat"ucap Gretta yang berada di atas genteng.
Ia tersenyum melihat cerobong asap,setelah mempredikis cerobong asap itu,tidak keluar asap yanh arti nya tidak sedang membakar ia masuk ke dalam cerobong asap itu dengan menempel di dinding dinding nya karna cukup sempit.
Melihat cahaya yang semakin dekat ia sedikit mengeluar kan kepala nya,untuk melihat situasi.
Melihat tidak ada orang,ia keluar dari cerobong asap itu.
Ia melirik ke atas,dan tersenyum sinis.
Ia menembak CCTV dengan penembak laser,sehingga tidak mengeluar kan suara apa pun.
Mendengar seseorang mendekat ia masuk ke sebuah ruangan.
"Aku harus bergerak cepat,sebelum mereka menyadari seseorang sedang menysup.