
''non,apa tidak ingin makan?''tanya Bi asih melihat Gretta yang akan pergi meninggal kan meja makan.
''aku tidak lapar bi''ucap Gretta terhenti melihat Vian keluar dari kamar tamu.
''om,apa tidak ingin makan?''tanya Gretta,tapi Vian mengabaikkan nya,dan langsung keluar dari rumah.
''mungkin Tuan sedang banyak pikiran non,jadi tidak mendengar nona,mungkin juga Tuan sedang ada urusan penting''ucap Bi asih terburu buru menjelas kan.
''aku tau''ucap Gretta.
***
Gretta memasak di dapur di temani bi asih.
''non wangi nya bikin lapar''puji bi asih,yang memang benar ada nya.
''apa nona,tidak marah dengan masakan pertama nona,di buang?''tanya Bi asih lagi.
''apa boleh buat bi''jawab Gretta.
''a..a..aku keluar sebentar''ucap Viana.
Gretta mengangguk dan tersenyum manis.
''oh ia kak,Viana maaf soal yang tadi pagi ya,aku refleks aku benar benar tidak senagaja'' ucap Gretta yang benar benar merasa bersalah.
''tidak apa,kalau gitu aku keluar dulu ya''ucap Viana
''ia kak''jawab Gretta lega,karna Viana memaafkan nya.
***
''selamat datang nona''ucap orang orang melihat Gretta masuk ke dalam kantor.
Gretta hanya melempar kan senyum nya,dan masuk ke lift biasa.
''nona,anda bisa menggunakan lift Khusus CEO''ucap seseoarng.
''akh tidak perlu''ucap Gretta menolak dengan lembut.
''kalau menggunakan lift CEO,langsung sampai keruangan nya''gumam Gretta.
***
ting....
Gretta keluar dari lift berjalan menuju ruang CEO,tepat Vian.
"hmm....huh....aku memang salah,hanya karna makanan itu di buang aku langsung menampar dan berteriak begitu pada kak Viana yang tidak sehat"ucap Gretta menarik nafas panjang dan mendorong pintu kaca itu.
Deg.....
Gretta terkejut melihat pemandangan di depan nya sekarang.
"Apa makanan nya enak?"tanya Viana lembut.
"hmm"Ucap Vian melap mulut nya tidak melihat Gretta yang sudah berdiri di depan pintu.
"sudah makan ya" Gumam Gretta melihat rantang makanan yang ia pegang,dan tanpa menimbul kan suara ia keluar dengan perlahan.
saat akan memasuki lift Gretta di kejut kan dengan Zack yang memanggil nya.
"Nona,kenapa anda di sini,tidak masuk keruangan Tuan?"tanya Zack.
"seperti nya dia sedang ada urusan dengan klien nya"Ucap Gretta memaksakan senyum nya.
"klien? hari ini tidak ada klien nona"ucap Zack,melirik sekilas ke tangan Gretta yang memegangi rantang makanan.
"entah lah,aku akan pergi dulu"ucap Gretta buru buru masuk ke dalam lift.
***
Gretta menghapus air mata nya,dan berlari keluar Gerbang Perusahan itu,sebelum nya ia menyuruh Supir yang mengantar kan nya pergi duluan,dengan alasan ia akan kembali bersama Vian.
Saat akan menyebrangi jalan tiba tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh,untung saja orang itu rem dengan cepat.
Gretta yang sudah duduk di jalan,menutupi kepala nya dengan tangan, terkejut karna seseorang menyentuh tangan nya.
"maaf nona,anda harus perhatikan kalau ingin menyebrangi jalan"ucap seorang pria.
Gretta berdiri menghapus air mata nya.
"maaf,maaf kan saya"ucap Gretta.
"Gretta"gumma Pria itu terkejut,apa lagi melihat Gretta menangis.
"justin"ucap nya tercengang.
"justin? maaf nona, anda salah orang"ucap Pria itu dan langsung berlari masuk ke mobil nya.
Gretta terdiam melihat semua itu,
"akh benar mungkin memang bukan justin" gumam Gretta.
"rantang ku"gumam Gretta melihat makanan yang ia masak sendiri dengan susah payah sekarang sudah berserakan.
***
"bagaiamana non,apa tuan menyukai masakan nona?"tanya bi asih semangat menyambut Gretta,yang baru saja masuk rumah.
"Tidak bi,makanan nya sudah terbuang,lagian dia sudah makan di bawa oleh perempuan lain"Ucap Gretta,langsung berjalan menaiki tangga sedang kan Bi asih terkejut sekaligus sedih.
''kenapa aku merasa,hubungan tuan dan nona sedikit merenggang'' gumam Bi asih sedih.
***
ciiiit......
Zack langsung rem mobil nya.
"ada apa?"tanya Vian yang terkejut karna,Zack rem mendadak.
"bukan kah itu,rantang yang tadi di pegang nona? seperti nya terjadi sesuatu pada nona muda"ucap Zack,membuat Vian terkejut.
"apa maksud mu?"tanya Vian menatap Zack tajam.
"Tadi siang nona ke perusahaan,membawa rantang makanan,bahkan sempat masuk keruangan tuan,tapi dengan cepat juga keluar,kata nya Tuan sedang ada kilen"jelas Zack.
"siang? jam berapa?"tanya Vian cepat.
"kira kira jam 12.30"jawab Zack.
"12.30? bukan kah,di situ Viana mengantar kan makanan ke kantor ku?" Gumam Vian khawatir.
"dan itu adalah rantang yang di bawa nona ke perusahaan tadi"ucap Zack memperlihat kan rantang makanan yang sudah terbuka dengan makanan nya yang sudah berserakan di tengah jalan
"apa kata mu!!!"Vian semakin tak karuan.
"cepat ke rumah!!!"teriak Vian membuat Zack langsung menancap gas ia juga khawatir pada nona nya.
****
Saat sampai Vian dengan terburu buru masuk ke rumah.
"bik,dimana Gretta?"tanya Vian dengan suara keras.
"dia ada di kamar tuan"jawab Bi asih,ia juga sakit hati pada tuan nya itu,yang menyakiti hati nona nya,bahkan membuat usaha Gretta selalu sia sia.
****
Brak....
Vian membuka pintu dengan keras,karna terburu buru,membuat Gretta terkejut dan langsung menoleh.
"kau tidak apa apa? dimana yang sakit? siapa yang mencoba menabrak mu?"tanya Vian cepat.
Gretta melepas kan tangan Vian yang memegang sana sini.
"Aku baik baik saja"ucap Gretta datar,dan berjalan ke arah pintu.
"apa tadi siang kau perusahaan?"tanya Vian cemas.
"Tidak,aku terus di rumah"jawab Gretta dingin.
"Jangan bohong"ucap Vian.
"Jika memang aku datang ke sana,bukan kah aku keruangan mu terlebih dahulu? jika aku kesana tanpa menemui mu bukan kah arti nya aku sedang menemui selingkuhan ku yang ada di sana"sinis Gretta dengan nada dingin.
"Apa maksud mu? apa kau mencoba selingkuh dari ku?"tanya Vian menatap Gretta tajam yang membelakangi nya.
"aku sama sekali tidak punya keberanian seperti itu tuan,karna aku tidak punya hak sebesar itu,berbeda dengan mu,apa pun yang ingin kau lakukan di luar sana,itu terserah mu bukan"sinis Gretta lagi.
"apa kau benar benar datang keperusahaan dan membawa makanan untuk ku?"tanya Vian merasa bersalah.
"ya,tapi seperti nya kau tidak mau ,jadi aku memberikan nya pada tanah saja"Ucap Gretta mengepal tangan nya.
MAAF YA SELAMA 2 HARI INI BANYAK KESIBUKAN🙏🙏
TIAP HARI UP KOK,CUMA KALAU ADA URUSAN MENDADAK MOHON MAAF YA