Lovely Stranger

Lovely Stranger
Aku Melihat Jennie



Siang itu Jinu menyempatkan untuk berbelanja keperluan bulanan bersama Jennie. Gadis itu berpenampilan biasa tanpa masker dan tanpa mengenakan topi.


"Kenapa aku harus ikut? Bisa bahaya kan kalau ada kamera media yang melihat ku.."


Gerutu Jennie sambil mendorong keranjang belanja.


"Berbelanja itu merepotkan.. Biasanya aku menggunakan jasa kirim, tapi berhubung aku sudah mempekerjakan mu jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri.."


Jawab Jinu. Jennie mengerucutkan bibirnya, kemudian menerima beberapa box teh kemasan yang disodorkan Jinu padanya. Ia memasukkan benda itu di dalam keranjang.


"Kenapa begitu?"


"Karna uang anggaran untuk jasa kirim sudah ku sediakan untuk gajimu-"


Seketika mata Jennie berbinar.


Uang.. Uang.. Uang...


Pikirnya. Ia kira ia tak akan pernah diberikan gaji, karena sudah menumpang secara gratis di rumah Jinu.


"-yang akan langsung dipotong untuk biaya hidupmu.."


Lanjut Jinu, yang menyebabkan raut muram segera mengambil alih wajah bahagia Jennie.


"Tsk.. Dasar perhitungan sekali.."


Gerutu Jennie.


Mereka berjalan ke arah kasir untuk membayar belanjaan yang banyak itu. Jennie menurunkan barang barang belanjaan itu ke meja kasir. Hingga gadis yang berdiri di belakang meja kasir itu menyadari sesuatu.


"A-apa kau Jennie Kim?"


Tanya nya. Jennie membulatkan matanya dan hanya dapat terdiam.


"Bukan, dia hanya mirip saja.."


Sahut Jinu.


"Be-benarkah? Tapi dia sangat mirip.."


"Perhatikan wajahnya.. Dia tak semirip itu dengan Jennie Kim.."


Jelas Jinu. Gadis kasir itu mengangguk paham.


"Benar, kalau dilihat lihat hidung Jennie Kim lebih mancung dari pada hidung mu.."


Ujar si kasir. Jennie tersenyum aneh. Kalau saja ia sedang tak berada dalam penyamaran, pasti ia sudah menendang **** Jinu.


Sementara itu, Mino sedang sibuk di rak sebelah kasir.


"Hmm baiklah, deodoran.. Yang kotak atau yang bundar?"


Gumam nya, namun kemudian ia memutuskan untuk memasukkan kedua deodoran itu ke keranjang belanja nya.


"Dua dua nya saja.. Pasti Jisoo suka.."


Gumamnya sambil senyum senyum. Pria itu melirik ke arah kasir dan terkejut ketika mendapati Jennie berada disana dengan seorang pria dan belanjaan menggunung.


"Bukankah itu Jennie Kim?"


"Ah sial.."


Umpatnya.


Pria itu kemudian membayar belanjaannya di kasir.


"A-apa kau Song Mino, rapper terkenal itu?"


Tanya kasir padanya.


"Bukan, aku hanya mirip saja.."


Jawab Mino.


"Aneh, hari ini aku melihat seseorang yang mirip dengan Jennie Kim dan sekarang aku melihat mu yang mirip Song Mino.. Apa itu wajah aslimu, atau kau melakukan operasi plastik agar mirip dengannya.."


Mino memiringkan kepala nya. Apakah itu yang barusan pergi benar benar Jennie Kim?


Jisoo memeriksa ponselnya, gadis itu memiringkan kepala. Apa Mino sedang bosan hari ini? Mengapa ia menelpon Jisoo berulang ulang?. Detik berikutnya ketika Jisoo memeriksa pesan masuknya, ia dikejutkan dengan potret Jennie yang sedang berjalan dengan seorang pria.


Apa dia Jennie Kim?


Bunyi pesan singkat yang baru saja dikirimkan Mino. Jisoo segera membalas pesan itu karna ia begitu penasaran tentang keberadaan Jennie saat ini.


Drrt drrt drrrrt..


"Hallo-"


Belum sempat ia kirim balasan itu, Mino sudah menelponnya.


"Aku rasa dia Jennie.. Tapi aku penasaran dengan pria yang bersama nya.."


Cerocos Mino. Jisoo memiringkan kepalanya.


"Apa dia Bobby?"


Tanya Jisoo, beberapa waktu yang lalu Jennie terus terusan menceritakan tentang Bobby. Bukankah mungkin saja Bobby yang menampung Jennie saat ini.


"Bukan, aku tahu wajahnya tapi tak sempat memfotonya tadi.. Aishhh.."


Mino yang berada di ujung panggilan, menggaruk garuk kepala.


"Bagaimana ciri cirinya?"


Tanya Jisoo penasaran.


"Dia tinggi, berkulit putih dan tampan.."


"Itu tidak spesifik-"


"Tapi sungguh, aku ingat wajahnya.. Jadi, jika aku bertemu nya di jalan, aku akan langsung bertanya padanya.."


Ujar Mino. Jisoo terdiam, ia mulai khawatir.


"Kau yakin dia bukan bandar yang menjual belikan manusia?"