Lovely Stranger

Lovely Stranger
Tinggal Serumah



Jennie terdiam menatap kamar sempit berukuran tak lebih dari 2 x 2 meter. Ruangan itu memiliki sebuah futon dan dipan kecil. Sempit, satu kesan yang terbesit di pikiran Jennie. Belum lagi hawa pengap berkat jarang dipakainya kamar kecil itu.


"Kau menyebutnya kamar tamu?"


Jennie memiringkan kepalanya, lalu menatap ke arah pria yang berdiri di sampingnya.


"Kau benar benar tidur disini saat aku menginap kemarin?"


Tanya Jennie lagi.


"Tidak, aku tertidur di sofa karna terlalu lelah.. Lagi pula siapa yang mau tinggal di tempat sesempit ini?"


Jawab Jinu.


"Lalu mengapa kau menyuruhku tinggal disini?"


Terlihat jelas betapa kurang berkenannya Jennie untuk menempati ruangan yang disebut sebagai -kamar tamu- itu.


"Ohhh.. Jadi kau lebih memilih tidur di pinggir jalan? Atau di bangku stasiun bawah tanah? Silahkan saja, pintu itu terbuka lebar untukmu.."


Jinu menunjuk ke arah pintu keluar. Untuk kesekian kalinya, sebenarnya Jennie bosan harus melakukan tawar menawar seperti sebelumnya. Tapi, demi apapun ia tak ingin tinggal di tempat sesempit itu. Ayolah, Jennie tak punya ruang gerak disana.


"Ku mohon, ijinkan aku pakai kamar yang lain"


Gadis itu bahkan berlutut di hadapan Jinu. Gila.


"Tak ada kamar lain.. Hanya ada ini dan milikku.."


"Apa? Di rumah sebesar ini? Kau tak berpikir bagaimana jika ada orang lain yang tinggal disini selain kau?"


Protes Jennie. Jinu memutar bola matanya sebal. Gadis di depannya ini terlalu banyak maunya.


"Aku harusnya tinggal sendirian.. Dan tak pernah berpikir akan ada aktris yang kena skandal dan di pecat lalu memohon pekerjaan dan tempat tinggal padaku.."


Jennie mengerucutkan bibirnya. Jinu nampaknya belum sepenuhnya tulus menolong Jennie saat ini. Semua ini adalah keterpaksaan.


"Bukan begitu.. Apa kau tak memikirkan jika ada keluarga mu yang akan menginap disini?"


"Mereka punya keluarga baru dan rumah sendiri.. Hey, jangan menanyakan soal orang tuaku.. Mereka tak pernah menginap disini, kau puas?"


Ujar Jinu.


"Yaa.. Bagaimana jika kau meni-"


Jennie memotong perkataannya.


"Apa?"


Tanya Jinu. Bukankah terlalu tak pantas jika kau menyebut kata -menikah- pada pria yang baru kau temui? Itu terlalu sensitif


"Ah tidak lupakan saja.."


Jinu menyodorkan kunci ruangan itu pada Jennie. Kemudian ia berlalu dari hadapan Jennie.


"Dasar bujang lapuk.."


Cibir Jennie, sedetik kemudian ia malah tertawa.


Jinu menoleh ke arah Jennie ketika mendengar tawa kecil gadis itu.


"Apa yang kau tertawakan?"


"Ti-tidak ada.."


"Tidak ada??? Dasar gila.."


Cibir Jinu. Pria itu kemudian benar benar pergi dari hadapan Jennie.


...♡♡♡...


Jisoo terkejut ketika melihat sosok lain yang duduk di bangku ruang rapat. Gadis itu bahkan duduk di bangku yang bertuliskan main lead.


"Cho Miyeon- apa yang kau lakukan disini?"


Tanya Jisoo. Gadis di depannya tersenyum, ia menunjukkan sebuah tanda pengenal yang ia kalungkan di lehernya.


"Kau tak baca? Aku adalah main lead disini.."


Jawab Miyeon.


"Apa? Bukankah harusnya Jennie?"


"Kau belum tahu atau memang tak mau tahu? Kau tak lihat berita skandal nya di TV? Ku rasa itulah alasan utama kenapa dia harus di depak dari I.C.E Ent dan dari drama ini.."


Jisoo membulatkan matanya. Gadis itu memang sangat sibuk bahkan tak sempat untuk menonton televisi. Ia kemudian meraih ponselnya dan segera mencari artikel soal itu, ia kembali dikejutkan dengan artikel artikel yang memuat tentang berita skandal sahabatnya, Jennie Kim.


"Kau telat sekali tahu nya.. Apa karna kau sibuk pacaran?"


Cibir Miyeon. Jisoo mengarahkan jari telunjuknya ke bibir gadis di depannya.


"Sssttt.. Bisa pelankan suara mu? Tak ada yang boleh tahu soal ini"


Protes Jisoo.


"Memangnya kenapa kalau mereka tahu?.. Bukankah hubungan mu dengan Mino sudah menjadi rahasia umum disini-"


Jisoo melirik kesal. Gadis ini memang menyebalkan.


"Oh iya, aku lupa.. Sepertinya ada percikan kecil di antara kau dan Jennie, sampai sampai kau tak peduli soal masalah skandal itu.."


Pancing Miyeon. Gadis itu melipat kedua tangannya sambil menggeleng gelengkan kepalanya seolah heran. Seakan akan ia tak akan pernah punya skandal.


"Jangan sok tahu!"


"Aku tahu kau cemburu saat rumor kencan Mino dan Jennie menyebar di kalangan fans Internasional.."


Jisoo memutar bola matanya dengan bosan. Lagi lagi masalah tak berguna ini harus kembali mereka bicarakan.


"Omong kosong.. Mino setia padaku, untuk apa aku cemburu pada Jennie.. Lagi pula fans bebas untuk mengasumsikan sesuatu.. Aku baik baik saja selagi hubungan ku dengan Mino tidak muncul ke publik.."


Jawab Jisoo.


"Aku tahu kau pasti senang saat skandal perselingkuhan Jennie muncul.. Karna itu artinya dia tak akan disangkut pautkan dengan Mino lagi kan?"


Seolah tak puas, Miyeon terus menggiring Jisoo pada argumen nya.


"Kalau sekali lagi kau bicara yang aneh aneh, aku akan menyumpal mulutmu dengan pembalut bekas!"


Balas Jisoo. Gadis di depannya kemudian diam dan menutup mulutnya dengan kedua tangan.


...♡♡♡...