Lovely Stranger

Lovely Stranger
Rahasianya



Pria di sampingnya kembali mendekat. "O—oppa." Jennie mendorong pelan dada Jinu. Namun, itu sia-sia. Pria itu terus mendesak pada gadisnya. Jennie yang berusaha menghindar kini harus menerima hantaman lembut rerumputan hijau pada punggungnya. Jinu meletakkan Jennie di bawah kuasanya.


"O—oppa ... jangan," racau Jennie yang sepertinya mulai kehilangan akal. Jinu bersikap tenang, seolah tak akan ada siapa pun yang akan mengganggu mereka. Perlu ia ingat lagi, bahwa keduanya saat ini sedang berada di ruang publik. Meski malam sudah semakin larut, bukan tak mungkin jika ada seseorang yang melihat.


Chu.


Sapuan lembut bibir Jinu menempel sempurna pada bibir Jennie. Gadis itu membeku dalam kobaran gairah. Tubuhnya menghangat tepat ketika wajahnya menerima hantaman udara panas dari hidung dan mulut Jinu. Tak berapa lama, aksi itu semakin menjadi. ******* demi ******* menguasai mereka.


Smooaaachhhh.


Ciuman itu benar-benar liar hingga membuat dua sejoli itu kalang kabut. Nafas Jinu memburu, membuat jantung Jennie semakin berdebar-debar. Sayangnya aksi itu harus segera mereka hentikan.


"Emmm ... Mau pulang sekarang?" tanya Jinu di sela adegan panas itu. Jennie mengangguk, meski libidonya menginginkan hal yang lebih namun ia harus tahu tempat juga.


Malam itu Jinu mengantarkan Jennie ke apartment-nya. Ia menarik lengan Jennie ketika gadis itu hendak mengeluari mobil.


"Ada apa oppa?"


"Tolong jauh-jauh dari CEO-mu itu ... Kau tahu 'kan, mungkin mudah mengembalikan kepercayaan dariku. Tapi, ibuku?" Jinu menggantung kalimatnya. Jennie tersenyum. "Tenang saja oppa, aku janji aku akan mengembalikan kepercayaan semua orang," jawab Jennie.


Jinu mengangguk, kemudian membiarkan Jennie keluar dari mobilnya. Ia memberikan kode pada Jennie agar menghubunginya. Gadis yang diberikan kode mengangguk paham. Ia kemudian membiarkan mobil Jinu berlalu dari hadapannya.


...♡♡♡...


Beberapa pegawai perusahaan Bleuuberry tersenyum ramah menyambut Sandara. Wanita separuh baya yang selalu tampil modis itu menyunggingkan senyumnya. Siapa sangka jika wanita cantik itu bahkan akan memiliki cucu.


"Selamat pagi," sapanya sembari melenggang menuju ke arah ruangan CEO Bleuuberry —Cho Hyuna.


Hari ini ada sesuatu yang akan mereka rundingkan. Mereka telah sepakat melakukan kolaborasi pada produk musim panas terbaru yang akan segera dirilis.


"Kim Jinu adalah obsesi barunya." Sandara menghentikan langkahnya di depan pintu. Tangannya yang akan mengetuk pintu ia hentikan saat itu juga. Ia mendengar nama putranya disebut, sehingga membuatnya penasaran dengan topik apa yang dibicarakan Hyuna.


"Ya ... Kali ini aku bingung. Miyeon sudah menjadi aktris idola setelah menyingkirkan Jennie Kim."


"Entahlah, skandal yang sama kurasa tak akan mempan. Sekarang masalahnya adalah Kim Jinu, ia tak mau menerima Miyeon."


Terdengar nada frustasi dari perkataan Hyuna.


"Merebut peran itu sangat mudah, walaupun kau harus membuat skandal palsu dan menjatuhkan Jennie Kim. Tapi, ini lebih sulit. Bagaimana caranya mendapatkan hati—"


Brakk.


Hyuna tersentak ketika mendapati Sandara yang membuka pintu ruangan dengan kasar.


"Sa—Sandara ... Sejak kapan kau—" perkataan itu kembali terputus ketika Sandara mendaratkan tamparan keras di pipi Hyuna.


Plak!


"Aw!!!" Hyuna mengaduh. Wanita itu memegangi pipinya yang mulai memerah dengan tangan Sandara yang tergambar sempurna di sana.


"Teganya kau melakukan cara kotor ini! Aku tak menyangkanya, Cho Hyuna! Aku membatalkan kolaborasi kita," tandas Sandara yang kini mencoba berlalu dari ruangan itu.


"Tunggu Sandara! Argghh—" Hyuna tak dapat menahan langkah Sandara dan hanya bisa membiarkan rekannya itu pergi begitu saja.


...♡♡♡...


Jaewon melangkah turun dari pesawat. Pria jangkung itu menghirup udara dalam-dalam. Ia begitu senang karna telah kembali dari Amerika. Proyek musiknya memang belum selesai, tapi ia sudah rindu dengan keluarganya. Terutama sang kakak. Entah mengapa ia begitu penasaran dengan kisah cinta kakaknya itu. Sepulang dari sini ia hanya akan pergi ke rumah kakaknya dan menanyakan tentang kabar hubungannya dengan Jennie Kim.


"Sejauh mana hubungan Jinu hyung dengan Jennie Kim? Aku tak sabar menanyakannya." Jaewon terkekeh. Pria itu menaiki sebuah taksi dan berniat untuk langsung menuju rumah Jinu.


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, ia akhirnya sampai. Langkahnya tertahan ketika mendapati seorang gadis berdiri di depan gerbang rumah Jinu.


"Siapa dia?" Jaewon bertanya-tanya, meskipun siluet gadis itu nampak familiar di matanya.