Lovely Stranger

Lovely Stranger
Penjelasan



"A-ayah.. Aku.. Aku.. Bisa jelaskan.."


Jinu terbata menatap raut ambigu dari sang ayah. Lelaki separuh baya itu menatap gadis yang kini bersembunyi di balik tubuh Jinu. Dalam hati, gadis cantik itu merutuki dirinya sendiri.


Mana aku tahu kalau ayahnya yang datang..


Ia bergumam dalam otaknya.


"Apa dia pacarmu?"


Tanya sang ayah, Kim Seunghyun.


"Bu-bukan- aw.."


Sesaat setelah Jinu menggeleng, sebuah pukulan pelan mendarat di kepalanya.


"Aissh.. Bocah ini, kalau bukan pacarmu lalu siapa? Pembantu mu?"


Tanya Seunghyun pada putra tengah nya itu. Jinu melirik ke arah Jennie, sebenarnya memang lucu jika mengatakan Jennie adalah pembantunya. Namun, mari kita kembali ke realita bahwa status Jennie disini memang mirip dengan pembantu. Memasak, membersihkan rumah dan mencuci baju.


"E-eung.. Sebentar Ayah, aku harus bicara dengannya.. Silahkan, kau bisa duduk dulu.."


Ujar Jinu sembari menggiring sang ayah masuk dan duduk di sofa ruang tamunya.


"YAKK.. Jangan bersandiwara ya!"


Jawab Seunghyun curiga.


"Ah, tenang saja.."


Jinu menarik lengan Jennie dan mengajaknya ke ruangan tengah.


"Aduh.. Bagaimana ini?"


Panik pria dengan manik rusa itu. Jennie hanya melipat kedua tangannya sambil memandang datar ke arah Jinu.


"Bagaimana jika, kau mengatakan bahwa aku adalah pacarmu?" usul Jennie


"APA?"


Jinu terkejut dengan saran yang baru saja dilontarkan oleh Jennie. Ia pikir ada yang salah di kepala Jennie, usulnya sangat aneh dan bodoh.


"Enghh.. Bukankah lucu jika kita mengatakan yang sebenarnya, maksudku, ini terlalu rumit.. Dan aku tak yakin jika Ayahmu akan dapat mengerti, bisa saja kan, dia malah mengusirku dari rumahmu dan tak membiarkanmu membantuku sama sekali.."


Jelas Jennie, gadis itu menunduk menampakkan rona sedih di wajah cantiknya. Jinu menghembuskan nafas pelan, dan kembali teringat dengan kalimat dari sang ayah yang sebelumnya selalu terngiang di telinga.


Mengingatnya lagi saja sudah membuat Jinu bergidik. Ia tak mau dijodohlan dengan perawan tua, dirinya adalah sosok yang pemilih. Lagi pula ia masih tampan, ia masih bisa mencari wanita cantik yang bertaburan di luar sana.


"Baiklah kalau begitu.."


Jawab Jinu menyetujui saran tersebut. Mereka kemudian keluar dengan senyum aneh, begitu pun Kim Seunghyun yang nampak menelisik dengan raut penasaran di sana.


"Ayo jawab!"


Pinta lelaki separuh baya itu.


"Dia, Jennie Kim.. Pacarku-"


"APA?!! KALIAN KUMPUL KEBO!"


Potong Seunghyun yang langsung saja dijawab gelengan dari Jinu maupun Jennie.


"Bukan seperti itu, sepertinya anda salah paham.. Se-sebenarnya saya datang pagi pagi sekali untuk memeriksa keadaan Jinu oppa.. Kemarin dia agak tidak sehat"


Jawab Jennie, pria di sampingnya memiringkan kepala. Bagaimana bisa gadis di sampingnya ini berbohong dengan natural?


Astaga, aku lupa kalau dia aktris..


Besit Jinu dalam hati. Ia beruntung karena gadis itu bisa berbohong dengan natural.


"Oh begitu"


Seunghyun mengangguk, kemudian melirik ke arah putra tampannya yang nampak berantakan.


"Beruntung kau tetap tampan meski berantakan, kalau kau terlihat jelek pasti Jennie akan memutuskanmu.."


Ujarnya berkomentar pada penampilan Jinu.


"Dia mewarisi gen keluarga Kim, kami semua punya visual yang menawan.."


Bisik Seunghyun pada Jennie, gadis itu terkekeh, namun ia membenarkan hal itu, melihat penampilan ayah Jinu yang begitu tampan. Nampak seperti seorang hot daddy.


Aku penasaran dengan tampang ibunya.


Pikir Jennie.


...♡♡♡...