
Jinu berlalu begitu saja dari hadapan Bomi. Tak ada sedikit pun simpati dari matanya. Pria itu nampaknya telah berubah. Benar, 4 tahun bukanlah waktu yang singkat. Seseorang mungkin akan dengan mudah melupakan kesalahannya. Namun untuk sebuah luka yang renta, mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi.
Bomi tak pernah berpikir untuk memanfaatkan kebaikan Jinu waktu itu. Hanya saja, pria bermata rusa itu begitu bersimpati padanya. Tanpa Bomi sadari, rasa itu bukan hanya sekedar simpati melainkan cinta.
Gadis itu menatap mobil yang menjauh dari hadapannya. Bulir-bulir air mata meluncur bebas ke pipi. Buru-buru ia menyeka air matanya. Tak lucu juga jika ia menarik banyak perhatian orang hanya karna menangis di pinggir jalan
...♡♡♡...
Dua sahabat itu tertawa, membuat bilik rumah sakit yang mereka tempati begitu ribut.
"Ssstttt." Gadis yang berbaju pasien itu menempelkan jari telunjuknya di bibir.
"Kecilkan suaramu! Kita bisa mengganggu pasien yang lain," pintanya. Gadis satunya --si penjenguk-- menjawabnya dengan anggukan. Namun, lagi-lagi ia terkekeh dan tertawa lagi. Begitu sulit baginya menghentikan tawa, apalagi melihat obyek di depannya yang nampak cengo menatapnya.
"Aishh ... Kim Jisoo," protesnya. Gadis yang disebut kini menutup mulut, dan kembali berusaha menghentikan tawanya.
Baiklah, butuh beberapa menit untuk dua orang gadis itu hanya diam agar tak kembali tertawa.
"Kudengar hari ini kau sudah boleh pulang?" tanya Jisoo pada gadis di depannya.
"Kau benar. Jinu oppa akan menjemputku nanti." Gadis itu tersenyum lebar, membuat Jisoo begitu gemas hingga memutuskan untuk mengacak rambut sahabatnya itu.
"Jennie-yaa, bagaimana bisa kau seimut itu? Pantas saja Jinu oppa sangat tergila-gila padamu," ucap Jisoo. Jennie haya terkekeh pelan.
Seseorang masuk ke ruangan itu sembari membawa satu plastik penuh buah.
"Wooahhh ... Mino oppa, mengapa repot-repot?" seru Jennie.
"Aku yang menyuruhnya," bisik Jisoo memberikan kode bahwa buah-buahan yang dibawa Mino adalah atas saran Jisoo.
"Hehe ... Semoga lekas sembuh, Jennie." Mino meletakkan bawaannya di atas nakas.
"Terima kasih. Kalian sangat baik padaku." Jennie tersenyum menatap sejoli di depannya.
Mereka bertiga mengobrol sejenak. Namun, Mino mengajak Jisoo untuk pergi setelahnya untuk kencan. Sekarang tinggal lah Jennie seorang diri di ruangan itu. Ia menatap lurus ke depan, dan cepat saja tenggelam dalam lamunan. Ia mengingat-ingat perjalanannya yang begitu panjang hingga bisa kembali ke titik ini. Jennie pun merasa beruntung dengan kehadiran Jinu di hidupnya saat ini.
"Semuanya terjadi begitu saja, Jinu oppa." Bibirnya melengkung dengan sempurnya. Memang seperti inilah jika ia sedang memikirkan Jinu. Tanpa ia duga si 'Doggie' menyebalkan itu kini telah merenggut hatinya dan tak mau melepaskannya.
Jennie meraba dadanya, gadis itu kembali tersenyum. "Hanya dengan memikirkanmu saja, itu sudah bisa membuat jantungku berdebar-debar."
"Yaa ... Memikirkan siapa?"
Jennie tersentak, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk. Dimana sudah ada seseorang yang berdiri di sana.
Aishh ... Telinganya tak selebar itu. Bagaimana dia bisa mendengarkan gumamanku? Batin Jennie.
"Eung ... Rahasia," jawab Jennie sok cuek. Orang tersebut berjalan mendekat ke arah Jennie, kemudian mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"Yaa ... Kau mau apa Doggie jelek? Kya—" Jennie memejamkan mata seolah siap menerima hantaman yang mungkin saja akan diterima oleh kepalanya. Namun rupanya bukan itu yang terjadi.
Chu...
Kecupan singkat melayang di dahi Jennie. Gadis itu meneguk salivanya, kemudian membuka mata, mendongak menatap wajah sang pria yang baru saja memberikannya perlakuan 'istimewa' tersebut.
"Memangnya kenapa? Kau mau yang lain?"
Yang lain?
Yang LAIN?
YANG LAIN?
Gadis itu kembali meneguk saliva. Ia masih menatap lekat pada wajah pria di depannya. Yap, Jinu. Mata Jennie terfokus pada satu titik yang benar-benar ia gilai. Bibir. Ia memejamkan mata, kemudian pelan-pelan memajukan wajahnya. Bibirnya mulai mengerucut, seolah siap untuk menerima sapuan lembut bibir Jinu.
"Yaaa." Jinu menoyor pelan kepala Jennie. "Waktunya berkemas untuk pulang," ujarnya yang otomatis menghentikan aksi Jennie. Gadis itu masih mengerucutkan bibirnya. Sepertinya Jinu memang begitu gemar mengerjai Jennie.
...♡♡♡...
Beberapa kamera itu menangkap gambar yang begitu jelas. Mereka berada di beberapa titik. Dengan memanfaatkan sasaeng untuk mencari informasi dan mengeksekusi hal penting yang dicari.
Sosok di balik bangku kemudi itu tersenyum. Ia mendapatkan apa yang ia ingin. Ia tahu ia bisa diandalkan kali ini. Sehingga ia tak akan disalah-salahkan lagi karna keinginannya yang kekanakan.
"Baiklah, aku akan berhenti setelah ini. Aku tak mau membuat hidup orang lain sulit lagi," ucapnya. Sungguh ia berjanji. Dirinya pun juga sudah bosan karna apa yang selama ini ia lakukan selalu sia-sia. Ia tak akan pernah bisa mencapai tujuannya, dan justru selalu merugikan orang-orang terdekat termasuk orangtuanya.
"Ini akan jadi berita yang bagus. Sepertinya ini cukup untuk menutupi kasus itu," ucap sang wartawan yang duduk di sebelah.
"Sebaiknya kita cepat pergi, aku ada jadwal syuting satu jam lagi," pintanya.
"Baiklah, Miyeon-ssi."
Mobil itu bergerak melaju dan meninggalkan tempat tersebut.
...♡♡♡...
Sandara geram dengan sikap Hyuna. Bahkan ia tak datang di persidangan pertama. Wanita separuh baya itu berjalan dengan kesal diikuti oleh sang suami di belakangnya.
"Bagaimana kita bisa menghukum orang-orang jahat itu?" gerutunya di sepanjang koridor menuju kawasan parkir gedung pengadilan.
"Tenanglah, sayang. Mereka tak akan bisa lari. Lagipula, mereka sudah divonis bersalah. Kau tak perlu khawatir," jawab Seunghyun sembari merangkul pundak sang istri. Sandara menghembuskan napas pelan. Ia menoleh pada Seunghyun yang kini nampak begitu yakin. Hal itu jadi membuat Sandara merasa lebih tenang saat ini.
"Kau benar, suamiku."
Keduanya pulang sekarang, meski dengan hati yang lumayan kecewa.
...♡♡♡...
Ada 2 artikel di situs N4ver yang cukup menggemparkan pagi ini. Artikel itu mempunyai topik yang berbeda, yaitu skandal palsu CEO dan artis Top dan berita kencan yang liar dari pasangan artis.
Berita mengenai skandal palsu itu disamarkan, sehingga tak ada yang bisa menduga siapakah yang terlibat di dalamnya. Berbeda dengan berita kencan yang jelas-jelas menunjuk kepada idol yang bersangkutan. Oleh sebab itu, netizen lebih terfokus pada berita kencan tersebut.
Media Dispetch memberitakan detail kencan kedua artis tersebut, bahkan memposting foto yang jelas-jelas melanggar privasi artis. Hal itu pun membuat netizen geram dan sibuk menyerang Dispetch. Sedangkan skandal yang satunya justru terlupakan karna hal itu.
CEO 'C' + 'J' diberitakan Membuat Berita Palsu tentang Artis 'K'.
[Breaking] Foto-Foto Kencan 'Rapper' Song Mino & 'Aktris' Kim Jisoo dirilis oleh Dispetch.