Lovely Stranger

Lovely Stranger
Ikut Campur



Seperdetik kemudian Park Jinyoung kembali pada sikapnya yang angkuh. Padahal sebelumnya ia berlaku ramah pada Jinu, tapi ketika ia tahu bahwa pria itu datang bersama dengan Jennie, sikapnya berubah.


"Siapa kau? Apa urusanmu dengan kasus Jennie?"


Tanya Park Jinyoung. Jinu melirik sejenak ke arah Jennie, sejujurnya ia bingung harus menjawab apa.


Oh iya ya, aku siapa nya Jennie?


Pikirnya.


"Arghh.. Itu tidak penting!"


Jawabnya dengan nada bicara yang meninggi.


"Cih.. Kau pacarnya? Kau tak terima kalau pacarmu selingkuh dengan ahjussi tua?"


Sungut Park Jinyoung. Merasa posisinya yang disudutkan, Jennie mencoba menjawab.


"Itu tidak benar! Aku tak pernah berkencan dengan CEO atau siapapun itu, aku bahkan tak tahu siapa yang diberitakan-"


"Aishhh.. Kenapa kau tak mau jujur pada pacarmu? Kau takut diputuskan?"


Potong CEO I.C.E Entertainmet itu. Jinu menatap tajam ke arah pria separuh baya di depannya. Salah satu tangannya menggenggam tangan Jennie, sekedar bersikap untuk menenangkannya.


"Cepat katakan siapa CEO yang kau maksud itu?"


Paksa Jinu. Pria separuh baya di depannya menaikkan salah satu alis, seolah berkata bahwa Jinu tak perlu tahu soal identitas CEO yang dikatakan berkencan dengan Jennie.


"Kenapa kau tak menanyakannya pada gadis yang duduk di sampingmu?"


Jawab Park Jinyoun ketus.


"Ta-tapi aku tidak pernah tahu siapa dia!? Aku tak pernah melakukan itu, aku berani bersumpah!!!"


Hal itu hanya dibalas dengan senyuman sinis dari Park Jinyoung.


"Jangan pura pura tak tahu, Nyonya A bahkan telah memberikan peringatan untukmu-"


Ujar Park Jinyoung.


"Bisakah kau mengatakannya identitasnya dengan jelas? Nyonya A, CEO X.. Itu membuatku pusing!"


Protes Jinu.


"Aku tak boleh mengungkapkan identitasnya pada orang sepertimu.. Itu melanggar hak privasi mereka"


Dalih pria separuh baya tersebut.


"Lalu, kenapa kau tak bisa melakukan itu pada Jennie? Bukankah itu juga melanggar hak privasi nya?"


BRAAKKKK..


CEO I.C.E Entertainment itu menggebrak meja kerjanya karena kesal.


"Cukup bicaranya.. Atau aku akan memanggil security agar mengusir pembuat onar seperti kalian!"


Ancamnya.


"Tak perlu repot repot, kami bisa pergi sendiri!"


Jinu beranjak dari duduknya, ia menarik tangannya Jennie dan membawanya keluar dari ruangan itu. Namun, beberapa detik kemudian ia kembali muncul di ambang pintu.


Ancam Jinu.


"Tak pe-du-li..."


Jawab Park Jinyoung.


Kedua orang itu berjalan keluar dari kantor agensi dengan perasaan kesal. Jennie hanya menunduk dan merasa bahwa apa yang baru saja dilakukan Jinu adalah sia sia.


"Kenapa dia sangat menyebalkan, mana bisa menuduh artisnya melakukan hal yang bukan bukan dengan seseorang yang tak ingin ia sebutkan identitasnya.. Aku heran kenapa orang seperti itu bisa menjadi CEO, bagaimana caranya memimpin agensi? Aishh.. Benar benar tak jelas.."


Gerutu Jinu saat berjalan di sepanjang lorong gedung itu.


"CEO Park tak pernah semarah itu sebelumnya-"


Ungkap Jennie. Pria yang berjalan di depannya menghentikan langkah dengan tiba tiba, Jennie yang dari tadi menunduk pun tak sempat menghentikan langkahnya hingga tubuhnya menabrak tubuh Jinu pelan.


"Kenapa berhenti mendadak?"


Protes gadis yang 15 cm lebih pendek dari Jinu itu.


"Apa itu artinya kau melakukan kesalahan yang besar?"


Tanya Jinu, seolah memulai topik dari gumaman Jennie barusan.


"A-apa maksudmu?"


Jinu berkacak pinggang sambil menatap tajam pada gadis yang di depannya.


"Kau terlihat tak yakin bahwa kau tak bersalah? Sebenarnya apa yang terjadi?"


Tanya Jinu saat merasakan keraguan dari perkataan Jennie.


"A-apa maksudmu?"


Gadis itu tergagap, jujur saja Jinu nampak begitu menakutkan saat ini.


"Kau tak sungguhan berselingkuh dengan CEO X kan?"


"Apa? Tentu saja tidak! Kenapa kau jadi berasumsi seperti itu?!"


Jinu melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap penuh selidik ke arah Jennie.


"AKU BERSUMPAH!"


Ucap Jennie meninggikan nada bicaranya. Kedua manik itu nampak berkaca kaca, hal tersebut membuat Jinu jadi tak tega. Pria itu menghembuskan nafas pelan, lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Jennie begitu saja.


"Tunggu, kenapa jalanmu sangat cepat?"


Protes Jennie yang kini mencoba mengimbangi langkah kaki Jinu sembari berlari kecil.


"Jalanku biasa saja, salahkan kakimu yang pendek"


Sahut Jinu.


"YAKK.. Kau tak setinggi itu.."


Balas Jennie yang kini mencoba berjalan mendahului Jinu dan keluar dari gedung agensi.


...Mereka keluar dan berjalan dengan jarak yang begitu dekat. Tanpa mereka sadari, sebuah kamera menangkap momen tersebut....