
Jinu berlari sekuat tenaga untuk sampai ke rumahnya. Memang bukanlah ide bagus ketika ia harus memutuskan naik kendaraan umum demi bisa berjalan jalan dengan Yuqi. Kini ia justru kewalahan karna harus sampai di rumah dalam waktu kurang dari 15 menit seperti perintah ibunya.
Ceklek!
"Aku pulang!"
Pekiknya dengan suara terengah engah, ia terkejut mendapati wajah murka ibunya, wajah menyebalkan adiknya dan wajah takut Jennie Kim.
Gawat..
Besitnya dalam hati. Ia tersenyum meski nampak kaku, kemudian menghampiri sang ibu.
"Hai Ibu, kapan datang- akhh"
Sapanya yang dibalas dengan pukulan dari Sandara Park.
"Dari mana saja kau anak nakal?!"
Omelnya seolah Jinu adalah bocah berusia 10 tahun.
"A-aku-"
"Jangan jawab dulu! Duduk di sana dan jelaskan semua pada Ibu tentang dia!"
Potong Sandara sembari menunjuk ke arah sofa dimana Jennie sudah duduk disana.
"Baiklah.."
Jawab Jinu yang hanya bisa menuruti perintah Sandara.
"Jaewon berdiri di belakang Ibu!"
Pinta Sandara pada putra bungsu nya itu.
"Siap komandan!"
Jaewon membuat pose hormat, kemudian berdiri di belakang Sandara.
"Aku sudah jawab seperti yang kau minta"
Bisik Jaewon yang kini melirik ke arah Jinu. Menyadari kode dari Jaewon, Jinu hanya mengangguk paham.
"YAKK!! KIM JAEWON, ralat, berdiri di belakang sofa.."
Pinta Sandara yang menyadari para putranya sedang saling mengkode.
"Hehe.. Baik Mom.."
Jawab Jaewon sembari menuruti perintah ibunya, berdiri di belakang sofa.
"Kim Jinu, sekarang jelaskan pada ibu.. apa yang sebenarnya dilakukan gadis tukang selingkuh ini di rumahmu?"
Jinu melirik sesaat ke arah Jennie. Tak habis pikir mengapa justru masalahnya semakin panjang begini.
"Bukankah Jaewon sudah menceritakannya pada ibu?"
Sandara memutar bola matarnya dengan sebal.
"Ibu tahu Jaewon meminjam rarry mu selama 7 hari selama di Korea.. Pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan!"
Ucap Sandara. Ia begitu hafal dengan gelagat kedua putra nya ini. Berbeda dengan anak sulungnya, Kim Jumyeon yang tak pernah macam macam. Duo Kim Jinu dan Kim Jaewon adalah partner in crime.
"Eunghh.. Itu.. Itu. "
Jinu terbata.
"JAWAB! KIM- JINU!"
Tekan Sandara pada putranya.
Jawab Jinu.
"Astaga.. anak nakal ini.. apa yang kalian lakukan? tinggal bersama? kumpul kebo? dan lagi, kenapa kau memilih peselingkuh ini-"
Marah Sandara.
"I-Ibu saja yang tidak tahu.. maksudku, Jennie tak bersalah, dia tak berselingkuh.. aishh.. Berita murahan itu harus dihentikan-"
"Benar! Apa Ibu rela membiarkan calon menantu tenggelam dalam rumor palsu itu!"
Potong Jaewon, namun hal itu segera dibalas dengan kilatan di mata Jinu.
"Apa yang kau katakan?"
Bisiknya kesal. Harusnya Jaewon tak berkata berlebihan seperti itu, mengingat bahwa Jinu dan Jennie tak benar benar menjalin hubungan.
"Kenapa? Benar kan?"
Bela Jaewon pada dirinya sendiri.
"Baiklah kalau begitu, apa susahnya, buat konferensi pers dan katakan yang sebenarnya.."
Ucap Sandara.
"APA? KONFERENSI PERS?"
Kaget Jinu dan Jennie bersamaan.
...♡♡♡...
"Baiklah, aku akan membantu Jennie.."
Ucap Nam Taehyun setelah mempertimbangkan permintaan kedua artisnya.
"Terima kasih Nam-CEO.."
Balas Jinu berterima kasih.
"Oh ya, ngomong ngomong, bagaimana caramu untuk membersihkan nama Jennie Kim?"
Tanya Mino.
"Aku tak punya ide, tapi ada satu hal yang mungkin akan sangat kuat untuk membersihkan namanya.."
Jelas Taehyun.
"Apa itu?"
Tanya Mino dan Jisoo bersamaan.
"Hanya ada satu cara, jadi aku harap kalian setuju.."
"Umm.. Tentu saja kami akan setuju.."
Jisoo mengangguk.
"Katakan apa yang akan kau lakukan?"
Desak Mino.
"Aku akan mengumumkan bahwa aku berkencan dengan Jennie Kim"
"APA?"
Ucap dua sejoli di depan Taehyun bersamaan.
...♡♡♡...