
Jennie mematung saat mendapati sosok di depannya yang memandangnya dengan seksama. Wanita itu memandang Jennie dari kepala hingga ujung kaki.
"Jadi nama mu Kim Jennie?."
Tanya wanita cantik itu. Jennie mengangguk, ia benar benar terkejut ketika ibu Kim Jinu ternyata juga berkunjung ke rumah secara tiba tiba.
"Dimana tempat tinggalmu?"
Tanya nya lagi.
"E-eungh.. Saya.."
Jennie menggantung kalimatnya, tak mungkin kan ia berkata bahwa ia tinggal disini bersama Jinu. Jadi ia bingung harus menjawab apa, di sisi lain, Jinu sedang pergi keluar entah kemana dan meninggalkan Jennie seorang diri berada di rumahnya.
"Tunggu- sepertinya aku pernah melihatmu"
Park Sandara memandang wajah Jennie dengan seksama.
"Bukankah kau orang ini!"
Ujar Sandara sembari menunjukkan sebuah poster iklan yang ia ambil dari dinding supermarket.
Matilah aku..
Besit Jennie saat itu juga.
"ee-eung.. sa-saya bisa jelaskan"
"AKTRIS DENGAN SKANDAL PERSELINGKUHAN?! APA YANG KAU LAKUKAN DI RUMAH ANAKKU?!"
Marah Sandara. Jennie pun tak pernah berpikir bahwa mungkin saja ada salah satu dari keluarga Jinu yang mengetahui soal desas desus akhir akhir ini. Gadis itu tak dapat menjawab, dan beralasan bukanlah keahliannya. Bahkan ia tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun, lidahnya terasa kelu dan jujur ia benar benar membutuhkan pembelaan saat ini juga.
"Yayayaya.. Ibu.."
Sekilas suara itu mirip dengan Jinu, namun ketika orang itu masuk, Jennie segera tahu bahwa itu adalah Kim Jaewon. Satu satunya keluarga Jinu yang tahu alasan mengapa Jennie berada di tempat ini.
"Jaewon, kapan kau kembali dari Amerika? Kenapa tidak memberi tahu Ibu? Dasar anak nakal"
Sandara memukul kepala Jaewon sedangkan sang putra kini berusaha menangkisnya.
"Yaaa.. Ibu, maafkan aku.. Tapi dengarkan aku dulu.."
Dara menghentikan tindakannya.
"Dia Jennie Kim-"
"Ibu sudah tahu!"
Potong Sandara.
"Pacar Jinu-hyung"
Ujar Jaewon melengkapi kalimat nya. Jennie membulatkan matanya, walaupun ia sebenarnya juga sudah menyangka bahwa Jaewon akan menjawab begitu. Sandara memiringkan kepala nya, ia teringat dengan pembahasan sang suami sebelumnya tentang kekasih putra nya.
"Apa putra ku sudah gila? Mengapa ia memacari tukang selingkuh ini?"
Sandara melirik sinis ke arah Jennie.
"Bukan begitu bu, aku akan jelaskan semuanya.. Kebetulan Jinu-hyung menceritakan semuanya padaku-"
Jelas Jaewon.
"Tentang apa?"
"Tentang rumor yang beredar.. Itu semua tidak benar bu, Jinu-hyung sebenarnya ingin meluruskannya.. Aku yakin pasti ada seseorang yang memfitnah calon kakak ipar.."
Jennie kembali membulatkan matanya.
Calon kakak ipar?
Kaget Jennie dalam hati.
Ucap Sandara sinis.
"Saya tidak berbohong"
Akhirnya Jennie mengeluarkan suara nya.
"Benar bu, dia tidak bohong.. Kalau tidak percaya, tanya saja pada Jinu-hyung.."
"Lalu dimana dia sekarang?"
Tanya Dara.
"Ji-jinu-oppa sedang keluar sebentar.."
Jawab Jennie
...♡♡♡...
"Oppa tahu? Belakangan ini aku sedang tertarik dengan sebuah drama.."
Gadis berambut ikal itu berbinar ketika menceritakan hobby menonton drama nya pada Jinu.
"Drama apa yang kau lihat?"
Tanya Jinu sembari menyesap americano yang baru saja ia pesan. Saat ini mereka sedang berada di sebuah kafetaria di daerah Seoul.
"Drama terbaru yang dibintangi oleh Cho Miyeon, ngomong ngomong kami pernah berada di agensi yang sama dulu.."
"Benarkah? Kau pernah menjadi publik figur?"
"Ah tidak.. Aku hanya menjalani masa training selama setahun.. Tapi aku merasa bahwa menjadi publik figur bukanlah impianku, karna aku lebih senang menjadi seniman.."
Ucap gadis berambut ikal itu.
Sempurna..
Batin Jinu, pria itu menatap lekat gadis di depannya. Ia pikir Song Yuqi adalah tipe idealnya saat ini.
"Hari begitu cepat berlalu.."
Ucap Jinu sembari meratapi berakhirnya hari ketika matahari mulai tenggelam saat ini. Ia
"Benar, waktunya terasa cepat sekali.."
Tambah Yuqi.
"Oh ya, bagaimana jika-"
Drrrt drrrttt drttttt.
Perkataan Jinu terpotong ketika ponselnya bergetar. Padahal ia baru saja akan mengajak Yuqi makan malam. Ia meraih benda itu dari saku celana nya, dan jujur saja ia punya niat untuk me-reject panggilan itu. Tapi begitu tahu bahwa si penelpon adalah sang ibu, maka Jinu mengangkatnya.
"Hallo Ibu, tumben menelpon"
"Kemana saja kau anak nakal?! Pulang sekarang atau ibu akan mencincang mu seperti acar timun!"
Jinu segera beranjak dari tempat duduknya. Mengapa ibunya tiba tiba datang ke rumah.
Bisa gawat jika ibu bertemu dengan Jennie.
Pikir Jinu.
"Ma-maaf Song Yuqi, ku rasa aku harus pulang sekarang karna ibu ku baru saja datang.."
Pamitnya.
"Baiklah Oppa.. Hati hati.."
Jawab Yuqi yang seolah tak sempat didengarkan oleh Jinu.