LOVE WITH MY HOT UNCLE

LOVE WITH MY HOT UNCLE
BAB 60 : TAMAT



Soraya sesungguhnya sudah ketar ketir sejak di tangkap di rumahnya. Ia tak tau kesalahannya yang harus ia pertanggung jawabkan, saking terlalu banyak deretan hal buruk yang pernah ia lakukan. Berada didepan penyidik terkait soal pemalsuan hasil tes DNA itu sungguh di luar dugaannya. Bukankah itu hanya ia serahkan pada Kaniya, dan tidak ada pihak yang perlu tau dan mengusik akan hal tersebut. Tetapi Soraya terlalu pintar menutupi kecemasan itu dengan parasnya. Sungguh aktris terbaik yang sangat pintar berlakon dan patut di acungi dua jempol.


Bukan hal yang sulit bagi seorang Tian untuk mengungkap sebuah kasus. Apalagi pemainnya bukanlah orang yang profesional. Banyak celah yang dapat di jadikan bahan untuk menuntut dengan hukuman yang berat nantinya.


Untuk mendapatkan bukti perbuatan semena-mena terhadap Abrar memang tidak semudah yang ia pikirkan, di karenakan CCTV di rumah itu memang sebagian rusak di beberapa bagian dan terutama di bagian belakang. Namun Penggeledahan tersebut menemukan sebuah kasus baru. Yaitu ternyata Handoko merupakan bandar narkoba yang selama ini cukup lihai menyembunyikan identitasnya. Handoko hanya nama di KTPnya, sedangkan di kalangan pemakai dan pelanggannya ia di kenal dengan sebutan bos Aya. Dia berlaku seolah perempuan. Dan yang menakjubkan lagi adalah Bayu juga di temukan sebagai pemakai yang sangat bebas menggunakan barang terlarang itu di dalam kamarnya.


Satu kali mengayuh, dua tiga pulau terlampaui. Itu kalimat yang tepat untuk Tian, ia hanya berkepentingan menangkap Soraya, tetapi justru bandar dan pemakai narkoba yang ia dapat. Sungguh tangkapan besar.


Sudah tau donk, siapa yang paling layak menjadi teman setia Soraya dalam penjara. Tetap suami aslinya, yaitu Handoko. Sepertinya mereka memang di takdirkan untuk bersama. Dalam limpahan suka juga dalam suramnya duka. Duka yang mereka sendiri buat. Mereka tidak sedang di hukum, hanya sedang di ijinkan menikmati buah ketekunan mereka selama ini.


Mereka yang selalu jadi si paling tekun menunggu waktu kejayaan tiba, namun dengan cara yang tidak benar. Tersisa Lidya yang masih harus hidup menyendiri, sebab Handoko dan Soraya menunggu ketok palu akan masa tahanan, dan Bayu segera masuk rehab karena tingkat candunya sudah terlampau berat.


Keadaan Abrar mulai menunjukkan tanda-tanda kebaikkkan. Ia hanya sulit bicara. Dan badanya hanya mati sebelah kirinya. Sedangkan tangan kanannya masih bisa ia gerakkan. Buruknya keadaan Abrar kemarin bukan karena ia hampir meninggal. Namun karena memang tidak pernah di obati.


“Hei … cepat tanda tangani surat ini.” Hardik Soraya pada Abrar baru pulang dari rumah sakit kala itu. Abrar menyambut kertas yang di berikan oleh Soraya padanya. Namun itu hanya kertas kosong. Tak ada tulisan apa apa. Sehingga itu Abrar gunakan untuk menulis saja.


“Apa yang aku tanda tangani? Ini kosong.” Tulisnya di kertas tersebut.


“Siapa yang suruh kamu menulis. Aku bilang tanda tangan.” Soraya geram. Kertas yang sudah ia tandai di mana harus menggoreskan tanda tangan itu, malah di tulis oleh Abrar.


“Apa yang ku tanda tangani …? Isinya apa?” Abrar kembali menulis di kertas yang di berikan Soraya lagi.


“Kamu tidak perlu tau isinya apa, asal tanda tangani saja. Kalau masih mau sembuh.” Ujar Soraya padanya dengan nada kasar tentunya.


Abrar menggeleng.


“Kalau kamu memilih tidak menanda tangani ini. Itu artinya kamu memilih untuk tidak di rawat. Dan sejak sekarang aku tidak menganggap kamu sebagai suamiku. Aku tidak akan melayani kebutuhanmu lagi, apapun itu.” Mengapa kalimat itu seperti ujaran talak. Tetapi, bukankah yang berhak menjatuhkan kalimat talak hanya kaum adam. Perempuan hanya boleh meminta cerai, namun talak akan sah saat suami yang memutuskan.


Abrar menggeleng. Dan sejak itulah Abrar tidak lagi berada di dalam kamarnya. Melainkan di kamar belakang. Sebab sejak itu Handoko yang menggantikan posisinya sebagai suami Soraya. Abrar sering melihat keduanya bercengkrama, kadang saat ia masih bisa duduk di kursi roda, tentu di bantu Kimin untuk mendudukkannya. Ia kerap berkeliling di dalam rumah dengan kursi tersebut, waktu itu ia masih bisa menyuapi dirinya sendiri sebab dalam posisi duduk. Tetapi setelahnya, kursi roda itu sudah di musnahkan Soraya, sebab ia tak senang dengan Abrar yang bisa dengan lincah kesana kemari dengan kursi itu.


Dalam waktu yang tidak lama, perusahaan milik Abrar yang hampir termiliki oleh Soraya pun di ambil alih Abian. Di saksikan pengacara pribadinya, Abian di ijinkan Abrar untuk memimpin dan mengembalikan segala penyimpangan yang terjadi beberapa waktu terakhir.


“Saya atas nama Alice. Mengaku jika beberapa waktu lalu pernah menyebar berita HOAX /ISU perihal perselingkuhan mantan suami saya, Abian Wiguna dan Kaniya Putri Waluya. Yang benar ialah, mereka saling kenal jauh sebelum mengenal saya. Dan menikahpun setelah kami resmi bercerai. Untuk itu, saya melakukan konfirmasi ini bertujuan untuk membersihkan nama Abian mantan suami saya. Dan memohon maaf atas perbuatan nltidak menyenangkan yang pernah saya buat. Untuk Abian dan Kaniya, selamat berbahagia atas rumah tangga kalian. Terima kasih.” Itu petikan pernyataan yang beredar di media ssial dalam bentuk Video juga secara tertulis.


Hal sekecil itu pun tetap Tian kejar untuk Abian dan Kaniya. Memang hal itu tidak begitu penting, sebab isu akan berlalu seiring dengan waktu. Semua akan menjadi lupa karena hanya seperti daun kering yang di terpa angin, bisa saja hilang tanpa meninggalkan jejak. Tetapi, ini tidak semudah yang di bayangkan. Sebab efek dari ulah Alice. Abian sempat menjadi miskin, bahkan banting setir menjadi pedagang di kampung.


Hanya semua jalan hidup Abian dan Kaniya sudah sangat mereka berdua ikhlaskan. Keduanya memilih jalur damai dengan Alice selama mantan istri Abian itu bisa mengembalikan nama baik Abian dan sungguh bersedia mengikhlaskan agar mereka bisa melanjutkan rumah tangga yang bahagia. Tak lupa iringan doa untuk Alice, agar ia menemukan cinta sejatinya.


Ujian cinta antara Kaniya dan Abian usai. Kini mereka hanya menantikan masa menajdi orang tua yang sesungguhnya. Abrar masih memiliki hati. Memilih kembali tinggal di kediamannya bersama Lidya, anak Soraya yang ia tau juga bukan anak kandungnya. Namun, menurutnya Lidya pernah lahir saat ia berstatus suami Soraya. Maka ia masih merasa memiliki rasa tanggung jawab untuk mendidik putri istrinya itu, layaknya serang anak. Sebab ia pun masih belum menceraikan Soraya.


Sementara Veronia, kini hanya menerima haknya sebagai mantan istri Abrar. Sebab dulu ia di usir tanpa pernah memiliki kesempatan untuk konfirmasi apa lagi menuntut hak gono gini. Demi Denoya yang masih membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya, maka Veronia pun bersedia menerima haknya. Tetap tinggal bersama Denoya menyandang status janda juga bersama Sitah, kini mereka sudah tinggal di rumah pribadi yang sudah di berikan oleh Abrar.


Perceraian telah terjadi, tak peduli perpisahan itu menyisakan rasa cinta atau tidak. Bagi Veronia cinta tak harus memiliki, sebab Denoya lah kini masa depannya. Denoya yang harus ia jaga perasaannya. Agar kelak bisa lebih menghargai wanita yang telah di pilih menjadi istrinya.


Dan untuk Abian juga Kaniya, harapan sang mama. Keduanya akan tetap selalu menjaga kobaran api cinta yang pernah membara bahkan bergelora dalam hati keduanya. Sebab lebih sulit mempertahankan di bandingakan meraih segala sesuatu.


TAMAT


Author bangga bisa menyelesaikan ini dalam waktu singkat. Hanya dalam waktu 32 hari. Dan perfrom karya ini sungguh membahagiakan.


Pencapaian ini, tak lepas dari dukungan para readers tersayang.


Terima kasih untuk komen penyemangat dari kalian, ada untaian doa yang tak pernah putus untukku, kalian kesayangan akuh. Terima kasih juga untuk janji selalu setia pada karya selanjutnya.


Yuks … OTW ke judul baru.


Gaskeeeun


Salam sehat untuk kita semua 👌