LOVE WITH MY HOT UNCLE

LOVE WITH MY HOT UNCLE
BAB 26 : CINTA SENDIRI



Lebih dari satu purnama Kaniya menjalani hari-hari sewajarnya, sebagai mahasiswi yang sedang sungguh berkuliah tanpa dampingan orang tua. Tak jauh berbeda dengan anak kuliahan pada umumnya. Hanya bedanya Kaniya tinggal di apartement, bukan di sebuah kost sederhana seperti teman lainnya, juga Lula.


Dan ternyata hal itu membuatnya merasa nyaman. Berbeda dengan sebelumnya. Hidup dalam tekanan saat masih tinggal bersama ayahnya Abrar yang ternyata bukan ayah kandungnya, juga Soraya ibu tiri dan dua anaknya. Juga tekanan rindu pada Abian, paman sekaligus obsesinya.


Mungkin Kaniya yang lebih tepat terlalu terobsesi untuk menjadi yang teristimewa di hati Abian. Dan Abian, tak lebih dari para lelaki pada umumnya saja. Yang tidak pandai menangkis segala godaan yang menghampirinya. Jadilah atas nama cinta, dosa itu mereka jalani.


Entah bagaimana pergaulan Kaniya sebelumnya, sehingga baru kali ini ia bisa memiliki sahabat seperti Lula, kemana saja dia selama ini. Sampai –sampai tidak dapat membangun relasi pertemanan walau dengan sesama perempuan. Dulu Kaniya adalah sosok pribadi yang tertutup cendrung pendiam. Yang di kepalanya hanya Abian seorang. Juga rasa malu yang berlebihan atas perceraian kedua orang tuanya. Ada rasa yang sulit ia bagikan pada siapapun dan merasa tidak ada yang bisa ia percaya jika aib rumah tangga ayahnya ia umbar, walau hanya pada satu orang pun. Kaniya terlalu sok kuat untuk menyandang semuanya sendiri.


Setelah banyak merenung dalam kesendiriannya pasca hilangnya kesucian dan kini hidup sendiri. Kaniya merasa perlu memiliki seseorang tau lebih untuknya berbagi. Dan ternyata itu bukan hanya Abian. Pria yang sangat ia agung-agungkan. Abian tidak sesempurna itu ternyata untuk Kaniya. Kini bukan hanya Lula tempatnya bercerita, Tian juga. Dan Lula hanya tau bagian tentang kehancuran rumah tangga Abrar dan Veronia saja, sehingga kini ia bisa hidup sendiri. Tapi tidak dengan hubungan detailnya pada sosok Abian.


Tian. Tianlah justru yang tau bagaimana hubungan Kaniya dan Abian. Juga tidak dengan susah payah ia mendapatkan informasi, sebab Tian lebih mirip cenayang. Yang sok tau dan sok akrab. Menebak – nebak hubungan Kaniya dan Abian itu.


Seperti saat mereka berdua makan siang bersama. Tian malah dengan gampangnya merangkum jika Kaniya itu sedang menjual dirinya pada Abian. Dengan kata lain, Tian menuduhnya tak berbeda dengan gadis pemuas naafsunya. Cukup keras tuduhan itu, anehnya Kaniya justru semakin melek dengan ucapan itu. Otaknya seperti baru terbuka akan hubungan terlarangnya dengan Abian.


“Kenapa diam … tersinggung?” Tian merasakan perubahan aura di wajah Kaniya.


“Hmm … sedikit.” Jawab Kaniya jujur.


“Kalo tersinggung itu artinya benar. Lupakan saja aku hanya menebak asal. Kan kamu pernah bilang kalian saling cinta. Om kamu itu pasti selalu mengiming-imingkan hubungan resmi padamu, dengan janji akan segera menceraikan istrinya. Tapi, apakah kamu mau mencari tau tentang dia sesungguhnya, sebelum kamu nanti akan sungguh menjadi istrinya.” Hei … kenapa ini terdengar seperti tawaran menarik.


“Gimana …?” Kaniya begitu polos, sampai ajakan Tian untuk mencari tau tentang hubungan Abian dan istrinya bagaimana saja, ia hanya melongo bagai sapi ompong.


“Om Abian itu bilang akan berceraikan …? Tapi yang ada kesininya dia malah jarang muncul. Kamu yakin, dengan begini ia akan segera menceraikan istrinya?” Tian memperjelas maksudnya.


“Om Abi tidak ke sini atas permintaanku. Aku yang ingin fokus dengan TA ku.” Bela Kaniya dengan tegas.


“Yess … lalu. Apakah tidak ada usahanya dalam rangka mendukung mu itu dengan sesekali tetap menyambangimu di sini. Kemana saja rasa rindu kalian yang katanya saling cinta itu?” Kaniya tertegun mendengar kata terakhir Tian.


“Cinta itu suatu emosi dari afeksi yang kuat. Perasaan tajam yang menderu-deru untuk saling memiliki, cemburu juga rindu. Perasaan yang tidak ingin jauh darinya, itulah cinta. Tapi, lihatlah kini. Apa yang sudah kamu jalani beberapa minggu dan bulan terakhir ini. Kamu tetap hidup walau tanpa kehadirannya. Jadi, bukan hanya naskah Skripsi mu saja yang di revisi, rasa cinta kalian juga. Dan itu butuh bimbingan. Aku bersedia jadi dosen pembimbingmu dalam hal merevisi rasa cintamu padanya.” Tian selalu berhasil mengungkapkan diksinya pada Kaniya. Sehingga itu tidak menorehkan luka dan ketersinggungan yang dalam dari hasil analisisnya.


“Kamu mau aku mulai dari mana untuk merevisi cinta kami ini?” Kaniya sedikit tertarik dengan tawaran tentang menelaah ulang hubungannya dengan Abian.


“Huuum … tapi kusarankan tidak sekarang deh. Bukankah Om kamu itu, tidak kamu ijinkan ke sini karena kamu mau fokus dengan Skripsimu. Bagaimana jika kamu selesaikan itu dulu hingga ACC dosen kamu dapatkan. Sambil kamu terus pantau, apakah dalam kesibukanmu, om itu masih ada usaha mendekatimu. Jika iya. Berarti dia memang juga sangat cinta kamu. Tapi jika ia tidak lagi sering menemuimu, artinya ia dapat menahan rindu atau memang tidak pernah rindu padamu. Sehingga fix. Kamu hanya cinta sendiri.” Kenapa seorang lelaki yang mengaku sebagai seorang arsitek ini sangat pintar menganalisis urusan percintaan. Ini bukan ketrampilan seorang penghitung ilmu pasti. Tapi lebih kepada seorang yang ahli dalam fakta Psikologi Cinta. Siapa Tian ini sebenarnya.


“Jadi …?” beg0 Kaniya ga ketulungan. Seperti sapi ompong saja mencerna semua kalimat itu tanpa pemahaman yang bisa ia tarik kesimpulan sendiri.


“Jadi … bereskan dulu TA mu. Nanti aku akan bantu kamu untuk menyelidiki kebenaran ucapan om kamu itu. Apakah benar akan menceraikan istrinya dan segera menikahimu. Paham …?” tanya Tian lebih jelas.


“Okaay.”


“Aku dua minggu kedepan ada job. Dan anggap makan siang kita hari ini, seperti sebuah ajang aku berpamitan. Setelah ini jangan resah, gelisah atau merana karena kehilangan aku, tetangga baru yang baik dan ramah ini.” Kekeh Tian mengacak-acak tatanan rambut pada puncak kepala Kaniya.


“Hah … siapa yang akan merasa kehilangan mu?” Kaniya tidak setuju.


“Setidaknya dua minggu kedepan kamu tidak akan mendapatkan chat tawaran makan bareng aku lagi. Bahkan kamu tidak akan liat siapapun keluar masuk unitku.” Ucapan itu memang terdengar seperti informasi. Agar Kaniya sungguh tidak merasa kesepian lagi.


“Kemana sih …?” akhirnya Kaniya kepo.


“Aku ada job di luar pulau. Ingat jangan rindu aku. Sebab tuanmu adalah Abian bukan Tian.” Kekehnya seolah mengejek Kaniya.


“Siapa yang akan rindu kamu. Emangnya aku Anik.” Kaniya tertawa gurih, segurih penyedap rasa yang selalu membuat candu juga melemahkan fungsi otak , jika berlebihan di gunakan.


Bersambung …