
Akhir dari perjalanan Shadow adalah menjadi anggota UNIVERS 7, dengan tujuan untuk menjadi orang biasa. Aku dan dia memiliki tujuan yang sama, karena itu dia juga masuk ke dalam orang yang harus aku lindungi.
“Oh, benar. Aku juga lupa, kau sudah memiliki nama bukan. Sekali lagi, selamat datang, Hiro”
(Keesokan Harinya)
Rambut merah dari Geng Naga Merah datang ke rumah pagi-pagi buta, aku yang baru memakai sepatu melihat mereka membawa handphone mereka. Wajah mereka sedikit tegang dan marah,
“Ada apa dengan kalian?”
“Ini, bos. Apa anda sudah melihat berita tentang ini?”
Rambut merah memperlihatkan berita The White padaku,
“Ya, aku tahu berita The White, tapi untuk berita dia menangkap pencuri dan preman, aku baru dengan itu”
“Tidak, bukan itu bos. Bukankah anda adalah The White! Dia adalah penipu kita harus memukulnya agar dia jera”
Rambut Merah berbicara dengan nada kecil, agar tidak menimbulkan keributan.
“Tidak, biarkan saja. Orang itu memang palsu tapi ada baiknya jika orang baik membantu sesama. Aku tidak perlu lagi turun tangan untuk mengatasi orang-orang macam kalian”
“Eh? Itu, benar sih”
“Selain itu aku bilang ingin berhenti bukan, kedatangan orang ini sedikit membantuku”
“Tapi entah kenapa aku merasa dia akan membuat sesuatu yang aneh. Apalagi dia memakai nama suci The White, orang bodoh dan idiot seperti dirinya tidak bisa menjadi bos kita”
Mereka sedikit tidak senang dengan pahlawan palsu yang mengkonfirmasikan dirinya sebagai The White.
“Oh benar, aku tidak akan pulang sampai malam, lebih baik jangan kemari nanti malam”
“Eh, aah baiklah. Kami akan datang”
“Geh”
...***...
Sepertinya berita tentang The White cukup popular, sampai orang-orang di jalan membicarakan tentang dirinya. Aku merasa cukup untuk mendengarkan, karena hari ini juga akan menjadi kesibukan yang melelahkan.
“Ferdi” Kak Putri datang ke kelas untuk mencari
“Ada apa kak?”
“Hari ini kita ada rapat jadi jangan lupa untuk hadir”
“B..benar juga, aku ingin memberikan untukmu”
“Em? Kue? Coklat?”
“I..iya, itu untukmu. Kuharap kau menghabiskannya”
“Ya, terima kasih Kak Putri, aku akan menghabiskannya”
“B, begitukah. Kalau begitu aku permisi dulu”
Datang dari kegelapan, Shadow muncul dihadapan. Aku tidak kaget akan kedatangannya karena sudah mengetahui ia berada disini sekitar beberapa menit yang lalu.
“Master, maaf menganggu waktu anda”
“Haa, ada apa? Kau hampir membuat aku membunuhmu”
“Sebenarnya ada informasi bahwa terdapat musuh bernama The White, orang yang nama samarannya sama seperti master dulu. Apakah dia orang baik atau jahat?”
“Oh sepertinya kau sudah mendapatkan informasi itu, cukup kau awasi saja dia. Jika dia berbuat sesuatu yang buruk baru kau lakukan sesukamu”
Aku sebenarnya ingin memberikan Shadow bantuan untuk tempat tinggalnya, tapi ada janji yang tidak bisa kutunggu. Cindi yang cukup sabar menunggu diriku di depan gerbang, kuharap dia tidak melihat diriku bersama Kak Putri.
“Aku duluan Shadow”
“Baik Master”
Sebelum itu aku ingin meminta maaf diam-diam pada Kak Putri karena aku tidak mengikuti rapat OSIS.
...***...
(Pusat Kota)
Aku dan Cindi pergi berkencan di Mall, sudah banyak tempat yang kami kunjungi tapi Cindi tidak membeli apapun selain makanan ringan. Ia sedikit menahan diri, sesuatu akan takut kehilangan.
“Ah, bagaimana jika kita main permainan disana?” ajakku
“Tidak perlu, nanti kita pulang terlalu malam”
Sudah menduga, ada sesuatu yang salah. Mungkin ada juga kesalahanku.
BERSAMBUNG....