LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PEMAGANGAN 8



(Sriwijaya Company)


Awal aku masuk sampai sekarang masih sulit aku jelaskan, atau memang kelas social di perusahaan ini sangat ketat sehingga membutuhkan posisi yang lebih tinggi untuk menindas pekerja biasa.


Selain itu aku melihat beberapa dokumen tentang hal yang tidak mengenakan dari Shadow tentang penggelapan dan pencurian kecil-kecilan oleh pekerja, mereka juga tampaknya selalu enak sendiri membawa perempuan dan sanak keluarga ke dalam kantor.


“Jika dilihat dari laporan ini, sangat mengecewakan”


Semua anggota rapat sangat terkejut mendengar pernyataan ku, dan ada beberapa tatapan tidak puas dengan ku.


“Pak, Tidak, Tuan Muda, Anda masih terlalu kecil untuk melihat hal ini. Dari 5 tahun terakhir kita meningkatkan laba terus menerus” ujar Gilbert dari divisi keuangan


“Benar pak, dan ini juga ide dari Pak Fadil untuk menemukan proyek baru dan temuan baru, sehingga kita dapat meningkat”


“Benar, jangan menyalahkan kami untuk hal ini. Seharusnya bapak berterima kasih pada kami”


Sikap kurang ajar ini sudah aku perhatikan, dan ini alasan aku sejak awal memasang wajah dingin. Aku memang tidak terlalu pandai untuk langsung menilai orang lain, namun walau hanya sedikit dan orang itu berguna maka akan aku pertahankan, jika tidak lebih baik aku membuang mereka.


Mereka hanyalah sampah dan anjing peliharaan yang akan menimbulkan bau busuk dan bisa saja mengigit tangan ku saat lengah.


“Dasar bodoh…”


Benar, pertama provokasi mereka, disini aku adalah pemimpin mereka, lihat seberapa besar kepedulian mereka terhadap perusahaan.


“Ap..”


“Asal kalian tahu, laba tahun lalu dan sebelumnya menurun sangat jauh, pada saat kakek tua itu meninggal, perusahaan ini meningkat hingga 120% dan sekarang hanya tersisa 2 persen, kalian pikir itu bagus? Jangan buat tertawa, kalian semua gagal dan masih ingin berkata aku harus berterima kasih?”


“I..itu..”


Ya, itu aku, beberapa tahun lalu aku langsung mengubah semua hal di Sriwijaya Company, menggunakan semua asset dan saat itu berhasil total. Orang-orang di depan ku diam tidak berkata, dan sadar bahwa aku adalah pemiliknya.


“Saat itu tujuan ku menjadikan perusahaan ini lebih berkembang menuju perdagangan internasional, tapi sekarang di Asia Tenggara saja masih terlalu sulit”


Tidak ada kata, jadi aku melanjutkan bicara, orang-orang disini sudah tua dan seharusnya pensiun, tapi kenapa mereka masih disini. Selain itu aku harus melakukan sesuatu pada perusaan ini ke depan, tentang mimpi malam itu.


“Haa, kalian semua diam? Apakah ada lagi yang ingin memprotes?”


“Jika begitu kenapa tidak Anda sendiri yang memimpin perusahaan ini, anda baru sekarang menunjukan diri. Hal ini menyebabkan banyak masalah beberapa tahun terakhir”


“Itu benar, jika memang Anda tidak bisa selalu di perusahaan, akan lebih baik memilih pewaris selanjutnya. Bukankah baik jika Pak Ari atau Pak Fadil yang memimpin” kata seorang kepala bagian produksi


Aku menatap mereka berdua, dan akan aku lakukan sesuai kemauan mereka.


“Baiklah, bagaimana jika kita buktikan dan tanya pada mereka berdua. Kalian, jawablah dengan jujur, apakah kalian ingin menjadi pemilik utama perusahaan ini? Akan aku berikan dengan senang hati”


Semua tampak terkejut karena aku memberikan jabatan dan kewenangan itu dengan mudah seperti transaksi jual beli. Namun jawaban dari Ari dan Fadil tentu tidak sesuai dugaan mereka.


“Maaf, tapi saya tidak bisa melakukannya. Aku masih terlalu sibuk dengan penelitian ku, jadi tidak bisa memikirkan banyak tentang perusaahan, namun anda meski pun tidak selalu disini anda memikirkan perusahaan” jelas Fadil


“Ya, aku juga tidak ingin hal ini. Aku masih sibuk dengan urusan lain, dan juga kakek yang meminta mu untuk menjaga tempat ini” jawab Ari


Jawaban mereka membuat semua orang tidak memiliki sanggahan lain, aku sudah selesai dan mereka juga sudah.


BERSAMBUNG....