
(Sriwijaya Company)
"Singg"
Mobil mewah berhenti di sebuah gedung perusahaan, terlihat semua karyawan tahu siapa yang datang.
"Semua bersiap, Pak Owner datang"
"Hah?"
Semua karyawan menghentikan semua pekerjaan dan membentuk barisan menunju lift.
"Terima kasih, Frank. Aku akan pulang sendiri, kau luang sekarang"
"Baik pak"
Fadil keluar dari mobil yang di antar Frank, dengan pakaian dokter nya ia masuk ke dalam gedung.
"Haa"
Fadil hanya membuang nafas saat melihat semua karyawan nya membentuk barisan untuk menyambut nya.
"Selamat pagi pak" sapa salah satu karyawan
"Pagi semua nya"
Tanpa banyak bicara Fadil menaiki lift, salah seorang manajer pun ikut naik untuk memberikan informasi mengenai perusahaan pada Fadil.
"Pak, semua berkas sudah ada di meja bapak"
"Baik terima kasih"
"Lalu, hari ini juga ada pak owner lain. Pak Ari sudah ada di ruangan"
"Apa?! Dia ada disini?"
"Benar pak"
"Si sialan itu" sambil mengepal tangan Fadil menahan amarah
"Ting" lift berhenti dan Fadil bergegas masuk ke ruangan kerja nya
Di dalam sana sudah ada orang yang tidur di sofa ruang, dengan makanan instan yang ada di meja membuat kekacauan.
"Hei otak otot! Bangun"
Fadil membangunkan Ari dengan paksa,
"Aw, apa sih? Hah?" Ari bangun dan melihat Fadil datang
"Kenapa kau disini hah? Bukannya ke sana tapi malah bermalas-malasan disini"
"Eh, ahh...aku cuma memeriksa perusahaan kok. Sudah lama aku tidak kesini" jelas Ari
"Kau pikir aku akan menerima alasan itu?"
Kedua pemilik perusahaan Sriwijaya Company saling beradu mulut. Manajer yang melihat kejadian itu hanya diam berkucur keringat dingin.
"Akan aku sampaikan ini pada kapten!"
"Hei dasar mulut ringan, dasar ember"
"Apa katamu?!"
"Mau berantem hah?"
Manajer, Ujang itu pun keluar ruangan perlahan, tanpa diketahui oleh bos nya.
"Haah" Ujang merasa tenang
(Lantai Bawah)
"Pak, bos owner datang semua ya?"
"Iya, mereka lagi melakukan hal biasa kalau sudah bertemu"
"Hahaha, benar juga sih. Mereka kayak kucing dan tikus"
"Kalau memang begitu masih mending, tapi kalau sudah bertengkar serius mereka seperti Singa yang memperebutkan wilayah"
Percakapan itu sampai pada titik temu, tentang keanehan dari perusahaan tempat mereka bekerja.
"Tapi ngomong-ngomong apa bapak tahu, kenapa Pak Ari dan Pak Fadil bisa menjadi seorang pemilik perusahaan ini? Padahal mereka masih muda, dan saya dengan Pak Fadil masih menjalani tugas sebagai mahasiswa"
"Yang hanya aku tahu mereka adalah orang yang terpilih, dan karena mereka juga aku dipilih menjadi seorang pemimpin disini. Jadi aku rasa semua akan baik-baik saja walau mereka masih muda" jelas manager
"Benar, karena ide Pak Fadil dan manajer juga kita mampu meningkatkan laba setiap tahun" Dona dari divisi laporan keuangan ikut berbincang
"Tidak, itu hanya ide Pak Fadil saja, aku hanya menyampaikan. Selain itu mungkin ada ide dari pak Ari atau pemilik utama"
"Pemilik utama?" tanya karyawan
"Ah, tentu saja. Dia jarang kemari sih"
"Iya pak, saya juga selalu dengar kalau pemilik perusahaan ini ada tiga orang, Pak Ari, Fadil dan satu nya pemilik utama. Apa bapak tahu siapa dia?"
"Yah, tahu sih tahu, tapi sulit untuk dikatakan karena dia juga baru satu kali datang ke sini. Kira-kira 2 atau 3 tahun lalu ya"
Semua terkejut mendengar perkataan manajer,
"3 tahun? tanpa ke perusahaan? Apa dia benar-benar peduli dengan perusahaan?"
"Jangan bicara seperti itu, Pak Ferdi adalah orang yang sangat berjasa di balik layar untuk perusahaan ini" jelas Manager
"Benar, bahkan dia merekrut karyawan dari orang miskin dan tidak berada, tapi mata nya selalu benar, mereka semua adalah orang berbakat"
"Pak, jadi nama pemilik utama adalah Pak Ferdi ya?"
"Ya, namanya Ferdi, bisa juga di panggil bos besar"
ARC BLACK PYTHON....SELESAI