
Keributan di pagi hari, kelas seperti pasar dengan menunjukan sebuah gambar di handphone.
"Ada apa?" aku sedikit penasaran
"Ah, Ferdi! Lihat ini, Si Putih kembali"
Si Putih? Aku mengenal nama itu seperti diriku sendiri. Namun tidak aku sangka jika hal yang terjadi terekam kamera.
Saat itu aku menghabisi nyawa anggota Black Phyton, menggunakan jubah putih dulu saat aku memutuskan untuk berhenti.
"Hei, apakah dia kembali karena ada sesuatu yang besar?"
"Iya, dia biasanya muncul kalau ada kejahatan bukan"
"Aku dengar di dekat gambar ini didapat, ada rumah yang dihalang oleh polisi. Apa itu ada hubungannya?"
Mereka semua terlalu pintar untuk memecahkan semua kejadian. Yah, kurasa tidak masalah karena aku tidak lagi melakukannya. Sanjaya juga pasti bisa mengurus semua ini, beruntung fotonya buram.
"Tapi bagaimana dengan Shadow? Apa dia juga kembali?"
Aku kaget karena nama Shadow juga ikut terlibat,
"Ah, benar juga. Di kota kita kan ada Shadow juga"
"Tapi aku dengar, Shadow itu jahat"
"Eh, benarkah? Kukira dia baik karena sudah membunuh banyak orang jahat"
"Bukankah begitu ciri pembunuh bayaran? Aku rasa dia penjahat yang bersembunyi di kota"
"Benar, pakaiannya serba hitam, berbeda dengan Si Putih"
"Wah, jika keduanya berkelahi siapa yang menang?"
"Kurasa Si Putih yang menang"
"Ehh, kurasa Shadow yang menang, diakan pembunuh orang"
"Tapi Si Putih juga sering mengalahkan orang jahat"
"Namun si Putih tidak pernah membunuh orang"
Perdebatan aneh dari siswa SMA, tapi aku sedikit menjadi khawatir. Apalagi mereka tidak berpikir jika dia orang itu adalah orang yang sama.
...***...
(Rumah Pohon)
"Kudengar perbuatan mu diketahui oleh orang-orang, kak" Ari bertanya sambil memakan keripik kentang
Aku tidak menyangkal hal yang terjadi,
"Ehh, kau ingin menggunakan Phobos untuk itu? Kurasa tidak masalah bukan, toh gambarnya buram"
"Benar, Aku yakin Sanjaya juga akan membantu dalam masalah ini" Fadil sampai dari membeli makan malam
"Ya, aku juga berpikiran sama. Tapi jika pihak kepolisian atau TNI yang tidak suka, mereka pasti akan melakukan sesuatu"
"Em, kalau begitu langsung saja kau bilang anggota UNIVERS 7 ada disini"
Ari memberikan saran yang cukup buruk, Fadil langsung memukul kepala nya dengan kaleng Cola.
"Itu tidak bisa bodoh!, Jika kapten melakukan itu sudah pasti kita yang akan kena"
"Benar, jika begitu akan ada pertanyaan kenapa UNIVERS 7 ada disini, dan walau menggunakan nama U7 dunia akan melihat kota ini sebagai keanehan"
"Lalu kau ingin bagaimana?"
Benar juga, aku merasa ini akan berbahaya jika tidak diselesaikan dari dalam. Meminta bantuan Panglima TNI atau Polri terlalu berlebihan.
"Kurasa orang itu bisa membantu"
Ari dan Fadil melihat ku bersamaan, mereka sambil berebut sisa kue untukku.
"Geh, kalian! Ini punyaku bukan!"
"Eehh, habis kue ini enak sekali!"
"Aku juga mau kapten!"
"Kalau begitu pergi beli lagi"
(Satu Jam Kemudian)
Aku memakai pakaian The White untuk menemui seseorang. Hanya sebentar tapi Ari dan Fadil seakan ingin ikut denganku.
"Kapten kau mau kemana? Aku ikut!"
"Aku juga!"
Kedua orang ini seperti anak kecil yang ingin ikut orang tuanya jalan-jalan. Tapi aku tidak berpergian untuk jalan-jalan, melainkan menyelesaikan masalah.
"Geh, kenapa? Aku hanya sebentar"
"Hee, tentu saja aku ikut. Jika itu kapten, pasti akan terjadi sesuatu yang menarik" Ari berdiri
"Tidak boleh, kalian jangan ikuti aku. Aku hanya ingin menemui orang sebentar, lalu pulang"
"Huu, tidak asik" Ari dan Fadil ngambek
BERSAMBUNG....