LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PREMAN PASAR BAB 3



(Sore Hari, Rumah Ferdi)


“Aku ke rumah tante dulu bu”


“Oke, jangan lupa makan malam untuk Regina”


“Iya bu”


Tante Isut kakak perempuan dari ayah pindah ke Palembang karena pekerjaan, namun ia dan suaminya jarang pulang kerumah jadi menyuruh aku menginap di rumah.


Mereka memiliki anak perempuan bernama Regina, umurnya sama denganku dan masuk sekolah yang sama minggu lalu.


Sudah seminggu aku menginap di rumah tante namun jarang berbicara dengannya, ia sendiri sering keluar rumah bersama teman-temannya.


(Rumah Regina, Malam hari)


Sesampai di depan rumah tante Isut aku memasukan kunci,


“Tidak di kunci, ada Gina di dalam” pikirku


“Assalamualaikum”


Tidak ada jawaban, namun aku melihat beberapa sepatu di luar. Tampaknya ia membawa teman ke rumah,


“Gin…”


Beberapa teman perempuannya datang, ada yang di dapur, ada di ruang tamu menonton TV. Tapi keributan terjadi di ruang tamu, Gina dan temannya seperti mencari sesuatu.


“Ada apa Gina?”


“Ah tidak ada apa-apa kok. Kau bisa ke kamarkan hari ini ada teman-temanku”


“Wah ternyata benar Ferdi” salah seorang teman Gina menghampiri


“Ya?”


“Baru kali ini aku melihat dia sedekat ini”


Aku hanya membalas dengan senyuman,


“Oh iya, apa kau melihat dompet terjatuh saat datang kemari?”


“Tidak, memang nya kenapa?”


“Dompet Gina dan Rahma hilang. Kami kira terjatuh atau di copet”


“Hilang? Di copet? Kalian memang habis dari mana?”


“Kami habis menonton film di Oppi Mall, mungkin di copet disana. Kau tahu kan disana wilayahnya preman-preman siapa itu…geng siapa?”


“Geng?”


“Geng Naga Merah” lanjut orang yang kehilangan dompetnya


Aku berpikir sebentar,


“Coba kalian ingat-ingat lagi, dompet nya warna apa? Lalu isi di dalamnya ada apa saja?”


“Dompetku warna hitam, di dalamnya ada kartu kredit dan ATM, uang di dalamnya ada 100 ribu” jelas Rahma


“Kalau Gina?”


“Dompet ku berwarna pink, duitnya tidak banyak tapi ada kartu siswa di sekolah lama dan foto keluarga”


“Kalau begitu coba ingat-ingat lagi, mungkin lupa ditaruh dimana”


“Tidak mungkin, sudah kami cari-cari juga tahu. Di tas, motor, sekitar jalanan juga tidak ada, sudah pasti di copet” tegas Gina


Aku hanya diam agar tidak membuat ia marah lagi padaku,


“Kalau begitu aku akan coba bantu cari jalanan, kalau saja ada”


“Waahh Ferdi baik sekali ya, seperti biasa. Anak Luar Biasa dari sekolah kita”


“Ngomong-ngomong kalian sudah makan atau belum? Aku akan meletakan makanan di meja, kalau lapar makanlah”


Aku meletakkan titipan ibu di meja makan setelah itu pergi membantu mencari,


“Dasar bodoh, padahal lagi serius mencari barang hilang malah disuruh makan”


“Hei Gina jangan bilang begitu, kan Ferdi baik mau membantu”


“Memang nya kenapa sih? Kok kalian sangat suka sekali dengan orang itu? Padahal dia cuma kutu buku yang selalu membaca buku”


“Kau benar-benar tidak tahu ya?”


***


Aku menyusuri jalan, dari rumah sampai ke Oppi Mall, setengah jam berlalu tanpa hasil tidak ada tanda-tanda dari dompet.


Jika memang benar jatuh, mungkin dompet itu sudah ditemukan oleh orang lain.


Motor masuk akan di kenakan uang parkir jadi lebih baik aku kembali,


“Pak, tolong dong dompet saya hilang” seorang wanita mengadu ke satpam


Aku mendengar teriakan ibu itu, tenyata benar ada pencopetan. Bahkan saat siang hari? Apa manusia sudah kehilangan akal sehat.


“Geng Naga Merah kah? Ternyata mereka berulah lagi! Tidak akan aku maafkan”


Aku memutar tujuan ke Markas Geng Naga Merah, jika mereka benar-benar melakukannya akan kubuat mereka merasakan akibatnya.


GENG NAGA MERAH....BERSAMBUNG