LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PEMAGANGAN 11



(Sriwijaya Company, Ruang Rapat)


Semua orang duduk di kursi masing-masing dan saat aku masuk tatapan tajam mereka seperti ingin menerkam ku, meski ada beberapa orang yang hanya menundukan kepala dan mempersiapkan semua dokumen milik mereka.


“Baiklah, rapat kita hari ini adalah tentang perubahan”


Aku duduk di kursi depan tepat di hadapan semua, aku meletakan dokumen milikku di atas meja dan menyuruh sekertaris membagikannya.


“Bagikan ini pada mereka”


“Baik pak”


Setelah menerima itu, mereka membaca dengan seksama dan pada akhir kata mata mereka terbelalak, mungkin sebenarnya ada kejutan di pertengahan surat yang aku buat.


“Itu adalah hasil kinerja yang aku dapatkan dari statistik perusahaan, dan kebanyakan kalian memanipulasi hasilnya, apakah seperti itu bagus dalam menyembunyikan kesalahan”


Semua terdiam, hanya aku dan Fadil yang berbicara sekarang.


“Ini adalah hasil dari perubahan kalian, mulai besok akan setiap departemen akan berganti jabatan, ini sesuai dengan peraturan di perusahaan”


“T..tapi anda tidak bisa melakukan ini tanpa keputusan kami, anda bahkan tidak berpikir dua kali. Ini tidak bisa di biarkan”


“Maka aku akan memberikan kalian kasempatan untuk memberikan argumentasi terhadap diri sendiri”


Semua kelihatan tidak puas terhadap yang terjadi di hadapan mereka, namun mereka juga bodoh saat memberikan argumentasi adalah sesuatu yang aku buat sendiri.


Kulihat mereka menahan emosi, semua tinju mereka siap untuk melayang ke arah ku, ya nanti tinggal aku balas dua kali lipat.


“Akan aku tegaskan sekali lagi, aku adalah pemimpin disini, keputusan ku mutlak, yang ingin menerima silakan saja, jika tidak kalian bisa keluar, dan akan aku katakan ini, siapapun yang berusaha merencanakan sesuatu illegal pada perusahaan jangan pikir akan lepas begitu mudah”


Peringatan untuk sebuah pencegahan, namun aku juga tahu jika mereka tidak akan berhenti meski aku mengatakan semua. Mereka yang sudah menikmati kepentingan dunia tidak akan berpikir dua kali tentang resiko dan masa depan, selama mereka mendapat keuntungan semua hal akan dihancurkan.


“Jika tidak ada lagi maka tolong lihat dokumen yang aku berikan, itu adalah posisi kalian sekarang, dan berikan kinerja terbaik kalian”


Aku membubarkan rapat, dan berniat langsung kembali ke rumah, namun sepertinya ada beberapa masalah datang ketika aku sampai di lantai dasar.


Seorang wanita berpenampilan cantik dengan pakaian formal kantornya sedang memarahi resepsionis perusahaan. Aku tidak tahu duduk permasalahan nya, namun dia adalah pekerja ku dan aku adalah bos nya.


Aku juga tidak ingin menambah masalah jadi aku hanya berdiri di belakang wanita itu dan memperhatikan, apa yang sebenarnya dia ingin kan.


Dilihat juga oleh banyak orang tidak menghentikan mulut wanita itu, ternyata dia melakukan komplane terhadap penjualan yang dilakukan perusahaan ke toko miliknya.


Kak Tysa yang tahu aku berada di belakang nya seperti meminta tolong pada ku, namun aku menyuruhnya untuk tetap diam. Sambil menyentuh bibir dengan jari telunjuk aku tersenyum kecil karena kejadian ini.


Sudah pasti ini adalah sebuah kesengajaan terhadap perusahaan, bagaimana tidak, mana ada orang yang langsung melakukan protes langsung ke perusahaan apalagi bertindak sendirian untuk membuat nama baik nya tercemar.


“Dia pasti di kirim oleh orang-orang itu…”


SELESAI....