LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 8



(MARKAS ALIANSI HOOLIGAN)


Kabut putih bertiup bersama angin di malam hari, membuat suasana menakutkan. Banyak orang berkumpul di depan markas Aliansi Hooligan, itu adalah gabungan dari geng Naga Merah dan kelompok Expose SMA xx.


Kayu dan besi di tangan, gir juga dibawa di punggung, bersiap untuk bertempur melawan Aliansi Hooligan.


Kedua kubu sudah sama-sama siap, karena informasi yang bocor dari pihak Naga Merah, Aliansi Hooligan menyiapkan rencana untuk menjebak.


“Malam ini kita balaskan dendam rekan kita” teriak Rambut Merah


Aliansi Hooligan, perusahaan Vortex dan pembunuh bayaran “Black Pyhton” bersama untuk menghadapi geng Naga Merah. Di sisi lain, Ferdi yang berusaha menjemput Gina tidak tahu apa yang akan terjadi.


“Malam ini akan legenda baru tercipta, hahahaha” tawa jahat Kevin


“Seranggg” teriak Rambut Merah


“Woahhhh!!!”


“Yaaaa!!!”


“Bangs**, mati kalian!”


Geng Naga Merah menyerang tanpa pikir panjang, di sisi lain aliansi Hooligan juga maju menyerang.


“Buk…buk, bak, bak”


Tawuran antara Geng Naga Merah dan Aliansi Hooligan berlangsung, suara pukulan di malam hari sangat terdengar jelas.


Orang-orang yang melihat kejadian itu diam dan menutup semua celah rumah, seolah-olah tidak tahu.


“Buak…bak…bak, buk…buk”


Meski awal mereka memegang senjata tapi karena takut akan membunuh seseorang, semua tanpa sadar melepas senjata di tangan dan melanjutkan dengan adu pukulan.


“Bak..buk”


“Mati kau” teriak Rambut Merah


“Bawa kesini bos kalian! Biarkan aku yang membunuhnya!” tegas Akai dari 5 inti Naga Merah


“Hahaha, sepertinya itu tidak mungkin. Bos sedang sibuk sekarang” ujar Antonio


“Oh jadi kau kenal dengan si Kotek-kotek itu ya” ejek Rambut Merah


“Berani nya kau mengejek bos Vortex! Hahhh” Antonio memukul Rambut Merah


“Buak!”


Rambut merah menahan pukulannya mengggunakan tangan, namun kekuatan Antonio mengejutkan kedua inti Naga Merah itu.


“Bagaimana hah? Masih ingin mengejek lagi”


“Pukulannya kuat sekali, tanganku langsung gemetar”


“Ada satu alasan yang membuat aku mengangkat Antonio menjadi sekertaris ku, selain menjadi tukang tulis dia juga bisa menjadi tameng terkuat” kata Vortex yang menonton tawuran di rekaman


“Biarkan aku bantu bang” Akai berdiri di samping Rambut Merah


“Berdua hah, tidak masalah”


“Hahhhh” ketiganya menyerang bersamaan


“Wush” pukulan dari Rambut Merah dan Akai dihindari dengan mudah oleh Antonio


“Buak!” Antonio memukul perut Rambut Merah


“Akhh”


“Bang Merah! Sialan kau! Rasakan ini”


Akai adalah salah satu inti dari Naga Merah, tubuhnya sangat berisi dan wajahnya cukup menakutkan.


Lemak di perutnya adalah keunggulan, ia sendiri menjadi salah satu ujung tombak dari Naga Merah pada saat kejayaannya.


“Badanmu itu sedikit besar makanya lambat! Buak!” serangan Antonio berhasil mengenai dada Akai


Akai terhempas ke tanah, luka lecet pasti ada di tambah sakit dari serangan kaki Antonio.


“Kalian ini terlalu meremeh kan mantan atlet tinju” ujar Antonio


...***...


(Joko VS Aryo)


“Dimana orang yang bernama Dio?”


“Hah, lawanmu sekarang adalah aku, jadi kau Joko si musuh Kevin”


“Kevin? Jadi dia ada disini juga?”


“Tentu, disini kami berkumpul untuk membuat kalian jadi cacat”


“Kita lihat saja, hahhh” Joko mulai melancarkan pukulan ke wajah Aryo


“Satt” Aryo menghindari pukulan Joko


“Kemarin aku kalah satu pukulan oleh anak lain. Saat aku ingin memukul Ferdi, dia dengan cepat memukulku. Aku tidak ingat yang terjadi setelah aku menyerang Ferdi, tapi aku tahu orang tinggi itu sangat kuat” batin Aryo


“Kali ini aku tidak akan kalah!” teriak Aryo


“Bakk” serangan Aryo berhasil mengenai Joko


Namun Joko tidak diam dan membalas dengan serangan, kali ini jual beli pukulan di lakukan oleh keduanya.


“Buk…buk…bak”


“Keh…”


“Ini tidak sekeras pukulan orang itu, tapi…jika terlalu lama, aku….” pikir Aryo yang mulai kehilangan kesadaran


Joko adalah orang yang sering beradu pukul dengan lawan yang kuat, sejak SMP ia dan lawannya saling membalas pukulan tanpa henti.


Bagi Joko, pertarungan ini sudah biasa dan pukulan Aryo tidak sekuat Kevin atau Dio.


“Kau lah yang berakhir!”


“Buakk!” pukulan keras ke pipi kanan Aryo membuat Joko menang


“Gubrakk!” tubuh besar Aryo tumbang dengan keras


Aryo kembali kalah oleh orang lain, tapi dia puas dengan pertarungan ini, tidak seperti kemarin yang membuat ia takut untuk bertemu dengan orang itu lagi.


Bagi yang melihat pertarungan Joko dan Aryo tentu saja bukan hal biasa, pemimpin sekolah berhasil mengalahkan salah satu pemimpin musuh. Rasa percaya diri teman-temannya meningkat, dan pertempuran semakin panas.


PERTEMPURAN ALIANSI....BERSAMBUNG