LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC BLACK PYTHON 2



(Sabtu, Malam hari)


"Hari ini, lautan darah akan tercipta setelah sekian lama"


Semua siap, informasi dan perlengkapan telah lengkap. Misi pembasmian tentara bayaran "Black Python" di mulai malam ini.


(FLASH BACK)


"Del, semua sudah siap?"


"Sudah kapten, ini informasi yang kau inginkan. Dan beberapa perlengkapan yang kau minta"


Informasi mengenai asal usul Black Python, dimana markas mereka di Indonesia, dan jumlah mereka.


Lalu untuk perlengkapan aku meminta Fadil untuk menyiapkan beberapa barang seperti gas tidur dan pakaian "Si Putih".


"Apa aku boleh ikut?"


"Tidak perlu, cukup aku saja. Kemarahan ini, cukup aku saja yang melampiaskan nya"


Tatapan Ferdi membuat tekanan pada Fadil, mengingatkan pada dirinya kapten haus darah dahulu.


Menyerang dan menghabisi musuh tanpa takut, membuat Medan pertempuran menjadi lautan darah dengan kecerdikan dan kekuatannya.


"Kau akhirnya kembali kapten" batin Fadil


Harapan berbahaya dari saudara yang menginginkan kembalinya sang monster. Benar, Fadil telah berhasil membawa Ferdi ke dirinya dahulu.


...***...


(MARKAS BLACK PYTHON, GEDUNG TUA PALEMBANG)


"Bos, apa benar kita akan membunuh anak itu?"


"Tentu, tapi setelah bala bantuan datang. Kekuatan kita sekarang masih kurang untuk menghadapi monster itu. Sebagian anggota, tidak, semua anggota harus menyerang bersama untuk mengalahkan anak berkaca mata itu"


"Sayang sekali itu tidak akan terjadi"


Suara bergema masuk ke dalam ruangan, jika dilihat dari luar beberapa orang sudah tumbang dengan kepala terpotong dari tubuhnya.


"S..siapa itu?"


"Orang yang akan mengirim kalian ke neraka"


Seseorang keluar dari kegelapan, melewati pintu masuk menuju orang-orang berbahaya.


"Siapa kau hah sialan?"


"Semua nya ser.."


Malam hari tanpa penglihatan dan penciuman yang jelas, anggota Black Python tumbang terlebih dahulu karena gas tidur.


Sebelum menyerang dan untuk menghemat waktu, Si Putih menyiapkan gas tidur untuk melemahkan pertahanan musuh.


"Bruk...bruk...bruk"


"A..apa yang terjadi?"


Beberapa menit kemudian semua orang tertidur kecuali, Roa, Kitan dan salah satu anggota Black Python.


"Apa yang terjadi?"


"Bos, kenapa...aku mengantuk?" Kitan mulai kehilangan kesadaran


"Bruk" salah satu anggota lain jatuh tertidur


"Apa ini? Serangan musuh?"


"Cras...cratt" suara tebasan pedang dari balik pintu ruangan Roa


Roa menutup hidung dan melihat keadaan di ruang tengah,


"Crassh, cratt"


"Hahahaha, indah sekali...darah ini, sudah lama tidak aku lihat, sudah lama tidak aku rasakan" tawa seorang pria dengan jubah putih dan topeng kucing nya


"Lagi...lagi! Bunuh lagi!"


Seketika Roa melihat sebuah pemandangan mengerikan, semua anak buah nya mati di tebas pedang. Darah kental dan amis mengalir deras ke lantai hingga mencapai kaki nya.


"Aa...aahh. siapa kau?"


"Oh, masih tersisa satu" Si Putih mendekati Roa dengan dingin


Roa yang sudah hampir tertidur tidak memiliki kesadaran lagi, ia pun tidak sadarkan diri.


"Bruk"


Dengan penglihatan terakhir adalah anak buahnya di bunuh oleh orang lain dengan tragis, Roa tidak sadarkan diri dan menyusul anak buahnya.


"Crass"


Tanpa pikir panjang Si Putih menebas leher Roa hingga putus. Di bawah sinar bulan, cahaya dari pantulan darah manusia sangat terang di dalam gedung tua.


Si Putih yang menghabisi 20 orang anggota Black Python pada malam itu menjadi cerita legenda lain.


"Haa, tidak aku sangka akan berakhir seperti ini. Kalian semua, selamat pergi ke neraka"


Si putih duduk di atas mayat Roa, tanpa kepala dan darah di tangan dan kaki. Matanya memerah, detak jantungnya menjadi cepat, penciuman dan penglihatan menjadi lebih tajam.


Ferdi, Si Putih telah kembali menjadi monster gila si haus darah.


"Krak!" suara seseorang merangkak di lantai


Si Putih menyadari suara itu, seorang wanita anggota Black Python, Kitan masih hidup.


Berusaha merangkak untuk melihat keadaan anggota lain, namun sebuah pemandangan mengerikan yang terlihat.


"A..apa? Kau?"


"Tak...tak...tak" jalan kaki Si Putih


"Jangan mende..kat, jika tidak semua anggota Black Python akan mengincar mu"


"Hihihi, aku tidak takut, bahkan jika dunia ini menjadi musuh ku. Akan aku hadapi, dan akan aku bunuh mereka semua"


"Kau..."


"Black Pyhton bukan? Kalian semua sudah tamat, tidak akan aku biarkan kalian semua hidup tenang di dunia ini. Hahaha, benar...kalian semua harus mati!"


Mata Kitan melihat kesenangan dari sikap Si Putih, dan yang melanda dirinya saat ini adalah ketakutan yang mendalam. Bahkan ia sampai terjun ke jurang ketakutan yang dalam.


"T.. tolong maafkan aku" pinta Kitan ketakutan


"Hahaha, bodoh. Apa kau pikir aku akan melepaskan wanita? Tidak, semua orang yang menjadi musuh ku, orang baik, orang jahat, baik pria atau pun wanita, tidak segan aku bunuh"


"T..tidak!"


"Karena aku adalah malaikat pencabut nyawa.."


"Crass"


Si Putih kembali memengal kepala orang, tanpa rasa iba dan kasihan. Emosi dan kemarahan menjadi satu, sebuah dendam yang membara.


Tidak berhenti disana ia kembali berjalan menuju ruangan di sudut gedung, mencari apakah masih ada orang yang hidup. Dengan satu tujuan, yaitu membunuh mereka semua tanpa sisa.


BERSAMBUNG....