LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 14



Masih berlanjut "Roa VS Akai dan Merah"


“Sepertinya kalian sudah selesai ya” suara asing mengkagetkan Akai dan Merah


Mata mereka terkejut setelah melihat orang di belakang mereka, ketika suatu rasa percaya diri dari kemenangan akan membuat suatu kelompok menjadi termotivasi.


Namun setelah pertarungan berat melawan Antonio, pasukan mereka kalah oleh satu orang asing dari perusahaan Vortex.


“Apa?! Kalian…siapa yang membuat…”


“Itu aku, tapi benar saja kalian itu sangat lemah sekali” tegas Roa


Sebagian besar Geng Naga Merah dikalah kan oleh Roa, mereka pun kembali ingat dengan kejadian pertarungan melawan si Putih.


Rambut merah dan Akai sendiri pun tahu mereka semua tidak akan bisa mengalahkan orang di depan pandangan.


“Hanya Ferdi yang bisa menghadapinya” pikir Merah merasakan tekanan berat dari Roa


Meski tahu kalah keduanya tidak ingin menyerah, malu pada rekan mereka yang telah gugur dan bertarung.


“Bang aku akan menahan pergerakannya seperti tadi, kau bisa menyerang selanjutnya”


“Baiklah”


“Hahhh”


Keduanya mulai menyerang bersamaan, ketika Akai ingin memegang tubuh Roa,


“Buak!” pukulan ke wajah Akai dengan telak


“Akhh!” Akai terjatuh sebelum bisa memegang Roa


“Kupikir kalian bisa menghiburku karena bisa mengalahkan si sekertaris itu”


“Akai! Sialan kau!”


Keduanya saling beradu pukulan, tapi dengan tingkat berbeda Roa berada di atas Merah.


Bahkan kekuatan Roa adalah terkuat di medan pertempuran saat ini,


“Dak!”


“Ahhk!”


“Buak!”


Serangan Roa membuat tulang rusuk Merah patah, pertarungan singkat yang membuat kondisi berbalik.


“Akkhh, sakit!”


Merah berguling-guling kesakitan di tanah, melihat pemimpin dari mereka terjatuh yang lain ikut membantu.


“Hanya begitu saja?” tanya Roa


“Bang Merah!” teriak Joko


“Jangan mendekat, larilah!” teriak Merah


“Ohh, anak sekolah kah? Kurasa boleh juga untuk menghilangkan rasa bosan. Atau kalian semua seranglah bersama!” teriak Roa


“Cih, rasakan ini!” serang Joko


7 orang bersama-sama menyerang Roa, termasuk Joko dan Bagas bersama Geng Naga Merah.


Bagi Joko yang berhasil mengalahkan salah satu musuh kuat, ia merasa bisa mengalahkan Roa.


“Buak! Buak! Duak!” tiga orang terkena serangan Roa dan langsung pingsan


“Set” Roa menarik baju salah satu anggota Geng Naga Merah


“Buak!” serangan penuh pada wajah


“Hahhhh!”


“Buak!”


Serangan Joko dan Bagas mengenai Roa, namun tidak berpengaruh sedikit pun.


“Hah…hah…hah!” pukulan bertubi-tubi dari Joko


“Sudah kuduga kalian terlalu lemah…”


Roa membuka tangan dan menampar wajah Joko,


“Plakk!”


Cepat dan kuat, tidak bisa dihindari oleh Joko.


“Ngiiinggg” suara dengingan di teliga Joko setelah menerima tamparan keras Roa


“Jok!” teriak Bagas berusaha membantu


“Satu lagi!, buak!”


Berbeda dengan Joko, Bagas mendapat hadiah pukulan di perut.


“Buakh!”


“Sakit!, kuat sekali, aku….” seketika Bagas kehilangan kesadaran


“Ba..gas…” Joko pun ikut pingsan saat mendekati Bagas


Sembilan orang dikalahkan dengan mudah oleh Roa, membuat semua tidak berani lagi melanjutkan pertarungan.


“Brak!” suara orang terjatuh


Pertarungan Kitan dan Putri juga berakhir dengan kemenangan Kitan dari Black Pyhton,


“Selesai bos?”


“Belum, aku masih bosan. Kalian semua!...serang aku! Kalian semua serang aku bersama!” teriak Roa


Semua diam tidak berkata,


“Kalau begitu biar aku saja yang maju!” Roa bersiap menerjang semua orang


“Jangan begitu, kau sendiri harusnya sadar bukan mereka bukan lawanmu?”


“Siapa kau?” tanya Roa


“Seperti kalian, aku hanya orang yang tidak sengaja lewat”


Fadil berjalan kearah Roa dan Kitan,


“Kretek…kretek!” bunyi tulang dari Fadil bersiap pemanasan


“Bos Fadill, anda…larilah” ujar Merah di tanah


Fadil yang melihat Merah membalas dengan senyuman,


“Kalian kalah dengan orang seperti ini? Benar-benar memalukan nama kak Ferdi”


“Kau…berani-beraninya menghina kami. Apa kau tidak tahu siapa kami hah?” ujar Kitan


“Aku tahu, kalian adalah anggota Black Python”


“Kau sudah tahu, lalu kena…”


“Tapi kalian benar-benar berani sekali datang kesini. Kalian semua sudah tamat, Black Python akan menghilang sebentar lagi”


“Jangan banyak bicara bocah!”


Roa tanpa aba-aba menyerang Fadil, pukulan dan tendangan dilancarkan bertubi-tubi namun tidak ada yang mengenai.


“Apa? Mustahil!” kaget Roa


“epigastrium”


“Duk!”


Fadil menyerang ulu hati Roa, tidak kuat tapi terkena telak. Roa sendiri mengalami kesakitan setelah menerima serangan Fadil.


“membran timpani”


Seperti serangan Roa sebelumnya, Fadil menampar telinga Roa.


“Ngiingg” Roa mulai kehilangan keseimbangan


“Bos!” Kitan berusaha membantu Roa


“vertebrae!”


Serangan terakhir Fadil membuat Roa tidak sadarkan diri, walau hanya serangan kecil namun tepat ke titik vital.


“Brak!”


“Bos! Dasar bocah!”


Kitan yang tidak sadar bahwa Roa kalah hanya dengan beberapa serangan, bukan kebetulan namun mematikan.


“Sat…sat…sat…sat”


Fadil menghindari semua serangan Kitan, saat itulah sebuah tekanan besar membuat semua sadar.


Orang yang menghadapi Roa dan Kitan dengan penampilan kutu buku, ternyata sangat kuat walau belum serius bertarung.


“Sratt” rambut Kitan di pegang Fadil


“Plak!...Plak…Plak!” tamparan berulang dari Fadil


“Kuat sekali, selain itu rambutku tidak bisa lepas” pikir Kitan


“Ada apa? Sudah selesai, bahkan aku belum selesai pemanasan” ujar Fadil berhenti menampar


“Dia terlalu kuat, bahkan lebih kuat dari kami. Siapa kau sebenarnya?” pikir Kitan


Bak bisa membaca pikiran Fadil pun menjawab,


“Aku adalah orang yang numpang lewat” kata Fadil sambil menatap Kitan


Kitan melihat sebuah tatapan dalam dari Fadil, warna putih dan hitam berubah menjadi merah.


Kitan sadar bahwa orang di depannya sangat berbahaya, bahkan anggota Black Pyhthon bukan lawannya.


(FLASH BACK)


(Rumah Ferdi)


“Siapa mereka bos?” tanyaku pada bos Ferdi


Fadil dan Ari yang sedang makan di ruang tamu mendengar percakapan,


“Oh mereka sahabat-sahabatku, tapi bisa dibilang seperti saudara kandung sih”


“Tapi kenapa mereka sering memanggil bos dengan sebutan kapten?”


“Entahlah, mungkin alasannya sama seperti kalian yang memanggilku bos”


Jawaban dari bos Ferdi selalu membuat aku bingung, namun aku tahu jika mereka berdua yang dikatakan sahabat bos bukan orang biasa.


“Apa mereka juga seperti bos? Kuat?” tanya ku dengan memberanikan diri


“Ternyata kau sudah mulai banyak bicara ya” ujar Ferdi yang membuat Merah ketakutan


“Eh, tidak bos. Maafkan aku”


“Tapi benar juga. Untuk saat ini mereka sangat kuat, bahkan lebih kuat daripada aku”


Sebuah pernyataan dari bos Ferdi bahwa kedua temannya lebih kuat dari dirinya, saat itu aku masih kurang percaya jika masih ada orang yang lebih kuat dari Si Putih.


“Sekarang aku percaya, dia lebih kuat dari bos Ferdi” pikir Merah melihat pertarungan Fadil


“Semuanya sudah selesai, jika ada yang masih ingin bertarung silakan” ancam Fadil


Semua diam seakan tidak percaya, bagi Aliansi Hooligan, Roa dan Antonio adalah pilar kekuatan mereka dalam pertempuran ini.


Namun keduanya kalah, dan hanya tersisa Kevin, meski begitu semangat Aliansi Holiggan telah menurun.


Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan Geng Naga Merah, di akhiri oleh Fadil yang hanya bersenang-senang.


Dan tanpa di ketahui, pemimpin dari Aliansi Holiggan sendiri sudah kalah di atas atap, melawan seseorang yang seharusnya tidak dilawan.


BERSAMBUNG....