
“Anak itu? Si Putih” Raka terkejut sampai tidak bisa berkata-kata
“Mungkin kalian tidak percaya, karena penampilan dan tubuhnya yang begitu. Tapi kami tahu karena kamu melihat wajahnya sendiri, satu tahun yang lalu”
“Hei, hei dimana dia?” seseorang datang tergesa-gesa
“Ketua? Anda datang”
Orang yang datang adalah Naga Merah, membuat anggota lain lebih terkejut karena tidak biasa di datang ke markas.
“Dia sudah pulang ayah”
“Apa? Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya”
“Bahkan ketua juga, apa benar anak itu adalah Si Putih?”
“Kalian jangan melihat luar saja, aku juga saat bertemu dengan nya sangat terkejut. Namun setelah bertarung aku tahu dia adalah monster, kalian bahkan tidak bisa mengalahkannya”
“Apa anda serius ketua Naga?”
“Sebelum pergi dia bilang agar aku dan geng ini tidak membuat kekacauan lagi, lalu membantu masyarakat jika tidak dia akan kembali dan mengambil nyawa kami. Kupikir dia kemari untuk mengambil nyawa kalian, jadi sebenarnya kenapa dia kemari?”
Rambut Merah menjelaskan semua dari awal kepada ayahnya, disaksikan oleh anggota lain.
“Begitu rupanya, kalian harus mencari dompet adiknya bagaimana pun. Lalu untuk mu anak baru, minta maaf pada Bos besar besok jika tidak ingin mati"
“B...baik Bos”
“Oppi adalah wilayah Dodo, kenapa dia tidak mengatakan apapun? Apa perlu kita panggil dia”
“Tentu saja, panggil dia kemari” tegas Naga Merah
“Dan untuk yang lain jangan pernah katakan pada siapa pun kejadian ini”
“Baik bos”
Keadaan tegang masih meliputi geng Naga Merah,
“Tapi bos, boleh kami tanya siapa sebenarnya Dia itu?”
“Benar juga kalian tidak tahu ya, kalau begitu akan aku ceritakan masa lalu Geng Naga Merah melawan Si Pahlawan Jalanan, Si Putih”
(FLASH BACK)
(Satu tahun lalu, Markas Naga Merah)
"Jledar!" guntur terdengar seakan hujan besar ingin turun
Saat itu kami bersiap untuk mengambil sebuah wilayah,
“Hari ini kita akan mengambil alih wilayah Patra Jaya, kita habisi geng monyet itu”
“Woahhh!!!” teriak para anggotanya
Namun saat itu tanpa ada tanda atau peringatan dia muncul di depan gerbang markas,
“Wah, wah sepertinya kalian sangat bersemangat” ujar Si Putih duduk di atas pohon
Penampilan seperti ninja, wajah di tutupi topeng, jubah putih dan pakaian serba putih. Awalnya kami tidak tahu siapa dan kenapa dia datang kemari.
“Siapa kau hah, berani sekali datang kemari sendirian”
“Cuma orang lewat, tapi karena kalian ingin membuat masalah jadi aku istirahat disini dulu”
“Kami tidak punya waktu untuk mengurus orang gila, tapi jika ingin mati akan aku kabulkan permintaan mu”
“Apa kalian ingin tawuran dengan geng lain? Tapi maaf saja mereka semua sudah tidak bisa berdiri”
“Apa maksudmu hah?”
“Kalian akan tahu sebentar lagi, sebenarnya aku tidak punya masalah dengan kalian. Namun ini untuk kehidupan nyamanku dan kalian menganggu masyarakat”
“Ayah biarkan aku menghabisinya”
Rambut merah maju dan menyerang Si Putih menggunakan alat pemukul bisbol.
“Rasakan ini orang gila”
“Sayang sekali aku bukan orang gila, aku sebenarnya hanya bosan dan berjalan-jalan”
Si Putih menghindar dan menendang kaki Rambut Merah hingga terjatuh,
“Wah senjata yang bagus, aku pinjam sebentar”
“Bukk!”
“Akhhh” Si Putih memukul Rambut Merah hingga pingsan
Semua orang memanas dan tanpa aba-aba menyerang bersamaan, bagaimana pun mereka ingin membalas Rambut Merah.
Dengan senjata kayu, samurai dan benda tajam lain mereka menyerang Si Putih.
“Buk…buk…buk”
“T..tidak mungkin”
Si Putih menghajar semua anak buah Naga Merah, dalam waktu 1 menit 20 orang tumbang dengan darah di wajah mereka.
Serangannya mengarah di tempat yang sama, wajah…dengan sekali pukulan lawannya langsung jatuh, namun dia bisa menghindari serangan 30 orang dengan senjata.
Dia bahkan belum mengeluarkan semua kekuatan,
“Bos biar kami yang tangani ini”
“Hahahaha, lagi, lagi, majulah!” suara tawa dari Si Putih dari balik topeng
4 inti lain serta Naga Merah masih belum menyerang, namun setelah anak buah terakhir tumbang, mereka bergerak.
“Oh ada wanita juga ternyata”
“Kuharap kau sedikit mengalah dengan wanita”
“Akhh”
“Aku tidak peduli dengan laki-laki atau wanita”
“Bukk!!!” Si Putih memukul wajah Putri
“Hahahahaha, lagi, masih tersisa kalian bukan”
“Dasar monster” si Kembar Li dan Lu mengeluarkan pisau mereka dan menyerang
“Ohh hampir saja” Si Putih berhasil menghindar dari serangan bertubi-tubi Lu dan Li
Orang ini adalah monster, padahal lawannya ada 2 orang lalu apa dia tidak kelelahan sejak tadi.
“Akai, buat dia kelelahan” perintah Naga Merah
“Baik bos”
Si Putih melepas jubahnya dan melempar kearah Lu dan Li, pandangan mereka tertutup dan dengan cepat Si Putih bergerak ke depan dan saling menghentakkan kedua kepala mereka.
“Akh”
Tidak ingin berlama, Putih menangkap kepala mereka berdua dan menghentakkan ke tanah dengan keras,
“Kena kalian”
“Bak, bak, bak!” suara kepala mereka di hentakkan ke tanah hingga berdarah
“Hahaha, selanjutnya siapa?”
Kedua orang yang tersisa adalah Naga Merah dan Dodi, melihat Li dan Lu di siksa oleh orang gila tentu keberanian mereka menurun.
Namun tidak untuk Naga Merah, ia maju dan menghadapi Si Putih dengan gagah berani,
“Kuakui kau pemberani, ayo kita mulai saja”
Si Putih mengambil kuda-kuda, sementara Naga Merah menyerang langsung. Sejak awal mental telah rusak dan tidak dapat berpikir dengan jernih.
“Hahhh” pukulan dilayangkan
Si Putih menghindar dan membalas dengan tendangan,
“Hup, eh”
Naga Merah menghindarinya, dan dari belakang Akai menangkap Si Putih,
“Bos aku sudah menangkapnya”
“Ohh tidak kusangka kalian akan bermain kotor”
“Rasakan ini” Naga Merah melancarkan pukulan
Si Putih menyerang Akai dengan kepala bagian belakang, wajahnya terkena serangan dan keseimbangan hilang.
“Akh” hidung Akai berdarah
Saat putih menghindar, serangan Naga Merah mengenai Akai.
“Gawat, sialan kau!”
Si Putih mengambil tongkat pemukul dan melempar kearah Akai,
“Plak” tongkat itu mengenai Akai sampai terjatuh
“Pertama urus ikan teri, baru ikan tuna. Majulah!” tegas Si Putih
Naga Merah tahu dia akan kalah, melihat semua anak buahnya tidur di tanah dengan sedikit darah.
Ia sudah tidak dapat melakukan apa pun,
“Dasar sialan!”
Pukulan dan tendangan dari Naga Merah terus di hindari Si Putih dengan mudah,
“Hup, kena kau” Si Putih menangkap tangan Naga Merah
Tangan Naga Merah digunakan sebagai tumpuan dan melayangkan tendangan akrobatik ke dagu Naga.
Keseimbangan goyah, Putih langsung mengambil tongkat pemukul dan memukul Naga Merah bertubi-tubi.
Darah keluar dari kepala Naga Merah, ia pingsan dengan Si Putih duduk diatasnya. Ada beberapa orang yang telah sadar namun berpura-pura tidak sadar.
Di dekat Naga Merah adalah 5 inti Geng, dan tahu mereka sudah sadar. Tidak ada yang bergerak, mereka semua sudah menyerah, kalah pada orang tidak dikenal.
“Ahh panas sekali” Si Putih membuka topengnya
“Hah!”
Beberapa orang melihat wajahnya mereka adalah 4 inti, namun yang lain tidak berani membuka mata.
“Heemm” Si Putih mengambil nafas dan memakai topeng kembali
“Mulai hari ini geng Naga Merah sudah tidak ada” Si Putih berdiri dari atas tubuh Naga Merah
“Jika ada yang tahu tentang ini nyawa kalian lah yang akan menjadi ganti”
Semua yang bangun dan mendengar ketakutan dan memejamkan mata. Malam itu adalah hari terakhir Naga Merah ada, kami di kirim ke rumah sakit paginya.
Lalu beberapa hari kemudian kami medengar jika semua geng preman dan penjahat di habisi oleh Si Putih.
(FLASH BACK END)
“Saat itulah kami mencoba bertobat dan mencari pekerjaan lain”
Anak buah Naga Merah sangat terkesima dan takjub dengan cerita masa lalu itu, namun mereka tidak mengerti inti dari cerita itu dan mereka hanya menangkap aksi heroik dari Si Putih.
“Intinya kalian jangan macam-macam dengan bos jika tidak ingin mati, hanya itu saran dariku”
MASA LALU GENG NAGA MERAH....BERSAMBUNG