LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 10



(Li dan Lu VS Roa dan Dodo)


Li dan Lu adalah bagian dari 5 inti Geng Naga Merah yang terkenal dengan wajah kembar.


“Wah-wah dua orang kembar yang ada di hadapanku. Apakah kalian kuat?” tanya Roa


“Kurasa ini bukan waktunya untuk pilih-pilih, Lu kita hadapi dia bersama” ajak Li


“Baik kak”


“Hei ajak aku dong”


Dodo datang dari belakang Li dan Lu sambil membawa kayu di tangan,


“Dodo, kau juga mau membantu?” tanya Lu


“Tentu saja!”


Saat Dodo mendekat pada mereka, kayu itu di hentakannya pada kepala Lu sekuat tenaga.


“Dodo apa yang kau lakukan? Lu!”


“Hahaha, jangan salahkan aku ya. Aku memang mau membantu, tapi membantu mereka”


“Dodo, kau…kau pengkhianat!”


“Apa?” teriak Putri dari sisi lain yang melawan wanita pembunuh bayaran


“Dodo kenapa kau melakukan ini?” tanya Li


“Kalian sepertinya tidak tahu, tapi mau sekuat apa pun kalian berusaha tidak akan ada hasilnya"


"Kalian akan tetap kalah, musuh kalian terlalu kuat. Dan aku bergabung dengan yang lebih kuat”


“Bajingan ini, kau adalah manusia kotor” Li bangun dan sekuat tenaga menyerang Dodo


Dodo sendiri tidak siap dan mundur ke belakang, namun serangan masih terjadi.


“Akan aku bunuh kau!”


“Sat” tinjuan Li ditahan dengan mudah oleh Roa


Tangan Roa yang besar membuat tangan Li dilahap,


“Sangat lemah” ucap Roa


“Krakk!”


Roa memutar tangan Li sampai patah, teriakan Li terdengar sangat keras. Kini semua orang melihat kekejaman dari Roa anggota Black Pyhton.


“Buak!” pukulan kuat ke wajah Li membuat ia pingsan seketika


“A…aap..apa kau membunuhnya?” tanya Dodo


“Kenapa kau bertanya? Itu salah nya karena dia lemah. Atau kau juga mau seperti dia?” ancam Roa


“T..tidak pak, maafkan aku”


Padangan dari Naga Merah menuju pada Roa, seketika beberapa orang menyerangnya bersama.


“Bagus! Inilah yang aku tunggu, majulah kalian semua!” teriak Roa


“Hahhh”


“Buak, bak, dak, buak”


“Akh, ahk, sakit”


“Walau mereka lemah tapi suasana ini boleh juga” ujar Roa


...***...


(Putri VS Kitan)


“Pandaganmu mengarah ke tempat lain, wanita tua” ejek Kitan dari Black Pyhton


Serangan cepat dari Kitan membuat Putri kewalahan, sejak awal mustahil mengalahkan musuh yang memiliki pengalaman seperti Kitan.


“Kenapa? Kenapa ada pengkhianat di antara kami?”


“Itu karena kalian terlalu lemah. Bahkan kalian sendiri tidak tahu musuh seperti apa yang kalian hadapi”


“Jika kau mengatakan kami lemah itu sangat salah. Di antara kami terdapat orang yang sangat kuat, bahkan bisa mengalahkan kalian semua dalam sekejap”


“Siapa dia? Naga Merah? Aku tidak melihat dia dari tadi?”


“Bos Naga sudah lama pensiun, dia tidak akan kemari. Tapi pemimpin besar kami tidak akan kalah begitu saja, dia sangat-sangat kuat bahkan dia bisa di katakan sebagai monster”


“Hahaha, siapa dia? Jika dia memang begitu kuat, aku ingin kau melihat ketua ku juga. Orang yang sudah membunuh banyak orang di medan perang”


“Medan perang katamu?”


“Tenyata kalian memang tidak tahu ya, kalau begitu akan aku katakan. Aku adalah salah satu anggota pembunuh bayaran dari Timur Tengah, Black Pyhton dan orang yang disana adalah ketua kami, Roa”


“Black Pyhton? Pembunuh bayaran? Jadi kalian…”


“Sepertinya aku bicara terlalu banyak”


Kitan dengan cepat mengeluarkan pisau dan bergerak menuju Putri,


“Sreett”


Pisau Kitan menyayat pakaian Putri, bahkan hampir tembus mengenai tubuhnya. Namun serangan Kitan tidak berhenti dan menerjang kepala Putri.


“Bak”


“Bukk”


Putri terjatuh dalam satu serangan yang membuat ia tidak sadarkan diri, sementara Kitan yang ingin terus membunuh Putri di halangi oleh Lala, anak buah Putri.


“Masih ada yang darah segar rupanya” ucap Kitan


Gadis dengan penutup wajah di mulut itu menyimpan pisaunya, pertarungan ronde kedua dari Kitan dimulai.


“Majulah gadis bodoh!”


“Yaaahhh” Lala maju dengan ketakutan


Kitan melenturkan kedua kaki membuat ia menghindari Lala, saat itulah tidak membuang waktu punggung Lala di pukulnya dengan keras.


Dua orang berhasil ia kalahkan dengan mudah, namun karena tidak puas sebuah keinginan membunuh berubah menjadi membantai.


(Di sebrang jalan)


“Wah sepertinya sudah mulai asik. Tapi mereka benar-benar bodoh tidak menyadari jebakan yang musuh buat”


“Selain itu, sepertinya mereka sudah mulai kewalahan. Hup”


Fadil yang memantau dari kejauhan mulai bergerak, bukan untuk membantu tapi bersenang-senang.


PERTEMPURAN ALIANSI....BERSAMBUNG