
(PASAR TEGAL, SORE HARI)
Dio dan Iaz menunggu Joko dan Bagas keluar dari dalam pasar, mereka sepakat untuk melawan Joko agar tidak menghalangi Kevin lagi.
Walau sebenarnya mereka hanya ingin mengetahui bagaimana kekuatan Joko, dan hanya sebuah keingingan untuk bermain.
“Kau pegang itu dasar bodoh” teriak Bagas pada Joko
“Ini berat tahu”
Bagas dan Joko selesai membeli perlengkapan di pasar, barang bawaan yang cukup banyak sulit untuk berjalan dengan baik.
“Buk” Bagas menabrak seseorang hingga membuat barang bawaan nya jatuh
“Ah ma…af” ujar Bagas
Bagas kaget melihat orang yang di tabrak nya, Iaz si tangan besi dari SMK A, dan di belakangnya Dio dari SMK C.
Bagi kalangan anak yang suka berkelahi di jalan tentu saja Bagas dan Joko tahu kalau kedua orang itu adalah bagian dari Aliansi Hooligan.
Berita tentang pemukulan anak SMA 19, Julian oleh anak-anak SMK yang di pimpin oleh Iaz dan di otaki oleh Dio.
Wajah mereka saling bertatapan, tajam dan benci, membuat ketegangan di sisi Bagas dan Joko.
“Kalau jalan lihat-lihat dong, wah siapa ini? Rupanya si pengecut yang suka bersembunyi, Bagas” ejek Iaz
Seketika ingatan masa lalu Bagas saat di SD kembali, semua perbuatan yang dilakukan oleh Iaz padanya.
Membuat ia pingsan hingga malam masih terbekas hingga sekarang, tangannya bergetar tidak sanggup mengambil barangnya yang jatuh.
“Kau..apa yang kau lakukan disini” tegas Joko yang siap memukul Iaz
Namun gerakannya terhenti oleh halangan tangan Dio,
“Kalau mau bogem jangan disini, ayo kita ke tempat lain”
Mata Joko melotot, namun ia masih sempat berpikir agar tidak menganggu orang lain.
Selain itu akan sangat berbahaya jika dilihat oleh aparat keamanan.
...***...
Ke empat siswa sekolah menengah itu pindah ke belakang pasar yang sudah sepi penjualnya, waktu sore hari dan tempat sepi semakin membuat suasana tegang tidak karuan.
Nafas mereka tidak karuan, siap ingin saling melawan, karena perbedaan kubu dan masa lalu.
“Tidak aku sangka kita akan bertemu di tempat seperti ini”
“Jangan banyak bicara, cepat kita selesaikan ini” Iaz sudah tidak sabar
“Aku tidak punya masalah dengan kalian. Kami sedang sibuk saat ini, jadi…”
Dio menahan Joko dengan berdiri di depan nya,
Tanpa di duga suara pukulan terdengar saat situasi dingin antara Joko dan Dio,
“Buak!"
“Kalian lama sekali” Iaz memukul Bagas sampai terjatuh ke tanah
Joko yang melihat Bagas terjatuh dengan bekas pukulan di wajah naik pitam,
“Kalian ini…” barang yang di belinya si lempar ke tanah
Dio yang tahu Joko sudah kehilangan kesabaran mulai bergerak maju,
“Iaz kau urus teman lama mu itu” perintah Dio
“Hah padahal aku ingin melawan Joko juga. Benar kan Joko…”
“Pakk!” Joko menyerang Iaz membalas Bagas
Pukulan Joko di tahan oleh Iaz, namun itu tidak berarti apa-apa karena pukulan Joko sangat kuat di kalangan anak SMA.
Bahkan sejak dulu dia memiliki pukulan yang kuat,
“A..apa-apaan ini, pukulannya kuat sekali” pikir Iaz
Iaz sendiri dijuluki sebagai tangan besi, karena tangan yang ia latih sejak dulu mampu bertahan melawan Kevin.
Tangan nya bertugas sebagai serangan dan pertahanan, tapi kali ini setelah Kevin dia akhirnya sadar ada orang lain yang memiliki pukulan kuat.
“Padahal sudah aku tahan tapi tanganku sampai gemetaran. Pukulannya seperti palu godam, jadi ini Joko si Pelahap anak SMA” pikiran Iaz mulai goyah setelah mendapat pukulan Joko
“Hahh” Joko menyerang Iaz kembali dengan pukulan
Iaz pun memasang pertahanan dengan kedua tangan, namun serangan Joko berhenti sebelum sampai ke Iaz.
Dio dengan mudah menghentikan pukulan Joko dengan tangan kanannya,
“Kehh” Joko berusaha melepaskan tangannya
Tangan kanan sudah ditangkap, Joko menyerang Dio dengan tangan kiri.
Dio sendiri tidak bisa melihat serangan Joko yang tiba-tiba,
“Bukk” pukulan Joko mengenai pundak kanan Dio
Suara pukulan Joko terdengar seperti orang yang habis terjatuh dari tangga, kuat dan keras.
“Keh!, jadi ini kekuatan Joko. Lebih kuat dari Aryo, ternyata julukan si pelahap anak SMA itu benar adanya”
ALIANSI HOOLIGAN.... BERSAMBUNG