LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PEMILIHAN OSIS BAB 5



(Perpustakaan)


Seperti biasa istirahat pertama aku membaca buku di perpustakaan. Tidak ada penganggu sampai kak Armen datang.


Ia duduk berhadapan denganku, dengan wajah tidak puas dia menemui.


"Jadi kenapa kakak kesini? Bukankah semua sudah selesai"


"Bagaimana kau bisa melakukannya?"


"Hemm, entahlah. Tapi aku hanya dapat bantuan dari orang dalam"


"Putri bilang dia mendapatkan bantuan darimu, aku tidak tahu itu tapi bahkan ayahku pun ikut berpihak padamu"


"Hahahaha, seperti nya kakak sudah tahu. Tapi sejak awal aku tidak melakukan apa pun. Hanya kak Putri yang melakukan tugasnya"


(FLASH BACK)


"Bagaimana kak, mau aku bantu?" tanya ku pada Kak Putri


"Baiklah, katakan dengan jelas"


"Tidak perlu panjang lebar, besok kakak sering saja ke ruang guru. Hanya itu"


Putri tidak mengerti kata-kata Ferdi, sampai ia berada di esok hari.


"Dan untuk kak Armen, kenapa dia sangat memperhatikan aku. Kurasa dia itu Gay, itu saja"


"Eh?"


Aku pergi pulang dengan cepat meninggalkan kak Putri. Namun tidak aku sangka ia mengejar,


"Jangan lari-lari kak, sisakan tenaga untuk besok"


Keesokan harinya Putri mendatangi kantor, disana ia dimintai tolong oleh kepala sekolah. Hari demi hari sampai waktunya pemilihan ketua OSIS.


Banyak guru dan murid yang melihat kinerja kak Putri menjadi menyukai nya.


(FLASH BACK END)


"Kak Putri berhasil mendapat suara karena usahanya sendiri. Orang-orang menyukai nya dan banyak yang memilih nya"


"Tapi jika dilihat, Fitri juga memiliki keunggulan" tegas kak Armen


"Tentu saja, tapi sejak awal aku hanya mengincar kelas 12 saja. Karena kantor dekat dengan kelas 12, suara disana sangat penting. Lalu untuk kelas 11 sudah pasti banyak yang mendukung kak Putri, tapi ada juga yang mendukung kak Fitri karena kepintarannya"


"Namun itu tidak masalah, karena yang utama adalah kelas 10. Mereka belum mengenal baik kak Putri atau Fitri, tapi dengan sering kak Putri bekerja di kantor kelas 10 akan tertarik dan memilih nya"


"Hahaha ternyata kau sudah merencanakan semuanya, lalu bagaimana dengan ayahku?"


"Itu rahasia. Karena aku yakin kepala sekolah sedang ketakutan sekarang"


"Tapi ada hal yang ingin aku tahu, kak Armen kau suka dengan kak Fitri bukan?"


"Apa? Tidak mungkin"


"Hahaha, begitukah. Tapi tidak perlu kau tutupi lagi, kau berpacaran dengan kak Fitri"


"T..tidak"


"Kau ingin aku menjadi ketua OSIS agar kak Putri dan Fitri tidak bermusuhan bukan? Tidak...sebenarnya kau ingin kak Fitri kalah dalam pemilihan"


Wajah kak Armen mulai terlihat mengakui,


"Ada peluang jika kak Fitri menang dan kau tidak ingin itu terjadi. Makanya kau menambah kandidat, tapi mengatakan aku bisa mengubah sekolah ini itu cukup membuat aku senang" jelas ku


"Kau sudah tahu begitu banyak ya, lalu kenapa kau masih menolak?"


"Itulah rahasianya, aku tidak boleh menjadi ketua OSIS"


"Kenapa?"


"Karena membosankan"


Jawaban singkat dan dingin dari Ferdi membuat Armen diam.


"Tapi jika kalian membutuhkan bantuanku katakan saja" aku berdiri


"Kenapa kau sudah mau pergi, bel masih belum berbunyi"


"Karena aku tahu kakak juga ingin bicara sama orang lain kan, aku tidak bisa menganggu. Benarkan?"


Aku tahu jika di meja belakang ada 2 orang yang mendengar percakapan kami. Tentunya mereka adalah kak Putri dan Fitri.


"Aku permisi dulu"


"Krieett" suara pintu tertutup


Ketika Ferdi sudah keluar perpustakaan, Armen mendekati kedua orang di belakang.


"Jadi kalian sudah tahu bukan alasan aku memilih nya. Dia bahkan merencanakan semuanya dengan baik"


"Iya kak"


Armen, Putri dan Fitri tahu bahwa adik kelasnya itu adalah seorang yang hebat dan jenius. Sosok yang mampu membantu sekolah ini menjadi lebih baik.


"Ferdi kah?" bisik Putri


Pemilihan ketua OSIS yang melibatkan masalah selesai dengan kemenangan Putri. Namun di balik layar, pemenang sesungguhnya adalah bayangan hitam.


BERSAMBUNG....