LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC RUMAH POHON



[“Bagaimana kalau kita membuat rumah pohon, disana juga bisa menjadi tempat rahasia kita”]


(10 Tahun yang Lalu)


10 tahun lalu aku dan teman-temanku bertemu dengan seorang kakek tua, dia sangat baik dan perhatian terhadap anak kecil.


Aneh kami setiap minggu selalu ke rumah kakek itu untuk bermain, sampai ia meninggal dunia saat kami masuk SMP.


Dia mewariskan semua kekayaannya pada kami seraya berpesan untuk menggunakan uang dan warisan miliknya agar berguna bagi orang lain.


Namun aku dan teman-teman sepakat tidak ingin menerima semua warisan kakek dan menyimpan semua kekayaan itu di bank.


Total semua kekayaan kakek berjumlah 10 Triliun Rupiah, namun aku tidak terlalu suka uang.


Uang itu adalah milik kakek, bukan milikku. Lalu kami berjanji tidak mengambil sedikit pun harta warisan, namun untuk semua perusahaan yang berjalan masih kami tangani.


Umur 10 tahun kami menjalankan sebuah perusahaan dibantu oleh assisten kakek, beruntung assisten kakek sangat baik dan tidak gila harta.


“Tuan Muda, jika memang kalian tidak ingin mengambil sepeserpun uang dari warisan Tuan, saya harap ini bisa digunakan sebagai tanda terima kasih” ujar assisten kakek bernama Jhon yang menyerahkan kartu ATM


“Aku tidak perlu itu kak Jhon”


“Tapi Tuan Muda ini bukan uang Tuan Besar melainkan uangku sendiri, aku berjanji pada diri sendiri untuk memberikan kalian hadiah"


"Kalian semua sudah berjanji tidak ingin mengambil harta Tuan Besar, namun kalian bisa menerima uang dariku sebagai terima kasih bukan”


“Ferdi kurasa lebih baik kita ambil saja”


Kartu yang berisi uang 100 juta rupiah per orang, Aku, Ari dan Fadil masing-masing. Setelah itu kami jarang ke rumah kakek, dan beberapa tahun kemudian kejadian besar terjadi pada kami.


...***...


Satu tahun kemudian kami bertiga kembali lagi ke rumah kakek, disinilah awal mula kami berubah.


“Assalamualaikum”


Kami memasuki rumah bekas kakek, berdebu tapi tidak terlalu kotor, sepi dan sunyi. Dulu mungkin akan berisik karena ulah kami bertiga dan anak-anak lain.


“Kami kembali kek, sudah lama tidak kemari”


“Dan membiarkan dia menjarah rumah ini sendirian, ide yang bagus otak otot” ejek Fadil


“Hah, apa katamu otak buku?”


Aku masuk ke dalam kamar kakek, bau kayu terasa sekali, namun tidak kotor sama sekali. Kak Jhon masih sering kemari sepertinya.


Kelas 1 SMP berarti sudah hampir 2 tahun tidak kemari, aku masih bisa merasakan kenangan disini.


“Hei kalian, aku puny aide. Dari pada mencari pembantu bagaimana jika mencari orang untuk tinggal di tempat ini”


“Eh, maksudnya?”


“Jika ingin menyewakan rumah ini pasti banyak yang tidak sanggup”


“Tidak, mereka tidak perlu membayar. Cukup tinggal di rumah ini saja”


“Penumpang?”


“Begitulah, bagaimana? Dan aku juga memiliki ide lain”


“Aku tidak masalah jika kau yang mengurusnya Ferdi” kata Fadil seperti tidak ingin kerepotan


“Tenang saja, serahkan padaku. Sudah waktunya untuk membayar janji kita pada kakek”


Mereka berdua tetap setuju pada permintaan gilaku,


“Lalu ide lainnya apa?”


“Bagaimana kalau kita membuat rumah pohon, disana juga bisa menjadi tempat rahasia kita”


Ari dan Fadil saling melihat satu sama lain,


“Sepertinya menyenangkan, ayo kita lakukan”


“Menarik, kalau begitu biar aku yang mendesain rumah pohonnya. Kalian cari saja tempat dan perlengkapan rumah pohon” jelas Fadil


AWAL RUMAH POHON....BERSAMBUNG