LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 15



(ATAP MARKAS ALIANSI HOOLIGAN)


Dua orang siswi yang memukul Gina pun ingin pergi lari, namun kutahan dengan kata-kata.


“Mau kemana kalian?”


“Hehh"


Dua wanita itu berhenti bergerak, takut tidak berani melawan ucapannya.


“Kemari”


Aku mendekati Gina dan membantunya berdiri,


“Kau tidak apa-apa?”


“I..iya kak , hiks..hiks”


“Jangan menangis sekarang aku sudah ada disini. Ayo kita pulang ke rumah”


“Emm” Gina mengangguk


“Sebelum itu, ada hal yang harus kau lakukan bukan? Mereka berdua, lakukan apa yang mereka lakukan padamu”


“Maksud kakak?”


Aku hanya menganggukan kepala dan Gina membalasnya,


“Heh, saling pukul wajah kalian! Jika tidak aku yang akan melakukannya” perintah Gina


“B..baik”


“Puk..puk..puk” kedua wanita SMK X itu saling menampar wajah satu sama lain


“Kurang keras, apa perlu aku contohkan! Plakk! Plak” Gina menampar wajah kedua wanita itu dengan keras


“B.. baik! Plak..plak…plak” kini tamparan mereka lebih keras lagi


Walau beberapa menit, wajah mereka sudah memerah. Akhirnya mereka pun mengeluarkan jurus pamungkas yaitu belas kasih sambil menangis.


“Tolong maafkan kami”


“Kami bersalah, kami tidak akan melakukan itu lagi”


“Siapa bilang kalian boleh berhenti dan menangis, lakukan sampai pagi jika kalian tidak melakukannya, kakak ku Ferdi akan mencari kalian”


“Kalian tahu, aku yang dulu adalah seseorang yang tidak peduli dengan gender. Pria maupun wanita akan aku bunuh jika dia melawan ku, kalian sudah menyakiti keluarga ku”


“Buak…buak” aku memukul kedua siswi itu


“Aduhhh, sakitt”


“Jika kalian masih menganggu Gina, maka kalian tahu akibatnya. Di dunia ini tidak akan ada yang membantu kalian”


Kami meninggalkan mereka berdua, saat aku membuka pintu dua orang yang ku kenal menghadang jalan.


“B..bos anda disini?” tanya Rambut Merah


“Ferdi, kenapa kau…?”


Pertanyaan Joko berhenti setelah melihat keadaan di atas atap, beberapa orang pingsan termasuk Kevin.


“Kau yang mengalahkan mereka?”


Kami semua kembali ke lantai bawah, disana terlihat anggota Naga Merah yang memenangkan pertempuran malam ini.


Wajah mereka terkejut melihat kedatanganku, namun masih tahu jika aku dianggap sebagai pemimpin mereka.


Dengan wajah tertunduk mereka member hormat,


“Bos!” teriak geng Naga Merah serempak


Fadil pun terkejut saat aku berada disini,


“Kak, kenapa kau disini?” tanya Fadil


“Hahh, aku hanya menjemput Gina”


“Begitukah?” Fadil melihat Gina yang memeluk erat tanganku


“Baiklah ayo kita pulang”


“Tunggu dulu Ferdi” tahan Joko


“Benar, tunggu sebentar. Bos? Apa maksud nya ini?”


“Cukup” kataku dengan nada dingin


Semua orang terdiam,


“Sekarang kalian pulanglah, dan jangan ceritakan tentang kejadian malam ini”


“Siap bos” jawab geng Naga Merah


Banyak hal yang terjadi malam ini, namun bagi anak-anak SMA seperti Joko dan lainnya tentu saja membingungkan.


“Kau ini benar-benar misterius Ferdi, kau…sebenarnya kau ini sangat kuat bukan?” ujar Rendi


“Aku juga tahu itu, kau bahkan mengalahkan Kevin dan Dio sendirian tanpa luka sedikit pun. Aku benar-benar tidak percaya sampai aku tahu jawabannya” jelas Joko


“Apa maksudmu?”


“Malam ini, sekarang juga kita buktikan siapa pemimpin paling depan dari SMA xx”


“Kenapa aku harus melakukannya?”


“Terdengar menarik, aku akan ikut” ujar kak Revan ikut-ikutan


“Jangan pikir aku akan kalah dari kalian yah” Rendi maju ke depan


“Jangan kira aku takut pada kalian semua, disini aku membantu Joko” Bagas berdiri di samping Joko


5 preman sekolah SMA xx yang terkenal, Ferdi, Joko, Rendi, Bagas dan Revan memulai pertarungan babak baru.


“Jika kau membantu pihak lain maka aku juga akan ikut” ujar Fadil


“Jangan ikut campur” larang ku pada Fadil,


“Gina, sekali lagi tutup mata mu dan jangan mengintip sampai aku bilang buka”


“B..baik kak”


BERSAMBUNG....