LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI



[“Sedih. Dia selalu menangis untuk orang lain, tapi dia…orang itu tidak pernah menangis di depan orang lain"]


...***...


“Gina, sarapan nya sudah siap. Aku pergi ke pasar dulu ya” kataku pada Gina yang masih ada di kamar


“Iyaa” teriaknya


“Pergi saja sana tidak usah kembali lagi” bisik nya di dalam kamar


Sabtu biasa dengan kegiatan bekerja dan melatih anak PMR, sebelum itu aku harus ke pasar untuk mengambil beberapa bahan baku untuk keripik pisang.


Tapi aku masih kepikiran soal kejadian setelah sekolah kemarin,


(FLASH BACK)


“Ferdi kau bisa ikut membantu kami mengalahkan anak-anak Aliansi SMK kan?” teriak Joko


Perkataan Joko diiringi dengan volume suara yang sangat keras sampai membuat orang lain mendengar jelas.


Pandangan mengarah pada kami, meski sudah biasa jika meja ku selalu jadi perhatian.


“Haa, bukankah sudah bilang kalau aku tidak suka dengan perkelahian”


“Tapi kami memerlukan bantuanmu, jika tidak sekolah kita yang akan kena imbasnya”


Aku pun teringat tentang serangan anak dari SMK kemarin sore padaku, beruntung ada Ari disana jadi aku tidak perlu turun tangan.


“Aku dengar kalau kau sedang perlu bantuan untuk menghadapi aliansi ya Joko” datang kak Revan mendatangi mejaku


“Kak Revan?!”


“Jangan khawatir, aku berada di pihak kalian. Jika boleh kami ingin bergabung”


Beberapa saat setelah kedatangan geng Expose xx, Rendi dan Adi pun menampakan diri di kelas ku.


“Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang seru. Apakah itu aliansi Hooligan?” tanya Rendi


Namun aku menjawab untuk mengusir mereka,


“Jika tidak keberatan kalian lebih baik bicara di tempat lain. Kelas ini sebentar lagi akan memulai pelajaran”


“Ferdi! Kau benar-benar tidak mau ikut bergabung? Kita juga memiliki orang belakang, Geng Naga Merah berada di pihak kita”


“Geng Naga Merah katama? Kenapa mereka mau ikut campur dengan urusan anak SMA?” tanya kak Revan


Joko menjelaskan secara singkat dan cepat mengenai kejadian yang ia dan Bagas alami kemarin, sampai bertemu dengan Geng Naga Merah yang ingin membantu.


“Tidak, justru ini malah lebih berbahaya. Bang Merah bilang di dalam aliansi terdapat bantuan dari orang yang sangat besar. Kita mungkin akan menghadapi bahaya besar”


“Kriiinggg” bunyi bel istirahat telah berakhir


Bunyi dari bel membuat mereka sadar dan meninggalkan kelas, namun sebelum mereka pergi sebuah tatapan yang mengarah padaku,


“Kau benar-benar tidak ikut?”


(FLASH BACK END)


...***...


(PASAR TEGAL)


Suasana pasar di pagi hari cukup ramai, walau hanya hari Sabtu ada juga orang yang libur pergi kesini.


Beruntung pesanan sudah di siapkan, jadi aku tinggal mengambil saja. Selanjutnya pulang ke rumah untuk membantu pekerjaan sebentar.


“Tuan muda ini pesenan nya” ujar mbok Doh padaku


Seorang yang sudah berumur 60-an masih bekerja keras demi menghidupi diri.


“Makasih mbok. Lalu tolong jangan panggil saya tuan muda, panggil saja Ferdi”


“Itu nggak bisa dong Aden, aden kan sudah banyak bantu kami disini” saut Mang Parji


Tentu saja aku ingat mereka semua adalah orang yang aku suruh untuk berjualan di pasar ini, dengan memberikan sedikit modal pada masing-masing pedagang menjadi tumbuh pesat.


“Aden sudah membantu kami dari para preman, lalu memberikan kami bantuan uang untuk berjualan. Sekarang kami ingin membalas kebaikan Aden”


“Hahaha oke-oke, tapi ingat ya seperti biasa kalo ada orang lain atau keluargaku yang ikut jangan panggil aku Aden atau tuan muda. Paham”


“Siap bos” tegas dari semua pedagang di pasar


Mereka semua mendengar percakapan kami rupanya, serentak dari banyak barisan pedagang yang sudah tahu siapa aku.


Hormat, percaya dan baik padaku.


“Kalian semua bekerja yang rajin ya” kataku sambil keluar pasar


“Oke bos”


PERUSAHAAN VORTEX....BERSAMBUNG