LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC RUMAH POHON BAB 3



(Sabtu, Rumah Pohon saat ini)


“Hah apa katamu otak buku?”


“Hari ini adalah giliran mu untuk bertugas, dari mana saja kau hah, otak otot?”


Hari biasa dengan keributan dua saudara, sudah bertahun-tahun kami disini dan tidak ada yang berubah.


Hanya saja anggota kami bertambah,


“Hei kalian, malam ini mau makan apa?” tanyaku


“Aku pizza keju” kata Fadil


“Aku hamburger ekstra besar” tambah Ari


“Baiklah hanya itu, tapi sayangnya kita hari ini makan pecel lele saja”


“Tidak! Jangan lele lagi, Kapten makan yang lain saja”


Aku melihat mereka berdua sudah bosan memakan lele, namun mereka tidak pernah bosan memakan pizza dan hamburger.


“Hah, baiklah nasi ayam saja”


“Aku ayam panggang”


“Aku ayam goreng, dan tidak menggunakan sambal”


Inilah keseharian kami bertiga di rumah pohon, kelas 1 SMA bekerja membuka usaha ternak, dan menjual hasil sayuran.


Setiap hari sepulang sekolah berkumpul di rumah pohon, membagi jadwal mengurus rumah, Senin dan Kamis adalah giliranku, Selasa dan Jum’at giliran Fadil, Rabu dan Sabtu giliran Ari, sementara minggu kita akan bergantian dari minggu pertama.


Hari minggu ini adalah jadwal Ari, namun kami sering membantu tugas masing-masing.


Namun sebuah rahasia besar ketika kami baru berusia 16 tahun, Fadil adalah lulusan S2 Universitas Harvard di AS, sekarang kini menjadi seorang dokter yang meneliti di lab.


Sedangkan Ari adalah jenderal kompi angkatan darat pasukan PBB di Amerika Serikat, lalu merangkap sebagai ketua PASPAMPRES di Indonesia.


Meski mereka berdua memiliki gelar, pekerjaan mereka bisa dibilang bebas dan tidak bersyarat.


Kini Fadil mengerjakan artikel dan membuat komik untuk dijual, sedangkan Ari menjadi youtuber terkenal.


“Dan kalian sangat santai sekali melupakan tugas masing-masing”


“Kapten, disini adalah tempat paling aman untuk beristirahat, pekerjaan ku hanya meneliti sesuatu lalu dibayar. Uang kita sudah banyak jadi tidak perlu kerja terlalu keras. Tapi berbeda dengan orang yeng menerima gelar Jenderal Angkatan Darat Dunia”


“Apa katamu dokter gadungan?”


“Hah, apakah itu menyenangkan? Bersih-bersih?”


Maksud bersih-bersih dari Ari adalah membunuh seseorang, dan dengan cepat aku mengganti topik.


“Laba minggu ini bagaimana del?”


“Kau mengabaikan aku lagi kapten”


Fadil mengambil catatan keuangan di atas meja,


“Ini, kita untung 1 juta untuk minggu ini. Pak Maman dan Warung makan banyak meminta pesanan”


“Lalu stok ikan lelenya”


“Di tambak hanya tersisa sedikit ikan berukuran sedang, untuk yang kecil apakah sudah bisa dipindahkan ke tambak?”


“Masukan saja, nanti besok aku beli bibit ikan yang baru”


“Siap bos” kata Fadil dengan nada lemas


"Lalu dengan bibit sayuran nya?"


"Cabai dan tomat masih banyak, tapi untuk sayuran hijau harus di tambah lagi stoknya"


"Baiklah, masukan itu ke buku catatan. Del, bisa kau siapkan bibit sayurannya?"


"Lusa bisa, kalau besok aku ada pekerjaan di lab"


"Tidak masalah, yang penting untuk bulan depan kita masih bisa memanen"


"Kalau menyuruh Sebas saja bagaimana? Aku akan menelponnya" Fadil mengambil telpon


Rapat biasa saat hari minggu, membahas penjualan dan laba lalu dibagi rata. Inilah kegiatan tersembunyi kami, setelah bertahun-tahun lamanya masih tidak berubah.


"Kalau begitu aku pergi beli makanan dulu"


“Kapten! nanti aku nitip soda di jalan ya”


“Aku kopi susu”


“Baik-baik”


AWAL RUMAH POHON....SELESAI