LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)

LOVE AND REVENGE (SPIN OFF)
ARC PERTEMPURAN ALIANSI BAB 2



(PARKIRAN PASAR)


Saat keluar pasar aku melihat anak buah Naga Merah berjaga sendirian, setelah melihatku ia pun bergegas membantu aku mengangkat barang.


Tapi dari raut wajah aku melihat dia tampak murung dan kurang semangat seperti biasa.


“Terima kasih” ucapku setelah ia membantu aku mengikat semua barang ke motor


“Sama-sama bos”


“Hahh, kalian ini sulit sekali dibilang. Panggil Ferdi saja kenapa”


“Ma…maaf bos Ferdi”


“Malah tambah parah” aku menepuk jidat


Orang bernama Lukman itu kembali menunjukan ekspresi murung, aku pun duduk di pos tempat ia berjaga sekaligus istirahat sebentar.


“Bos mau minum kopi” tawar Lukman


“Tidak” tegasku


Ia pun segera sadar bahwa suara kerasku adalah penolakan, namun sayangnya bukan.


“Air putih saja. Hangat, 2 gelas”


“Eh yang satunya?”


“Itu untukmu, sekali-kali minum air putih hangat. Supaya tubuh tetap sehat” jelasku


“S…siap bos”


Lukman pun membeli air dan roti di warung depan, tidak lama hanya beberapa menit.


Tapi wajahnya masih saja muram,


“Bismillah”


Aku meminum air dan membuat kerongkongan menjadi hangat, energiku kembali.


“Jadi ada apa?” tanyaku pada Lukman


“Eh, maksudnya bos?”


“Kulihat wajahmu sangat muram, apa ada masalah? Dari geng Naga Merah?”


“B..bukan bos, ini urusan yang berbeda”


“Maksudnya?”


“A..anak saya, dia butuh handphone untuk belajar. Di sekolahnya sekarang sudah menggunakan handphone semua, tinggal anak saya yang belum punya”


Uang adalah hal penting di dunia ini, memang segala jual-beli kebutuhan memerlukan uang.


Mereka yang kaya dengan mudah membeli semua, namun bagi yang miskin harus berusaha terlebih dahulu untuk membeli.


“Bukannya saya tidak suka dengan pekerjaan yang sekarang, malah disini gajinya lumayan. Bisa mencukupi keluarga, tapi saat ada kebutuhan mendadak seperti ini…saya rasa..”


Aku tahu masalah yang dihadapi oleh Lukman, aku merogoh kantong dan mengambil dompet,


“Anak mu ada berapa? Sekolahnya dimana?”


“Anak saya ada 3 bos, yang besar sudah SMA, sekolahnya sama dengan bos”


“Eh, kelas berapa dia sekarang?”


“Kelas 2 sama seperti bos, dia ada di kelas IPA”


“Namanya?”


“Cindi bos, anaknya pintar, cantik, dan pendiam. Saya bangga dengan anak itu, tapi ayahnya bekerja seperti ini…”


“Keluarga mu tidak tahu kalau kau bekerja di geng Naga Merah?”


“Tidak, bang Naga tidak membolehkan keluarga kami tahu”


“Hahh, kalau anak yang kedua? Sekolah dimana dia?”


“Yang kedua SMP, dan yang ketiga SD. Tahun depan yang kedua akan masuk SMA”


Cindi, dari kelas IPA 1. Putri dari Lukman benar-benar hebat berusaha untuk belajar agar berhasil, bisa sampai masuk ke IPA sangat sulit bagi anak-anak biasa.


“Benar jika di sekolah itu handphone adalah barang yang penting sekarang. Kenapa tidak kredit saja dulu?”


“Mau nya begitu sih bos tapi sekarang tidak ada uang. Saya juga tidak tahu harus bagaimana, mungkin saya mau pinjam ke bang Merah saja”


Sosok ayah baik terlihat dari Lukman,


“Saat mengambil barang di pasar kalian selalu membantu keluargaku. Memang tidak seberapa menurut kalian tapi berkat bantuan kalian beban kami sedikit berkurang”


“Itu memang perintah dari bos Naga”


“Aku tahu itu, namun yang banyak membantu adalah kau dan satu orang lagi. Hanya itu yang aku tahu…”


Aku mengeluarkan uang 3 juta dari tas, kuberikan pada Lukman untuk membantunya.


“Ini untukmu, terima dan jangan kau tolak. Pemberian ini adalah hasil kerja keras dan kejujuranmu, beli kan anak mu handphone dan makanan untuk keluargamu”


“Tapi ini banyak sekali bos”


“Banyak bagimu tapi sedikit bagiku, itu adalah rezekimu. Dan juga jangan sampai orang di geng Naga tahu kalau aku memberikan kau uang, nanti malah disangka tidak-tidak” bisik ku


Aku pun berdiri dan menuju ke parkiran, pulang kerumah untuk kembali pada kegiatan biasa.


“Terima kasih bos!” teriak Lukman dari parkiran


“Dasar, lebih baik aku bilang juga untuk tidak memanggil aku Bos lagi” bisik ku


PERUSAHAAN VORTEX....BERSAMBUNG