
“Kalian dengar? Selain itu jika memang mereka menerimanya, sudah pasti Fadil akan selalu bertanya padaku tentang apa saja yang harus dilakukan, dan itu sangat menjengkelkan, sementara kalian menyuruh
Ari si otak otot ini untuk menjadi seorang pemimpin? Perusahaan ini akan langsung hancur di masa depan” jelas ku tanpa pandang bulu
“A..anda mengatakan nya dengan jelas”
“Lalu kenapa? Disini aku yang memengang kendali, jika kalian tidak suka lebih baik segera pergi, aku tidak terlalu peduli kalian disini atau tidak”
Di ruangan ini berisi 20 orang, hanya 4 orang yang aku kenal, dan sisanya pasti orang lama dan baru. Mereka semua adalah pemimpin dari setiap divisi atau departemen dari perusahaan ini.
“Anda tidak bisa melakukan itu Pak, kita disini juga memiliki suara, dan juga masih ada pemegang saham lain di perusahaan”
Dua orang yang langsung menunjukan diri, dan berkata seperti pemilik perusahaan ini, mungkin perbedaan umur membuat mereka besar kepala.
“Itu benar Pak, jika begitu saya akan memprotes hak sebagai salah satu pemegang saham. Saya memegang 10% saham disini, jadi anda tidak bisa sewenang-wenang” Radolf bicara
Radolf dari keluarga besar di Jepang, sangat sulit untuk menjelaskan pada dirinya. Aku tidak peduli seberapa keras kalian berusaha membuat aku takut atau mengancam, tapi ini adalah milikku, rumahku dengan orang-orang ku.
“Jadi?” kataku dengan dingin
“Ap..apa maksud anda?”
“Fadil, berapa pembagian saham di perusahaan saat ini?”
“Ya, 50% dari kapten, 15% dari saya dan Ari, dan 10% dari pihak keluarga Rudolf dan Aritonang”
Aku tersenyum sedikit mendengar hal itu, dan kurasa Rudolf merasa di rendahkan. Namun ini adalah perang mental, dan yang menunjukan emosi yang akan kalah.
“Aku memegang lebih besar, dan juga aku dikatakan memiliki perintah mutlak oleh pemilik sebelumnya dan paman Jhon. Apa kalian masih ada yang ingin protes? Atau begini saja, Ari, Fadil, saham kalian akan menjadi milikku, bagaimana?”
“Ya, jika itu mau kapten, ambil saja, aku tidak peduli, kan kau juga yang mengirim kami uang”
Perkataan itu sedikit menganggu, tapi benar saja, sejak dulu hanya aku dan Fadil yang berusaha menghasilkan uang, sementara dia bisa menghasilkan uang hanya dari misi dan sisa nya hanya bermain-main.
“Saya juga tidak mempermasalahkannya” ujar Fadil
Semua terdiam kembali dan orang-orang yang besar kepala kini menjadi kecil.
“Kalau begitu sekarang aku memiliki 80% saham di perusahaan ini. Jadi aku akan memutuskan untuk…”
“Tunggu, aku bilang masih tidak setuju, dan kenapa kau seperti penguasa disini? Kau sudah lama tidak terlihat di bangku pemimpin dan sekarang merasa layak disana?”
Aku hanya membalas ia dengan senyuman,
“Ya, aku merasa. Dan jika kau tidak suka lebih baik kau keluar dari perusahaan ini, banyak sekali orang yang ingin menanamkan modal nya ke perusahaan ini”
“K..kau! Jangan pikir itu akan mudah”
Ia menunjukan jarinya, Radolf tidak memiliki batasan emosi lagi. Jadi ku akhiri untuknya,
“Jika dengan saham 10%, kita hanya harus membayar sekitar 1 miliar pada mereka”
Rudolf menunjukan ekspresi yang sangat menjijikan, dan sudah pasti dia sangat terpukul.
“Maka lakukan lah, dan tuan Aritonang? Apa kau juga ingin memutuskan bisnis?”
“Tidak, aku akan terus lanjut dan aku akan melakukan usulan dari pemimpin”
Ya, sepertinya orang ini sudah tahu tentang diri ku sebelumnya, jadi dia tidak ingin melepaskan keuntungan. Walau begitu ia seharusnya memilih hal yang lebih bagus.
“Kau! Kau…”
“Apakah masih ada yang ingin anda katakan? Fadil, buat pemutusan kontrak hari ini, dan besok mulai mencari partner baru untuk perusahaan kita”
“Baik, Kapten”
Rudolf seakan ingin menangis, tapi ia tidak bisa kembali, dan aku yakin saat pulang ke rumahnya ia akan dimarahi habis-habisan oleh pemimpin disana.
Aku tidak terlalu peduli dengan uang, dan aku bisa mendapatkannya dengan mudah, ya, bahkan gaji ku untuk pertempuran itu tidak terbatas.
“Lalu aku akan mengatakan ini sekali saja. Siap kan semua laporan kinerja kalian setiap departemen dan serahkan padaku, dan ingat! Jangan pernah kalian memanipulasinya. Aku juga akan melihat statistic yang ada, jadi jika kinerja kalian menurun dari tahun ke tahun, dan terutama tahun ini, kalian akan dipindahkan ke departemen lain. Itu juga berlaku untuk pimpinan setiap departemen”
Perintah itu sekaligus menjadi penutup rapat kali ini, dan aku kembali ke kantor utama. Di setiap lantai mulai sibuk dengan berita panas yang dilakukan oleh ku. Dengan hal ini mereka akan melihat seberapa besar kesalahan yang mereka buat dan mereka akan bekerja lebih keras lagi.
“Kapten, kenapa kau memprovokasi mereka?” tanya Fadil yang membuat coklat panas
“Kalian memiliki itu disini?” tanya ku
“Ya, apa kau mau coklat panas?”
“Buatkan aku satu”
“Siap”
“Bukannya aku tidak melakukan itu dengan sengaja, tapi ini rencana ku di akhir. Aku ingin tahu siapa saja yang pantas dan tidak. Apakah menurut mu yang aku lakukan tidak baik?”
“Aku tidak tahu apa yang ada di rencana mu, tapi jika itu kau semua akan baik-baik saja. Selain itu kita juga tidak terlalu memperhatikan dengan seksama lagi perusahaan peninggalan kakek ini”
Ari yang memakan Pizza sambil memainkan FSP sangat tidak terganggu, namun aku harus membuat dia melirik walau sedikit. Aku tidak marah pada semua orang, namun aku hanya ingin tahu pertolongan apa yang kakek sebutkan di dalam mimpi.
“Aku ingin menghancurkan perusahaan ini….”
Seketika Pizza dari mulut Ari jatuh ke lantai, dan air tumpah ke lantai oleh Fadil yang tidak fokus.
“Haahhh?!” teriak mereka
BERSAMBUNG....